Cepat, CEO! Kejar Mantan yang Kabur!

Cepat, CEO! Kejar Mantan yang Kabur!

Linda Lim · Sedang Diperbarui · 135.9k Kata

947
Populer
951
Dilihat
0
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Aku mengikutinya sejak usiaku delapan belas tahun, selalu yakin bahwa aku berbeda dari yang lain.
Hingga kemudian, ia membawa pulang seorang gadis. Pemalu, penakut, persis seperti diriku dulu.
Menyaksikannya membanjiri gadis itu dengan segala perhatian yang pernah ia tahan untukku, barulah aku tersadar: aku tak pernah menjadi keistimewaan. Dialah satu-satunya.
Pada tahun kesepuluh mengikutinya, dengan hati yang luka tapi mantap, aku memilih untuk pergi.

Bab 1

Hari ini keluarga besar Lukman mengadakan makan malam di rumah. Di meja makan, beberapa lelaki yang duduk mengelilingi meja tak henti-hentinya melirik ke arah Melati Handayani.

Di bawah meja, tanpa ada yang sadar, Adrian Lukman sudah mengait pelan betis Melati dengan ujung sepatunya.

Melihat Melati tersenyum basa-basi pada lelaki lain, berpura-pura ramah seolah semuanya baik-baik saja, yang ada di benak Adrian cuma satu, kalau bisa dia ingin menelanjangi perempuan itu saat itu juga dan menghabisinya sampai tak bersisa.

Melati tersentak kecil, hampir saja garpu di tangannya terjatuh ke piring.

Dia buru-buru berdiri, mencari alasan, berkata pelan kalau dia mau ke kamar mandi. Adrian juga langsung ikut berdiri, seolah hanya kebetulan, lalu menyusul ke lantai atas dan mengurungnya di salah satu kamar.

Melati menahan dadanya dengan telapak tangan, berdiri di depan Adrian. “Adrian, jangan.”

“Menurut kamu aku nggak bisa?”

Mata Adrian menyipit, sudut bibirnya terangkat dengan senyum yang penuh makna sekaligus sangat tidak sopan.

Di punggung Melati ada satu tahi lalat merah, tepat di bawah tengkuk. Setiap kali dia menunduk, tahi lalat itu akan tampak sebentar lalu menghilang lagi di balik kerah, dan setiap melihatnya, tenggorokan Adrian seperti kering kerontang.

“Pak Adrian, jangan di sini ....”

“Diam.”

Menurutnya, Melati sudah terlalu banyak bicara. Dia menarik paksa kancing bajunya yang berderet-deret sampai terlepas, menekan tubuh Melati ke daun pintu, lalu membenamkan kepala dan menggigit keras tahi lalat merah itu, sementara pinggulnya menghantam tanpa ampun.

Mata Melati memerah, bibir bawah nyaris digigit sampai putus. Dia menahan diri sekuat tenaga agar tidak mengeluarkan suara apa pun.

Namun, malam itu Adrian seperti orang kalap. Tubuh Melati sampai terhuyung, dunia di sekelilingnya berputar-putar, dan akhirnya, dari sela gigi dan bibirnya juga lolos desahan pelan yang tidak bisa dia kendalikan.

Begitu mendengar suara itu, Adrian bukannya malah berhenti, justru makin menjadi-jadi. Dia kembali menghantamnya lagi.

Sampai tiba-tiba, dari bagian bawah perut Melati menjalar nyeri yang tajam, menusuk. Dia panik dan berusaha mendorong tubuh lelaki di belakangnya sekuat tenaga.

“Adrian, sakit!”

Suaranya bergetar, bercampur nada memohon. Namun, Adrian sama sekali tidak menghiraukan.

Pada akhirnya, satu-satunya yang bisa Melati lakukan adalah menggigit.

“Ah—sial ....”

Rasa perih di lidah membuat Adrian tersadar. Dia mendelik tak terima ke arah Melati. “Kamu…!”

Belum sempat lanjut memaki, hidungnya tiba-tiba menangkap bau anyir. Melati memegangi perut, pelan-pelan berjongkok di lantai.

Begitu mengikuti arah pandang Melati, Adrian melihat darah mengalir di antara kedua kaki Melati. Dia mendecakkan lidah, terdengar jengkel.

“Mens, ya? Ribet banget.”

Nafsu yang tadinya menggebu langsung lenyap. Dia masuk ke kamar mandi, mencuci diri seadanya, dan ketika keluar, Melati masih saja berjongkok di tempat yang sama.

“Adrian, perutku sakit ....”

Mata Melati berkaca-kaca. Wajahnya pucat pasi, tubuhnya bergetar pelan menahan rasa sakit yang tak ada putusnya.

Adrian melemparkan jasnya ke arah Melati, sekenanya. “Pakai itu, keluar lewat pintu belakang. Jangan sampai ganggu acara di bawah.”

Tanpa menunggu jawaban, dia membuka pintu dan pergi begitu saja.

Entah berapa lama sampai rasa sakitnya sedikit mereda, barulah Melati berusaha berdiri. Dia mengenakan bajunya lagi dengan gerakan pelan, membenahi diri sekenanya, lalu keluar lewat pintu belakang rumah, seperti yang diperintahkan.

Ketika dia didorong keluar dari ruang operasi, kepala Melati masih terasa kosong.

Baru tadi pagi dia diberi tahu bahwa dia sebenarnya sedang hamil. Dan sekarang, bayi itu sudah tidak ada.

Dokter yang mendorong brankarnya menatap bingung ke arah Melati yang kosong menatap langit-langit, lalu menghela napas pelan. “Anak muda zaman sekarang nggak tahu jaga diri, ya. Hamil muda itu paling gampang keguguran. Suami kamu sudah datang?”

Melati menatap tetesan infus yang turun satu-satu, matanya tak fokus. Seolah dia sama sekali tidak mendengar pertanyaan barusan.

Perempuan di ranjang sebelah buru-buru meraih tas Melati yang dia titipkan tadi. “Waktu dia datang ke IGD, dia sendirian, Dok. Semua barangnya ada di saya, dia bahkan belum ....”

“Saya belum menikah.”

Suara Melati terdengar serak. Dia memaksa tubuhnya untuk tegak, duduk perlahan, lalu menerima formulir yang disodorkan dokter dan mulai mengisinya.

Saat baru menuliskan namanya, kertas di tangannya basah. Baru saat itu dia sadar kalau dia menangis.

Dia dan Adrian kehilangan anak mereka. Paling tidak, hal itu memang pantas ditangisi.

Seharian itu dia hanya terbaring di rumah sakit. Dari sepuluh tahun dia bekerja, baru kali ini dia absen tanpa izin.

Menjelang jam sebelas malam, ponselnya akhirnya bergetar. Nama Adrian muncul di layar.

“Bolos seharian, istirahatnya sudah cukup, kan? Ke Bar Malam Biru sekarang.”

Di seberang terdengar suara musik keras bercampur suara orang tertawa, gaduh dan kacau. Di sela suara bising itu, Melati juga samar-samar mendengar ada seseorang yang sedang dibujuk minum. Baru saat itu dia teringat bahwa hari ini ulang tahun Sari Pratama, teman dekat Adrian. Harusnya malam ini dia ada di sana untuk membantu Adrian menolak minuman.

Melati baru akan menjelaskan bahwa dia sedang di rumah sakit ketika suara dingin Adrian memotong, terdengar tak sabaran. “Kamu punya waktu dua puluh menit. Jangan paksa aku ulang dua kali.”

Sambungan telepon terputus, nada sibuk terdengar berulang-ulang.

Melati tahu, Adrian sedang marah.

Dia bangkit perlahan, berjalan ke ruang perawat dan meminta obat pereda nyeri. Setelah menelan satu butir dengan bantuan segelas air putih, barulah dia keluar dari rumah sakit.

Di dalam taksi menuju bar, dia merias wajahnya secepat mungkin. Memanfaatkan pantulan kaca jendela dan kamera depan ponsel. Di pinggir jalan, dia turun sebentar hanya untuk membeli gaun murah di kios kecil, lalu berganti pakaian di toilet umum yang pengap.

Fitur wajah Melati memang menonjol. Setelah diberi sentuhan make up tipis, seluruh aura dirinya berubah, ada kesan dingin yang elegan.

Ketika sampai di Bar Malam Biru, seorang pelayan yang sudah mengenalnya langsung menyapanya sambil tersenyum lebar. “Nona Melati, Pak Adrian di ruang 209.”

Melati mengangguk singkat, tidak banyak bicara, lalu melangkah ke lantai dua.

Begitu pintu ruang VIP dibuka, seseorang langsung menariknya masuk dengan keras. Suara Adrian menyusul kemudian, dingin dan datar. “Sari, ini Melati. Dia alergi alkohol, jangan keterlaluan.”

Sari Pratama, lelaki yang malam itu berulang tahun, langsung melingkarkan lengannya ke pinggang Melati. “Melati, dari dulu gue suruh lo ikut gue aja, lo nggak mau juga! Tuh lihat, si Adrian mah berat sebelah. Sayang banget sama cewek kecilnya sampai-sampai nyuruh lo yang datang buat ngeladeni gue.”

“Sekarang mumpung gue ulang tahun, dia titip lo. Dia bilang lo utang gue satu gelas dari tahun lalu, jadi lo ganti pakai tiga gelas malam ini. Kalau nggak, nggak usah ngomong soal ‘harga diri’ segala.”

Melati memicingkan mata, membiarkan pupilnya menyesuaikan dengan remang lampu bar. Baru setelah itu dia bisa melihat jelas gadis yang duduk mepet di sisi Adrian.

Dia mengenali wajah itu. Itu Melinda Lestari, intern baru di bagian sekretariat kantor.

Melinda memeluk lengan Adrian erat-erat, seolah itu satu-satunya pegangan yang dia punya. Matanya basah, tampak panik, lalu menatap Melati dengan ragu. “Kak Melati, maaf… Aku baru pertama kali ikut acara begini. Pak Adrian cuma ... jagain aku dikit.”

Di sudut matanya terkumpul air, membuatnya terlihat seperti anak kelinci yang ketakutan. Refleks, siapa pun yang melihat pasti ingin melindunginya.

Adrian menarik Melinda lebih dekat, merengkuhnya ke dalam pelukan. “Kamu nggak salah apa-apa. Dia sekretaris, urus ginian memang kerjaan dia. Sudah, jangan takut.”

Kata-kata itu membuat pikiran Melati sempat kosong beberapa detik.

Selama ini, dia tidak pernah mendengar Adrian bicara selembut itu padanya.

Orang-orang di sekeliling jelas juga menangkap cara Adrian membela gadis itu. Satu per satu mereka bergantian ikut menenangkan Melinda. Sementara itu, Melinda terus saja melirik Melati, seolah benar-benar tidak mengerti apa-apa.

Melati menunduk, menatap lantai sesaat.

Di dalam hati, semuanya sudah jelas.

Tamu yang datang ke pesta ulang tahun Sari malam ini adalah orang-orang dari lingkaran sosial atas—pengusaha, pejabat, anak orang kaya. Adrian datang membawa seorang gadis muda dan menjaganya sedemikian rupa, jelas itu bukan sekadar sopan santun. Itu pengumuman halus bahwa perempuan ini spesial.

Sedangkan Melati Handayani? Hanya sekretaris yang dipanggil ke sini untuk menahan gelas demi bosnya.

Dia menarik napas panjang, menelan rasa perih di perut yang belum hilang sepenuhnya. Lalu meraih gelas yang disodorkan Sari.

“Pak Sari, selamat ulang tahun. Ini dari saya.”

Minum alkohol di hari yang sama dengan operasi kuretase? Itu sama saja bunuh diri.

Namun, Adrian hanya duduk di sana, menyaksikan semuanya. Mata dingin, ekspresi datar, membiarkan Melati menegak gelas demi gelas tanpa sekalipun menghentikannya.

Entah apa yang dibisikkan Melinda pada Adrian kemudian, lelaki itu akhirnya berdiri. “Maaf, gadis kecilnya ngantuk. Gue antar pulang dulu.”

Seisi ruangan langsung bersorak, beberapa mencibir, “Parah, bro. Teman ditinggal, gebetan dibela. Gila, berat sebelah banget.”

Adrian hanya tertawa ringan, melambaikan tangan. Dia tak sekalipun menoleh ke arah Melati sebelum keluar.

Jam tiga pagi lewat, Melati baru keluar dari bar dalam keadaan hampir limbung. Kepalanya berat, perutnya senut-senut, dan langkahnya goyah.

Begitu di luar pintu, dia melihat mobil Adrian parkir di depan. Tanpa memikir panjang, dia membuka pintu belakang dan menjatuhkan diri di jok, tertidur begitu saja.

Dalam keadaan setengah sadar, dia merasakan napas panas seorang lelaki menyentuh wajahnya. Tangan besar dengan kulit kasar meraba, meremas, mempermainkan tubuhnya tanpa rasa iba.

Melati tersentak bangun. Begitu menyadari perubahan di tubuh Adrian, dia berusaha meronta. Namun, dalam hitungan detik, kedua tangannya sudah ditarik ke atas kepala dan diikat dengan dasi.

Adrian mendekap pinggangnya erat-erat, seolah takut dia menghilang. Bibirnya menelusuri kulit di dada Melati, menaburkan kecupan-kecupan rapat yang membuatnya sulit bernapas.

Mengingat bagaimana Sari tadi berulang kali melingkarkan tangannya di pinggang Melati saat bercanda, Adrian mendadak kesal sendiri. Dia membalas dengan menggigit keras sisi pinggang Melati, tepat di bagian daging yang lunak.

“Ah! Adrian! Kamu gila, ya?!”

Rasa sakit yang tajam membuat air mata Melati langsung mengalir. Adrian hanya menyeringai, puas dengan reaksi itu. Lalu dengan satu gerakan dia membuka ikat pinggangnya sendiri, berusaha mengangkat rok Melati.

Begitu melihat celana dalam di antara kakinya, dia mendesis pelan, mengumpat. Bagaimana bisa dia lupa kejadian kemarin?

Melati segera duduk tegak dan menarik dasi dari pergelangan tangannya, napasnya masih belum teratur. Pipinya masih memanas, entah karena alkohol atau ulah Adrian, dan dia benar-benar tidak mengerti lagi apa yang sebenarnya dia mau.

Menatap bagian bawah tubuh Adrian yang masih tegang, Melati tiba-tiba teringat mata besar Melinda yang tampak begitu polos. Pertanyaan pun lolos dari bibirnya sebelum sempat dia tahan. “Kenapa kamu nggak nginap di tempat dia aja?”

“Dia masih kecil. Belum pantas buat hal-hal begini.”

Adrian mengangkat dagu Melati dengan ujung jarinya, mengusap lembut bibir yang tadi sudah dia lumuri gigitan.

Tenggorokan Melati tercekat. Kata-katanya seolah tercekat.

Untuk melindungi Melinda, dia bisa bersikap sangat hati-hati. Namun, untuk menjadikan tubuh Melati sebagai sasaran pelampiasan, dia sama sekali tidak kenal ragu.

Dia memaksa suaranya keluar, rasanya seperti menelan pecahan kaca. “Kamu ... suka dia?”

“Hmm.”

Melati tidak yakin apakah itu sekadar gumaman atau persetujuan. Namun sebelum dia sempat mencerna, Adrian sudah mendorongnya kembali, menekan tubuhnya di antara kedua pahanya.

“Kalau bawah nggak bisa dipakai,” bisiknya datar, “pakai atas aja.”

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Ayah Presiden, ayo segera

Ayah Presiden, ayo segera

781 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dia dikhianati oleh saudara tirinya dan secara tidak sengaja kehilangan dirinya dari seorang pria asing.
Dengan tubuh yang patah, tetapi dalam sedih mereka tidak berdaya ketika kecelakaan mobil ...
Empat tahun kemudian, dia memiliki putra yang cantik dan suami nominal.
Karena anaknya mengalami masalah, dia tidak sengaja bertemu dengan pria pengganggu bernama Li Shengtian, dan sejak saat itu, dia terjerat dengan itu.
Pria itu tidak hanya menciumnya pada kesempatan pertama, tetapi dia bahkan mengambil hati putranya se seakan-sesering itu.
Hidupnya benar-benar dalam kesulitan karena penampilannya.
Ketika orang-orang munafik suaminya mendirikan runtuh, kekejaman saudara perempuan terekspos, orang tua dan penggemar kehidupan sedikit tidak terwujud, ingatannya, juga mulai berangsur pulih.
Bekas luka dilucuti lapisan demi lapisan, dia menemukan bahwa dia telah terbiasa dengan keberadaan pria itu, bahkan jika semua orang meninggalkannya, hanya dia, masih ada untuk tidak meninggalkan ...
Sudah waktunya untuk menemukan suami untuk diri sendiri dan menemukan ayah kandungnya untuk anak anda!
Kesayangan CEO

Kesayangan CEO

1.3k Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dalam sebuah persekongkolan, Gu Mengmeng menikahi kakak perempuan tertuanya, dan calon kakak iparnya menjadi seorang suami. Sejak saat itu, ia memulai kehidupan pernikahan yang harmonis setiap malam.
Dia adalah kaisar gelap yang ditakuti semua orang, dikabarkan kejam dan kejam, dan tegas, tetapi dia hanya memanjakannya tanpa hukum.
Suatu hari, reporter bertanya: "Nyonya Lu, apakah Anda memiliki sesuatu yang perlu ditakuti?"
Gu Mengmeng tidak meneteskan air mata di wajahnya.
Dia hanya takut pada dua hal sekarang.
Pertama, cium suamimu!
Kedua, suami tercinta setelah mematikan lampu!
KEHAMILAN MANTAN ISTRI MILYARDER

KEHAMILAN MANTAN ISTRI MILYARDER

2k Dilihat · Selesai · Avaya0627
Empat tahun menjalani pernikahan, tak disangka wanita cantik bernama Miselia Saputro digugat cerai oleh suaminya, seorang CEO dari Atmadja Company, tepat di malam ulang tahun pernikahan mereka. Alasan perceraian dikarenakan Miselia yang tidak bisa memberikan anak lagi untuk suaminya. Suaminya, Evan sedang menjalin hubungan asmara lagi dengan mantan kekasihnya.
Beberapa bulan kemudian Miselia mendapati dirinya hamil. Tiba-tiba Evan kembali datang dan mendeklarasikan jika Miselia adalah miliknya. Tetapi, Miselia yang kini menjadi ahli waris menolak kedatangan Evan, sang mantan suami.
Akankah CEO yang penuh teka-teki itu memenangkan cintanya kembali atau kebencian akan menang pada akhirnya?
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

7.6k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Setelah kematiannya yang tragis, didorong oleh keputusasaan dan pengkhianatan, miliader yang dulu memburu balas dendam kini hanya bisa bersujud memohon ampun.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan

Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan

8.5k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Selama Tiga Tahun Menikah, Suaminya Selalu Menghilang Setiap Malam.

Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.

Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.

Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.

Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.

Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Mantan Istri yang Tak Terlupakan

Mantan Istri yang Tak Terlupakan

8.5k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dewi Sartika
Momen paling memalukan dalam hidupku adalah ketika ayahku mengusir ibu dan aku keluar dari rumah. Setelah insiden itulah aku menerobos masuk ke dalam kehidupan Ari Limbong. Sejak saat itu, duniamu hancur berantakan, dan satu-satunya harapanku hanyalah menua bersamanya.

Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.

Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.

Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."

Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
Cinta Terburu-buru Sang CEO

Cinta Terburu-buru Sang CEO

12.6k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Setelah pengantinnya kabur, dia terpaksa menikahi keluarga kaya raya dengan reputasi buruk, menjadi Nyonya Fajar. Saat hamil dua bulan, sang suami memberinya surat cerai dan pergi tanpa ampun. Bertahun-tahun kemudian, dia telah menjadi seorang selebriti yang bersinar, dikelilingi banyak pelamar. Melihat anak lelaki yang sangat tampan di dekatnya, pria itu tersenyum sinis: "Hei, putramu mirip sekali denganku!" "Kita sudah cerai!" hardik wanita itu, menahan amarah.
Sang Profesor

Sang Profesor

16.7k Dilihat · Selesai · Mary Olajire
"Di tangan dan lututmu," dia memerintah.
Suaranya penuh dengan beban dan urgensi
dan aku segera menurut sebelum dia mengarahkan pinggulku.
Tubuh kami bertemu dengan irama yang keras dan marah.
Aku semakin basah dan panas saat mendengarkan suara kami bercinta.
"Sial, vaginamu gila."


Setelah satu malam panas dengan seorang pria asing yang dia temui di klub, Dalia Campbell tidak mengira akan bertemu Noah Anderson lagi. Kemudian Senin pagi tiba, dan orang yang masuk ke ruang kuliah sebagai dosen adalah pria asing dari klub itu. Ketegangan meningkat dan Dalia berusaha sekuat tenaga untuk menjauhinya karena dia tidak ingin terganggu oleh siapa pun atau apa pun - ada juga fakta bahwa dia benar-benar terlarang - tetapi ketika dia menjadi asisten dosennya, batasan hubungan dosen/mahasiswa mereka menjadi kabur.
7 Malam dengan Tuan Black

7 Malam dengan Tuan Black

60.5k Dilihat · Selesai · ALMOST PSYCHO
PERINGATAN: Buku ini mengandung adegan seks eksplisit yang sangat detail... sekitar 10-12 bab. Tidak cocok untuk pembaca muda!

"Apa yang kamu lakukan?" Dakota mencengkeram pergelangan tanganku sebelum mereka menyentuh tubuhnya.

"Menyentuhmu." Bisikan keluar dari bibirku dan aku melihat matanya menyipit padaku seolah aku telah menghinanya.

"Emara. Kamu tidak akan menyentuhku. Hari ini atau kapan pun."

Jari-jarinya yang kuat meraih tanganku dan menempatkannya dengan tegas di atas kepalaku.

"Aku di sini bukan untuk bercinta denganmu. Kita hanya akan bercinta."

Peringatan: Buku Dewasa 🔞
. . ......................................................................................................

Dakota Black adalah pria yang diselimuti karisma dan kekuasaan.
Tapi aku membuatnya menjadi monster.
Tiga tahun lalu, aku mengirimnya ke penjara. Secara tidak sengaja.
Dan sekarang dia kembali untuk membalas dendam padaku.
"Tujuh malam." Katanya. "Aku menghabiskan tujuh malam di penjara busuk itu. Aku memberimu tujuh malam untuk tinggal bersamaku. Tidur denganku. Dan aku akan membebaskanmu dari dosamu."
Dia berjanji untuk menghancurkan hidupku demi pemandangan yang bagus jika aku tidak mengikuti perintahnya.

Pelacur pribadinya, begitu dia memanggilku.

🔻KONTEN DEWASA🔻
Pengantin Mafia-Nya

Pengantin Mafia-Nya

16.7k Dilihat · Selesai · Adaririchichi
Cengkeraman besinya mengikat erat pinggangku dan dia menekanku ke dinding.
"Lepasin aku!" aku menggeram.
"Kalau aku mau sekarang juga," dia mendekat, bibirnya menyentuh lembut daun telingaku.
"Aku bisa memaksamu dan melihatmu berteriak dengan nada indahmu di bawahku," bisiknya dengan suara serak.

Aku terkejut dan mencoba melepaskan tangannya dari pinggangku.
"Kamu kan istriku, bukan?" dia menggoda, giginya menggigit lembut kulitku.
Aku merasakan panas aneh yang mulai membara di dalam diriku dan aku berusaha mengendalikannya.
"Dante, lepaskan aku!" aku mendesis.
Perlahan, kepalanya naik dari leherku dan menatapku.
Dia menggerakkan jarinya di sepanjang bibirku dan senyum iblis muncul di wajahnya.


Cinta. Kejahatan. Gairah. Tokoh wanita yang kuat.

Alina Fedorov, putri yang berani dan penuh semangat dari Don mafia Rusia, dipaksa menikah melawan kehendaknya oleh ayahnya. Dan pengantinnya tak lain adalah Dante Morelli yang ditakuti, capo dei capi dari mafia Italia-Amerika yang paling kuat dan berbahaya.

Dia memiliki markas yang tersebar di seluruh Eropa dan Amerika dengan banyak capo dan underboss yang siap melayani perintahnya. Mengelola dunia bawahnya tanpa hati, dia cepat menyingkirkan siapa pun yang melawan perintahnya dan bertahun-tahun pelatihannya membuatnya siap untuk kehidupan kejahatan yang berbahaya.

Namun, semua itu tidak akan berarti ketika dia bertemu dengan Alina Fedorov yang impulsif dan mandiri.

Bisakah cinta tumbuh di antara mereka terutama ketika Dante menginginkan balas dendam pada Alina atas dosa-dosa ayahnya? Ataukah Alina mampu meruntuhkan tembok dinginnya dan membuatnya bertekuk lutut untuknya?
Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati

Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati

366.9k Dilihat · Sedang Diperbarui · FancyZ
Menikah selama empat tahun, Emily tetap tidak memiliki anak. Diagnosis rumah sakit membuat hidupnya terjun ke neraka. Tidak bisa hamil? Tapi suaminya jarang di rumah selama empat tahun ini, jadi bagaimana dia bisa hamil?
Emily dan suaminya yang miliarder berada dalam pernikahan kontrak; dia berharap bisa memenangkan cintanya melalui usaha. Namun, ketika suaminya muncul dengan seorang wanita hamil, dia putus asa. Setelah diusir, Emily yang tunawisma diambil oleh seorang miliarder misterius. Siapa dia? Bagaimana dia mengenal Emily? Yang lebih penting, Emily hamil.
Cinta Manis dengan Suamiku Milyarder

Cinta Manis dengan Suamiku Milyarder

3.9k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dewi Sartika
Setelah bertahun-tahun menghilang, Sari tiba-tiba mengumumkan comebacknya, membuat para penggemarnya menangis haru.
Dalam sebuah wawancara, Sari mengaku masih single, menyebabkan sensasi besar.
"Nyonya Limbong bercerai" langsung melesat ke puncak trending search.
Semua orang tahu Ari Limbong adalah taktisi yang kejam.
Persis ketika semua orang mengira dia akan menyikat habis Sari, sebuah akun baru terdaftar memberi komentar di profil pribadi Sari: "Bersimpuh di lantai atau di hadapanku, pilih!"