Bab 206 Dia hanya bisa menjadi milikku

“Dinda, sekarang kamu gimana rasanya?”

Pak Wibowo duduk di kursi di samping ranjang, sorot matanya penuh cemas saat menatap putrinya.

Bu Sari, sambil menghapus air mata, tak kuasa menahan omelan.

“Dinda, kamu bilang nggak bahaya. Lihat sekarang. Hampir saja nyawa kamu melayang. Kalau sampai terja...

Masuk dan lanjutkan membaca