Bab 215: Jaring Mengencang

Suara Daisy bergetar di pintu masuk rumah sakit, tepat saat kilatan kamera bertubi-tubi menyapu wajahnya.

“Ms. Foster itu dokter yang sangat baik,” ucapnya lirih. Air mata meluncur di pipinya dengan porsi yang pas, seolah sudah diperhitungkan sejak awal. “Aku tidak akan membiarkan siapa pun memfitn...

Masuk dan lanjutkan membaca