
Dibeli oleh Pangeran Milyarder
· Sedang Diperbarui · 147.9k Kata
Pendahuluan
Dibeli oleh Pangeran Milyuner diciptakan oleh Theresa Oliver, seorang penulis eGlobal Creative Publishing.
Bab 1
"Hai, bu! Ada apa?" Setelah melihat siapa yang menelepon, Ari Douglas–mahasiswi tahun kedua–langsung mengangkatnya pada dering pertama. "Mau aku bawakan sesuatu untuk makan malam nanti?" Biasanya Ari tinggal di asrama di Universitas New York dan akan pulang kerumah untuk mengunjungi ibu dan adiknya pada akhir pekan. Tapi dia tidak pulang minggu lalu, jadi dia akan pulang malam ini untuk menebusnya.
"Tidak perlu khawatir tentang itu sekarang." Suara ibunya terdengar lembut, sama seperti ketika dia masih kecil dan ibunya tidak ingin membuat dia khawatir.
"Ada apa, bu?" Ari berhenti di trotoar kampus dan memiringkan kepalanya ke arah ponsel untuk mendengarkan dengan lebih jelas.
Ibunya menghela napas. "Ari, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tapi Henley pingsan di lintasan lari hari ini."
"Apa?" Suara Ari meninggi beberapa oktaf.
Lintasan lari merupakan olahraga kesukaan adiknya, saat dia tidak ada kelas untuk dihadiri, dia akan menghabiskan setiap waktu berlatih untuk lomba.
Ari memindahkan telepon ke telinganya yang lain dan menggelengkan kepala. "Aku sudah duga suatu hari dia pasti akan pingsan karena terlalu memaksakan diri! Apakah dia baik-baik saja?"
"Dia baik-baik saja." Ari dapat mendengar senyum dalam nada suara ibunya yang berusaha untuk tetap tegar. "Mereka memintanya untuk menginap dan menjalankan beberapa tes, tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
"Aku akan segera kesana." Ari kembali berjalan ke arah kamar asramanya. "Di kamar mana dia dirawat?"
Ari mendengarkan, dia berusaha mengingat informasi yang diberikan sambil mempercepat langkahnya dan menahan diri untuk tidak berlari. Ketika masuk ke kamar, dia segera mengucapkan selamat tinggal pada ibunya dan mematikan telepon. Dia kemudian mengambil tas duffel miliknya dan mulai memasukkan beberapa barang ke dalam tas, untuk berjaga-jaga, dia mengemasi barang-barang yang cukup untuk beberapa hari.
"Ada kebakaran?" Tanya Vickie. Vickie Thompson dan Ari berteman baik sejak menjadi teman sekamar di tahun pertama mereka. Sekarang mereka sudah di tahun kedua dan sangat menantikan sisa tahun mereka di kampus. Ari berpikir untuk melanjutkan kuliahnya ke jenjang Magister setelah menyelesaikan kuliahnya di jurusan Menulis Kreatif terlebih dahulu.
"Henley pingsan di lintasan lari hari ini." Ari dengan cepat mengambil beberapa barang dari lemari dan laci kemudian melemparkannya ke ranjang.
Mata cokelat Vickie terbelalak, sangat kontras dengan rambut dan kulitnya yang berwarna cokelat muda. "Apakah dia baik-baik saja?"
Ari mengedikkan bahunya tanpa memperlambat langkahnya. "Dia di rumah sakit." Dia kemudian menutup dan menyampirkan tasnya ke bahu. "Tolong beri tahu pada dosen aku tidak akan hadir pada kelas besok. Aku akan mengirimkan pesan padanya ketika sempat." Ari mengikat rambut cokelat panjangnya menjadi kuncir kuda, hal yang biasa dia lakukan ketika sedang terburu-buru.
Vickie memeluknya. "Hati-hati saat menyetir." Dia kemudian melepaskan pelukannya dan menatap Ari, "dan jangan mengebut."
Ari menyeringai. "Baik, bu." Beberapa menit kemudian, Ari sudah berada di dalam perjalanan menuju Queens dengan mobil VW kodok miliknya, berharap tidak ada hal serius yang terjadi.
Di rumah sakit, Ari melihat ibunya di dalam ruangan dan segera menghampiri untuk memeluknya. "Bagaimana keadaannya?"
Celeste melepaskan pelukannya dan menuntun Ari ke kursi terdekat di ruang tunggu. "Seperti yang ibu bilang, ini harusnya bukan apa-apa, tapi dokter ingin melakukan beberapa tes."
Ari tidak ingin membuat ibunya lebih khawatir lagi, tapi dia merasa dokter tidak mungkin menyuruh orang tinggal untuk melakukan tes tanpa alasan. "Di mana dia sekarang?"
Ibunya mengedikkan kepalanya ke arah pintu. "Mereka sedang melakukan tes, setelah selesai mereka akan menempatkannya di ruangan."
Ari mengangguk, kemudian menghembuskan napas dalam-dalam.
Ibunya meremas tangan Ari dengan lembut. "Jangan khawatir, kecuali memang ada hal yang perlu kita khawatirkan."
Ari tersenyum lemah, "Aku hanya berharap ada sesuatu yang bisa aku lakukan untuk membantu."
Mereka merasa telah menunggu berhari-hari ketika malam itu dokter membuka pintu. "Nyonya Douglas?"
"Di sini!" Ucap Celeste sambil mengangkat tangannya.
Dokter itu menyeberangi ruangan dengan alis yang menyatu khawatir dan bibir terkatup membentuk garis lurus. "Mari bicara sebentar."
Ibunya mengangguk, namun Ari merasa khawatir. Dokter tidak mungkin mengajak bicara secara pribadi tanpa alasan.
Dokter menunggu mereka masuk ke ruangan dan menutup pintu.
"Bagaimana keadaan Henley?" Tanya Celeste cemas, sebuah kerutan terbentuk diantara alisnya.
Dokter menghela napas. "Hasilnya belum pasti, kita akan tahu secara pasti setelah menjalankan beberapa tes lagi."
"Kira-kira apa hasilnya?" Tanya Ari tanpa dapat menahan ketegangannya. Dia benci saat dokter bicara berbelit-belit, akan lebih baik apabila mereka bicara langsung ke intinya.
"Leukemia," dokter berkata datar.
Celeste membelalak. "Apa Anda yakin?"
"Kami tidak akan tahu pasti sampai tes lain dijalankan," ulang dokter sambil menatap mereka dengan mata sedih. "Tapi, ya, saya khawatir begitu."
Air mata ibunya mengalir, dia tidak bisa berbicara sepatah kata pun.
Ari meremas tangan ibunya untuk memberikan dukungan. "Apa yang dapat kami lakukan?"
Dokter kemudian menghabiskan satu jam berikutnya untuk memberitahu mereka mengenai pengobatan kemoterapi dan Transplantasi Sel Punca setelah masa remisi. Banyaknya informasi membuat Ari pusing.
Setelah dokter meninggalkan ruangan, ibunya menatap Ari dan berkata dengan suara pelan, "Ari, ibu tidak punya asuransi." Setelah ayah Ari meninggalkan mereka enam tahun yang lalu, ibunya bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran lokal. Meskipun tipnya lumayan, namun tidak ada keuntungan lainnya. Tentu saja, tidak ada asuransi.
"Jangan khawatir, bu." Dia memeluk ibunya. "Semuanya akan baik-baik saja. Kita akan pikirkan suatu cara." Saat ia merasakan air mata ibunya di pundaknya, Ari diam-diam bertekad untuk melakukan apapun juga demi membantu adiknya.
"Bu, aku ingin ke kantin di bawah untuk minum kopi." Ari berdiri dan merenggangkan tubuhnya di tengah malam, kesulitan untuk tidur. "Ibu mau?"
Celeste menggeleng. "Tidak, Sayang, terima kasih."
Ari mengangkat alisnya. "Apakah ibu akan baik-baik saja sendirian?"
Ibunya mengangguk. "Ya, tentu saja. Ibu akan baik-baik saja." Dia kemudian memaksakan senyum. "Hei! Seharusnya ibu yang mengurus kamu, bukan sebaliknya."
Ari tersenyum. "Ibu, kita pasti bisa melalui ini bersama." Dia kemudian memeluk ibunya dengan singkat. "Lagipula, ibu tidak perlu melindungiku lagi. Aku bukan anak kecil lagi."
Celeste tertawa. "Sayang, kau memang sudah bukan anak kecil lagi dari dulu. Ibu rasa kau terlahir sebagai orang dewasa."
Ari tertawa kecil kemudian turun ke kantin, merenungkan ke mana dia harus mencari uang untuk pengobatan Henley. Kecuali mencuri di bank, tidak ada yang cara lain untuk mendapatkan uang banyak. Dikarenakan harus membayar biaya kuliah Henley dan dirinya, uang yang tersisa tidak banyak. Ari memutuskan untuk membatalkan sisa kelasnya dan berhenti kuliah sampai dia menemukan jalan keluar.
Ari kemudian dengan serius mempertimbangkan untuk merampok bank. Dia bisa berpura-pura membawa pistol dan masuk ke bank. Hanya di sanalah tersedia uang yang dia butuhkan...
Ide-ide bermunculan di kepala Ari dan sebuah rencana sudah mulai terbentuk saat dia memasuki kantin. Normalnya, dia tidak mungkin mempertimbangkan untuk merampok bank, namun situasi yang sulit membutuhkan tindakan yang drastis. Dia berjalan di area antrean kantin, namun dikarenakan di jam-jam sekarang semua harus dilakukan dengan sendiri, Ari membuatkan dirinya segelas kopi dan berjalan ke kasir.
Di depannya tersedia gelas dengan beberapa pensil di dalamnya. "Boleh aku pinjam satu?"
Kasir mengayunkan tangan ke arah pensil dan tersenyum. "Silakan."
Ari mengambil satu pensil dan selembar serbet lalu melihat sekeliling dan tidak menemukan orang satu pun disana. Ari menghela napas lega, dia sedang tidak ingin mengobrol saat ini. Setelah membayar, dia memilih meja di pojok ruangan. Dia membutuhkan waktu untuk berpikir dan membuat rencana.
Ari membuat daftar beberapa cara untuk dirinya bisa mendapatkan uang. Merampok bank. Cek. Mengambil pinjaman. Cek. Dia menatap serbet itu sebentar, membaliknya dan mulai menulis rencana untuk merampok bank, ketika sebuah suara menyadarkannya dari lamunan.
"Maaf mengganggu, apakah ada yang duduk disini?"
Ari mendongak dan menghela napas sambil menutupi tisu tadi dengan tangannya. Ternyata seorang perawat dari ruang gawat darurat. Ari menggeleng dan mengisyaratkan dengan tangannya. "Duduklah." Dia kemudian menghela napas. "Maaf, tapi kurasa aku tidak akan jadi teman mengobrol yang baik malam ini."
Perawat itu memakai tanda pengenal dengan tulisan MELISSA. Dia menyesap kopinya. "Aku harap kamu tidak keberatan, tapi aku mendengar apa yang dokter katakan tadi di ruang tunggu. Aku turut berduka."
Ari memiringkan kepalanya. "Terima kasih, tapi ini belum berakhir."
Melisa mengangkat alis dan menatapnya khawatir. "Yah, jangan lakukan sesuatu yang bodoh. Akan ada jalan keluarnya."
Ari kembali menyesap kopinya. "Begini. Aku menghargai perhatianmu, tapi tidak akan ada yang mau membantu mahasiswi miskin tanpa asuransi."
"Aku harap itu tidak benar." Melissa menatap matanya. "Ini bukan urusanku, tapi apakah kau ada ide bagaimana mendapatkan uang?"
Ari tersenyum sinis. "Selain merampok bank? Tidak ada."
"Jangan lakukan itu." Melissa tersenyum dan mencondongkan badannya sambil berkata penuh konspirasi. "Aku punya ide."
Bab Terakhir
#147 Bab 147
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#146 Bab 146
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#145 Bab 145
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#144 Bab 144
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#143 Bab 143
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#142 Bab 142
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#141 Bab 141
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#140 Bab 140
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#139 Bab 139
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#138 Bab 138
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Mantan Istri yang Tak Terlupakan
Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.
Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.
Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."
Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
Ketika Aku Mencintaimu
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.
Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?
Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.
Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?
Foxy Wife
Cinta bukanlah perioritas hidup Deby. Satu hal yang ditekankan, ia bukan perempuan nakal, orang terjepit hidup ataupun menjual diri.
Hanya melihat 'peruntungan' hubungan bersama seorang presdir Alzero Corp. Terikat penuh ke balas dendam.
Hidup sederhana cukup, Deby tak mengharapkan hal lain.
Menjadi istri diatas kertas adalah sebab ia mau. Sementara licik, licin dan perempuan ular bukanlah pilihan terakhir.
Deby sendiri yang memposisikan diri sendiri. So..., hit with that do. Done.
Zenit Alzero pun bukan orang yang terjebak, ia yang menawarkan. Tak ada dusta antara mereka.
Deby seorang anak dari mafia yang punya dendam ke keluarga Arnais, sepupu Zenit Alzero. Deby menikah ke Zen adalah untuk akses balas dendamnya.
Bagaimana jadinya Devil bertemu evil?
Akankah hubungan mereka berjalan baik?
Semua adalah kisah cinta dan balas dendam. bisakah cinta sejati mempersatukan mereka?
Kesempatan Kedua Sang Miliarder
Jasmine Dupree, sahabat dan karyawan Dimitri, selalu mencintai Dimitri tanpa sepengetahuannya. Sahabat mereka, Grayson Paul dan Dimitri, tidak tahu bahwa kembalinya sahabat mereka akan mengakhiri pernikahannya. McKenzie dituduh mengkhianati Dimitri dan diusir, hanya untuk muncul kembali lima tahun kemudian sebagai dokter yang menyelamatkan nyawa sahabatnya, Grayson.
McKenzie mencoba menjauh, berjanji untuk menjauh dari Dimitri. Lima tahun berlalu dan dia masih membencinya karena mengkhianatinya, namun detail baru terungkap yang membuat Dimitri meragukan tuduhannya lima tahun lalu. Jasmine melihat kesempatan untuk mengacaukan McKenzie dan melakukannya, yang tidak diketahui Jasmine adalah bahwa Dimitri masih mencintai McKenzie dan dia masih istrinya. Dia tidak pernah menceraikannya meskipun McKenzie telah menandatangani surat cerai.
Ketika Dimitri mengetahui bahwa dia salah, dia merasa jijik dengan cara dia memperlakukannya dan mulai mencari jalan untuk kembali padanya. McKenzie Peirce di sisi lain tidak tahu bahwa dia akan diberi kesempatan kedua untuk cinta, dengan pria yang selalu dia cintai. Dengan sahabat dan keluarganya di sisinya, dia berniat untuk memenangkan kembali hati McKenzie, namun saat mereka mencoba membuat pernikahan kesempatan kedua mereka berhasil, masalah mulai muncul. Jasmine menolak untuk menyerah pada Dimitri.
Putri Raja Judi: Kebangkitan Sang Putri
Ayah Sahabat Terbaikku
Tiga tahun lalu, setelah kehilangan istrinya secara tragis, Pak Crane, seorang pria yang sangat tampan, kini menjadi seorang miliarder pekerja keras, simbol kesuksesan dan rasa sakit yang tak terucapkan. Dunianya bersinggungan dengan Elona melalui sahabatnya, jalan yang mereka tinggali, dan persahabatannya dengan ayah Elona.
Suatu hari yang menentukan, sebuah kesalahan kecil mengubah segalanya. Elona secara tidak sengaja mengirimkan serangkaian foto yang agak terbuka kepada Pak Crane, yang seharusnya dikirimkan kepada sahabatnya. Saat dia duduk di meja rapat, Pak Crane menerima gambar-gambar tak terduga tersebut. Pandangannya tertahan di layar, dia harus membuat pilihan.
Apakah dia akan menghadapi pesan yang tidak disengaja itu, mempertaruhkan persahabatan yang rapuh dan mungkin membangkitkan emosi yang tak terduga?
Ataukah dia akan bergulat dengan keinginannya sendiri dalam diam, mencari cara untuk menavigasi wilayah yang belum terpetakan ini tanpa mengganggu kehidupan di sekitarnya?
Perangkap Ace
Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.
Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.
Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.
Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...
Perangkap Ace.
Pengantin Mafia-Nya
"Lepasin aku!" aku menggeram.
"Kalau aku mau sekarang juga," dia mendekat, bibirnya menyentuh lembut daun telingaku.
"Aku bisa memaksamu dan melihatmu berteriak dengan nada indahmu di bawahku," bisiknya dengan suara serak.
Aku terkejut dan mencoba melepaskan tangannya dari pinggangku.
"Kamu kan istriku, bukan?" dia menggoda, giginya menggigit lembut kulitku.
Aku merasakan panas aneh yang mulai membara di dalam diriku dan aku berusaha mengendalikannya.
"Dante, lepaskan aku!" aku mendesis.
Perlahan, kepalanya naik dari leherku dan menatapku.
Dia menggerakkan jarinya di sepanjang bibirku dan senyum iblis muncul di wajahnya.
Cinta. Kejahatan. Gairah. Tokoh wanita yang kuat.
Alina Fedorov, putri yang berani dan penuh semangat dari Don mafia Rusia, dipaksa menikah melawan kehendaknya oleh ayahnya. Dan pengantinnya tak lain adalah Dante Morelli yang ditakuti, capo dei capi dari mafia Italia-Amerika yang paling kuat dan berbahaya.
Dia memiliki markas yang tersebar di seluruh Eropa dan Amerika dengan banyak capo dan underboss yang siap melayani perintahnya. Mengelola dunia bawahnya tanpa hati, dia cepat menyingkirkan siapa pun yang melawan perintahnya dan bertahun-tahun pelatihannya membuatnya siap untuk kehidupan kejahatan yang berbahaya.
Namun, semua itu tidak akan berarti ketika dia bertemu dengan Alina Fedorov yang impulsif dan mandiri.
Bisakah cinta tumbuh di antara mereka terutama ketika Dante menginginkan balas dendam pada Alina atas dosa-dosa ayahnya? Ataukah Alina mampu meruntuhkan tembok dinginnya dan membuatnya bertekuk lutut untuknya?
Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan
Pada kehidupan sebelumnya, Ayu Hartatiberjuang mati-matian untuk mempertahankan apa yang disebut 'ikatan keluarga'. Ia bersaing sengit dengan putri kandung yang bangkit kembali, berusaha mencengkeram segalanya justru berakhir dengan kehilangan segalanya, dan mati penuh dendam.
Setelah terlahir kembali, ia memutuskan untuk melepaskan.
Siapa peduli! Ia tidak akan melayani lagi!
Dengan gesit ia membereskan koper dan mengosongkan tempatnya, pergi mencari orang tua kandungnya.
Dengan persiapan hati untuk menerima takdirnya, tapi ternyata! Ini tidak seperti yang ia bayangkan!
Bukannya katanya keluarganya miskin melarat dan tak punya apa-apa?
Lalu, dinding bata emas yang berkilauan di sekeliling ini apa ini!?
Bukannya katanya ayahnya seorang penjudi yang menghabiskan semua harta keluarga dan lelaki tak berguna?
Pria yang memiliki setengah dari bisnis properti dengan beberapa blok jalan ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya ibunya seorang perempuan pemarah dengan reputasi buruk di lingkungannya?
Seniman opera legendaris yang tiketnya sangat sulit didapat ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya kakak laki-lakinya seorang lajang miskin yang mengayuh becak?
Bos tambang minyak yang kaya raya karena menggali sumur minyak ini, benarkah itu dia?!
Putri kandung yang telah dicari keluarga Hartati selama delapan belas tahun akhirnya kembali.
Titan bisnis, Jason Hartati, menyatakan: "Aku memang ditakdirkan memuja anak perempuan! Hatiku gelisah jika sehari saja tidak melihat putriku!"
Seniman legendaris, Shinta Widodo, berseru: "Kekasih hatiku! Buah jiwaku! Beli saja apa pun yang Ayu inginkan!"
Raja minyak, Keven Hartati, menggeram: "Adik perempuanku bukanlah sembarang orang yang bisa kalian incar! Siapapun yang berani menginginkan adikku, minggirlah!"
Flavour Its Yours
"Kak Sean, walau kau tidak mencintaiku. Tapi, aku akan tetap berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu."
-Anna-
"Kalau kau tau aku tidak mencintaimu, kenapa memilih untuk tetap menerima perjodohan ini?"
-Sean-
Cinta Terburu-buru Sang CEO
Ayah Presiden, ayo segera
Dengan tubuh yang patah, tetapi dalam sedih mereka tidak berdaya ketika kecelakaan mobil ...
Empat tahun kemudian, dia memiliki putra yang cantik dan suami nominal.
Karena anaknya mengalami masalah, dia tidak sengaja bertemu dengan pria pengganggu bernama Li Shengtian, dan sejak saat itu, dia terjerat dengan itu.
Pria itu tidak hanya menciumnya pada kesempatan pertama, tetapi dia bahkan mengambil hati putranya se seakan-sesering itu.
Hidupnya benar-benar dalam kesulitan karena penampilannya.
Ketika orang-orang munafik suaminya mendirikan runtuh, kekejaman saudara perempuan terekspos, orang tua dan penggemar kehidupan sedikit tidak terwujud, ingatannya, juga mulai berangsur pulih.
Bekas luka dilucuti lapisan demi lapisan, dia menemukan bahwa dia telah terbiasa dengan keberadaan pria itu, bahkan jika semua orang meninggalkannya, hanya dia, masih ada untuk tidak meninggalkan ...
Sudah waktunya untuk menemukan suami untuk diri sendiri dan menemukan ayah kandungnya untuk anak anda!












