Bab 233 233. Isla - Kematian

Aku selesai membuat sarapan tepat saat Andrey melangkah masuk ke dapur.

“Harum sekali di sini,” gumamnya dengan rasa puas.

Senyum lembut menyebar di bibirku. “Mungkin karena pastel ceri yang aku buat,” kataku.

Melihat beberapa hidangan yang aku buat untuk sarapan, dia bertanya, “Apakah kita merayak...

Masuk dan lanjutkan membaca