
Dicintai
Amy T · Sedang Diperbarui · 340.3k Kata
Pendahuluan
Kecelakaan beberapa tahun lalu meninggalkan bekas luka di wajahku. Setiap kali laki-laki menatapku, tatapan itu penuh jijik, seolah aku noda yang mengganggu pemandangan. Ayah ingin menyingkirkanku—biar dia nggak perlu melihat wajahku yang rusak ini—jadi dia menjualku ke Bravta, memaksaku menikah dengan seorang pria yang bahkan belum pernah kulihat.
Pria yang seharusnya jadi suamiku ternyata nggak bisa datang ke pernikahan.
Sebagai gantinya, tiga orang yang dulu pernah menggenggam hatiku muncul di rumah Ayah, mengaku datang untuk mengantarku ke tempat calon suamiku menunggu.
Dominick, Ivan, dan Uri—orang-orang yang dulu kukira ksatria penolongku—ternyata justru musuh terburukku. Mereka mau mematahkan aku, menghancurkan sisa-sisa diriku yang masih bertahan. Yang mereka nggak sadar, sejak hari terkutuk itu aku sudah hidup dalam mimpi buruk, pecah jadi serpihan yang terseret angin entah ke mana.
Setelah berjam-jam terbang, kami mendarat di Siberia. Di sanalah akhirnya aku bertemu pria yang membeliku, yang katanya akan jadi suamiku—Dimitri.
Sorot matanya dingin. Cara dia menatapku seperti menatap beban. Sepertinya dia membenciku sama dalamnya seperti Dominick, Ivan, dan Uri.
Nggak butuh waktu lama sampai aku paham: Dimitri nggak ingin menikah. Dia ingin menyiapkanku untuk hidup seumur hidup di Blood Lodge, tempat aku akan melayani para Lord Rusia.
Bab 1
Ayah membanting tinjunya ke meja, matanya menyala penuh amarah.
Aku hanya berani melirik sekilas sebelum buru-buru menunduk lagi ke piring. Aku tak pernah berani menatapnya langsung, karena wajahku yang penuh bekas luka membuatnya jijik. Bukan cuma wajahku—semua tentang diriku membuatnya muak. Seumur hidupku memang selalu begini.
Anggur tumpah ke taplak meja putih, menyebar jadi noda merah.
Dalam hati aku meringis. Aku tahu, setelah ini pasti ada harga yang harus kubayar. Padahal aku sudah berusaha mati-matian melakukan semua yang diperintahkan, tapi entah bagaimana aku selalu berhasil memancing sisi terburuk dalam dirinya.
“Barusan kamu bilang ‘tidak’ ke Ayah?” tanyanya dengan nada yang terdengar nyaris tenang, tapi aku terlalu paham amarah yang bersembunyi di baliknya.
Tanpa memberiku kesempatan menjawab, dia meraih lengan atasku. Jemarinya mencengkeram kuat sampai terasa menyakitkan.
“Kamu mau seminggu lagi dikurung di ruang bawah tanah?” geramnya.
Ketakutan murni langsung menyapu tubuhku. Aku benci ruang bawah tanah itu—bukan cuma dingin, tapi juga penuh serangga.
Tubuhku gemetar membayangkan mereka merayap di kulitku.
Jangan bereaksi.
Aku seharusnya diam. Seharusnya aku mengiyakan saja. Kalau begitu, dia tak akan semarah ini, dan makan malam kami mungkin bisa berjalan tenang.
Cengkeramannya makin dalam. Menyakitiku. Meninggalkan memar. Sakit sekali, tapi aku tak berani bersuara.
Aku meletakkan kedua tangan yang gemetar di pangkuan sebelum mencoba bicara. Atau setidaknya berusaha. Aku terlalu syok sampai lidahku kelu dan kata-kataku tersendat.
“A... aku...”
Aku menarik napas panjang, berusaha fokus pada setiap kata.
“A-a-aku, a-a-aku,” ejek Ayah. “Isla tidak pernah gagap sepertimu. Cara bicaranya sempurna. Semua tentang dia sempurna.”
Isla.
Adik perempuanku.
Yang sempurna. Yang dicintai. Yang seharusnya masih hidup.
Dia terus bicara. “Dia juga tidak akan pernah bilang ‘tidak’ padaku.”
Memang tidak. Isla anak yang patuh, sedangkan aku selalu jadi yang merepotkan.
“Seharusnya kamu yang tenggelam hari itu, bukan dia,” desisnya, lalu melepaskan lenganku dan mengusap tangannya dengan serbet, seolah dia baru menyentuh sesuatu yang menjijikkan. “Keputusannya sudah dibuat. Dua hari lagi kamu menikah.”
Kalau Ayah sudah bicara, berarti tak ada ruang untuk membantah.
Aku tak memprotes lagi. Kecuali kalau aku memang ingin membuatnya benar-benar murka.
Air mata mulai membakar pelupuk mataku, tapi kutahan mati-matian. Menangis hanya akan memperburuk semuanya.
Aku akan menikah.
Tapi aku tidak mau.
Masalahnya, aku tidak punya hak untuk menentukan.
Detak nadiku melesat cepat, pandanganku mulai dipenuhi bintik-bintik gelap di tepi.
Bernapas.
Tarik. Buang. Tarik. Buang.
Pelan-pelan, detak jantungku kembali normal.
Ya, begitu.
Di seberang meja, ibu tiriku, Narcissa, mengernyit. “Dua hari tidak cukup buat beli semua yang dia butuhkan,” protesnya.
Ayah mendengus. “Dia kerja. Pakai saja uangnya sendiri untuk beli apa yang dia perlukan.”
Aku bekerja paruh waktu di penampungan hewan. Gajinya memang tidak besar, tapi aku menyukai pekerjaanku. Lagi pula, hewan-hewan tidak pernah menghakimiku karena penampilanku.
Kakak tiriku, Rayan, ikut menyela. “Dia akan menikah dengan keluarga Bratva. Suami barunya yang kaya pasti bisa membelikan semua yang dia butuhkan. Iya, kan, little sister?”
Pertanyaannya benar-benar membuatku lengah. Aku spontan mengangkat kepala dari piring di depanku.
Hanya dia satu-satunya yang tidak selalu memaksaku menunduk, seolah bekas luka di wajahku menjijikkan. Yah, tidak selalu. Ada saat-saat ketika dia sama sekali tidak tahan melihatnya. Pada saat seperti itu, dia akan menyuruhku memalingkan wajah.
Aku bisa merasakan tatapan murka Ayah tertuju padaku. Dia benci kalau ada orang melihat bekas lukaku. Katanya, dia jadi bahan ejekan karena punya anak perempuan cacat, anak dengan wajah seperti monster. Itu sebabnya dia jarang sekali mengizinkanku keluar rumah.
Tetap tundukkan kepala.
Aku tidak mengatakan apa-apa dan kembali menatap makanan di piring. Mengetahui bahwa aku akan menikah dengan pria yang bahkan belum pernah kutemui membuat seleraku hilang begitu saja.
Ayah menjualku pada Bratva. Aku sendiri tidak tahu kenapa rasanya begitu menyakitkan. Mungkin karena, jauh di lubuk hati, aku masih berharap dia akan membiarkanku tetap tinggal di sini. Seburuk apa pun semua yang kualami di rumah ini, tetap saja ini rumahku.
“Aku tidak butuh gaun pengantin,” gumamku pelan. Yang kubutuhkan justru gaun hitam, karena menikah dengan pria Bratva tidak pernah berarti sesuatu yang baik. Itu cuma awal dari tragedi yang tinggal menunggu waktu. “Boleh aku pergi?”
“Minggir dari hadapanku sebelum kupukul kau gara-gara membuat anggurku tumpah ke meja,” geram Ayah. “Satu-satunya alasan aku belum melakukannya adalah karena aku tidak mau meninggalkan memar di tubuhmu menjelang pernikahan.”
Aku segera bangkit dari kursi dan buru-buru kembali ke kamar. Begitu pintu terkunci, aku langsung naik ke tempat tidur, menarik selimut sampai menutupi kepala, lalu memeluk boneka beruangku—boneka yang sudah menemaniku sejak kecil. Hanya itu satu-satunya benda yang bisa membuatku merasa aman.
Di dalamnya, tersembunyi rapat dari siapa pun, ada perekam suara kecil. Isinya cuma tiga kata, tapi tiga kata itu berarti segalanya bagiku karena itu suara Ibu. Ibu meninggal karena penyakit langka saat aku masih kecil. Aku bahkan nyaris tidak mengingatnya, tapi meski begitu, aku sangat mencintainya dan merindukannya setiap detik dalam hidupku.
Setelah Ibu meninggal, Ayah hidup sendiri selama bertahun-tahun. Lalu dia bertemu Narcissa.
Aku berusia lima belas tahun saat Ayah membawa Narcissa dan putranya ke rumah ini. Waktu itu anaknya berumur tujuh belas tahun. Narcissa tidak pernah benar-benar jahat padaku, tapi juga tidak pernah baik. Sebagian besar waktu, dia bersikap seolah aku tidak ada. Aku lebih suka begitu.
Dua hari lagi, aku akan menikah dengan seorang pria dari Bratva.
Bratva.
Tubuhku mendadak menegang dan aku langsung terduduk.
Itu berarti aku akan pergi ke Rusia.
Napas kucepat. Aku tidak mau ke sana. Ke mana saja boleh, asal jangan ke sana. Karena di sanalah Isla meninggal... dan... tempat mereka tinggal.
Aku ingin tetap di sini, di rumah ini, menjalani hidup seperti selama ini.
Ini hukuman. Ayah mengirimku ke sana supaya aku tidak pernah melupakan apa yang telah kulakukan.
Dadaku terasa sesak. Udara yang masuk ke paru-paruku tidak cukup.
Seberapa besar kemungkinan calon suamiku sebenarnya tinggal di Amerika? Apa dia seorang Lord setidaknya? Aku bahkan tidak tahu namanya, apalagi usianya. Aku jadi bertanya-tanya apakah bekas lukaku akan membuatnya jijik. Apa dia akan bersikap baik padaku?
Terlalu banyak pikiran berputar-putar di kepalaku.
Napasmu mulai tak beraturan.
Bernapas.
Tapi aku tidak bisa. Aku berusaha, sungguh, tapi paru-paruku seperti menolak bekerja sama.
Tiga hal yang bisa kau lihat.
Aku memaksa diri fokus pada benda-benda di kamar sambil mencoba menarik udara.
Meja belajar.
Jendela.
Tempat tidur.
Dua hal yang bisa kau sentuh.
Boneka beruangku.
Selimut.
Satu hal yang bisa kau dengar.
Suara angin yang menggesek daun-daun di luar.
Serangan panik itu perlahan mereda. Napasku mulai kembali normal.
Kau hebat.
Aku memeluk Arthur—itu nama yang kuberikan pada boneka beruangku—erat ke dada sebelum berbaring kembali. Selimut kutarik menutupi kepala, lalu kutekan perekam suara yang tersembunyi di dalam Arthur.
“Aku mencintaimu,” bisik suara Ibu.
Air mataku memenuhi pelupuk, dan kali ini, kubiarkan semuanya jatuh.
Bab Terakhir
#343 Bab 343 343. Olena - Kejutan 3
Terakhir Diperbarui: 9/8/2026#342 Bab 342 342. Olena - Kejutan 2
Terakhir Diperbarui: 9/3/2026#341 Bab 341 341. Olena - Kejutan 1
Terakhir Diperbarui: 9/3/2026#340 Bab 340 340. Artemiy - Thanksgiving 5
Terakhir Diperbarui: 9/2/2026#339 Bab 339 339. Artemiy - Thanksgiving 4
Terakhir Diperbarui: 9/2/2026#338 Bab 338 338. Olena - Thanksgiving 3
Terakhir Diperbarui: 9/3/2026#337 Bab 337 337. Olena - Thanksgiving 2
Terakhir Diperbarui: 8/31/2026#336 Bab 336 336. Olena - Thanksgiving 1
Terakhir Diperbarui: 8/31/2026#335 Bab 335 335. Olena - Ikatan 4
Terakhir Diperbarui: 8/29/2026#334 Bab 334 335. Olena - Ikatan 3
Terakhir Diperbarui: 8/29/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Obsesi Dia.
Selama tiga tahun, pemimpin Mafia Conner O’Neill merasa ada yang mengawasinya. Sentuhan hantu di malam hari. Aroma parfum yang tertinggal di bantalnya. Kue hangat di ovennya. Kepala musuh yang dikirim ke depan pintunya, dibungkus dengan sutra berlumuran darah. Bukan rasa takut yang menggelitik perutnya—melainkan rasa penasaran. Seseorang mengawasinya. Seseorang yang mengenalnya. Seseorang yang membunuh untuknya.
Namanya Sage—dan dia telah menjadi bayangannya sejak malam ketika Conner tanpa sadar mencuri hatinya dengan peluru yang menembus otak pria lain. Baginya, itu adalah cinta pada pandangan pertama. Kekerasan. Indah. Tak terhindarkan. Dibesarkan dalam kegelapan, dimiliki oleh monster, Sage tidak pernah ditakdirkan untuk mencintai. Tapi Conner mengubah itu. Dan dia telah menjadi miliknya sejak saat itu, menunggu hari di mana dia bisa keluar dari bayang-bayang dan masuk ke dalam pelukannya.
Namun, pria yang memilikinya tidak akan melepaskan mainannya. Dan pria yang dicintainya tidak tahu bahwa dia ada—belum.
Dia sudah selesai menonton. Saatnya dia mengetahui kebenaran.
Dia miliknya. Dan dia akan membunuh siapa pun yang mencoba mengambilnya.
Sang Profesor
Suaranya penuh dengan beban dan urgensi
dan aku segera menurut sebelum dia mengarahkan pinggulku.
Tubuh kami bertemu dengan irama yang keras dan marah.
Aku semakin basah dan panas saat mendengarkan suara kami bercinta.
"Sial, vaginamu gila."
Setelah satu malam panas dengan seorang pria asing yang dia temui di klub, Dalia Campbell tidak mengira akan bertemu Noah Anderson lagi. Kemudian Senin pagi tiba, dan orang yang masuk ke ruang kuliah sebagai dosen adalah pria asing dari klub itu. Ketegangan meningkat dan Dalia berusaha sekuat tenaga untuk menjauhinya karena dia tidak ingin terganggu oleh siapa pun atau apa pun - ada juga fakta bahwa dia benar-benar terlarang - tetapi ketika dia menjadi asisten dosennya, batasan hubungan dosen/mahasiswa mereka menjadi kabur.
Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia
Ketika aku kembali ke Bali dan melanjutkan karierku sebagai dokter, aku dipaksa untuk menghadiri pernikahan ibu angkatku — dan di sanalah dia berada. Kakak tiriku ternyata adalah partner satu malamku!
Jantungku hampir berhenti berdetak.
Keluarga ayah tiriku adalah dinasti yang sangat kaya dan berkuasa di Bali, terlibat dalam jaringan bisnis yang kompleks dan diselubungi misteri, termasuk nuansa gelap serta kekerasan.
Aku ingin menjauh dari siapa pun dari keluarga mafia tradisional Indonesia ini.
Tapi kakak tiriku tidak mau melepaskanku!
Dan sekarang, dia kembali ke Bali, mengelola bisnis keluarganya dengan efisiensi yang kejam. Dia adalah perpaduan berbahaya dari kalkulasi dingin dan daya tarik yang tak terbantahkan, menarikku ke dalam jalinan takdir yang tidak bisa kuhindari.
Secara naluri aku ingin menjauhi bahaya, menjauh darinya, tetapi takdir terus mendorongku kepadanya lagi dan lagi, dan aku kecanduan padanya di luar kendaliku. Seperti apa masa depan kami?
Bacalah bukunya.
Kecanduan Teman Ayahku
BUKU INI MENGANDUNG BANYAK ADEGAN EROTIS, PERMAINAN NAFAS, PERMAINAN TALI, SOMNOPHILIA, DAN PERMAINAN PRIMAL.
BUKU INI DIBERIKAN RATING 18+ DAN PENUH DENGAN KONTEN DEWASA.
BUKU INI ADALAH KOLEKSI BUKU-BUKU YANG SANGAT PANAS YANG AKAN MEMBUAT CELANA DALAMMU BASAH DAN MENCARI VIBRATORMU.
SELAMAT BERSENANG-SENANG, DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTARMU.
**XoXo**
"Kamu akan menghisap kontolku seperti gadis baik yang kamu adalah, oke?"
Setelah bertahun-tahun dibully dan harus menghadapi hidupnya sebagai tomboy, ayah Jamie mengirimnya ke sebuah peternakan untuk bekerja pada seorang pria tua, tetapi pria tua ini ternyata adalah fantasi terliarnya.
Seorang pria yang menidurinya dan mengeluarkan sisi femininnya. Jamie jatuh cinta pada Hank, tetapi ketika wanita lain muncul, apakah Jamie memiliki dorongan untuk memperjuangkan pria yang memberi hidupnya sedikit bumbu dan makna untuk terus hidup?
Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO
Dipilih oleh Si Kembar Vampir
Sentuhan Lucien terasa dingin, namun aku terbakar panas dengan hasrat, penuh nafsu dan kebutuhan.
Bibirnya begitu lembut dan dia menciumku dengan kebutuhan yang sama yang membuat celana dalamku basah.
Tiba-tiba pintu terbuka dan saudara kembarnya masuk, mata merahnya melihat adegan itu saat aku terkejut dan merasa nikmat karena Lucien memasukkan jarinya ke dalam vaginaku yang basah.
Violet sudah terbiasa dengan perlakuan buruk dan perselingkuhan pasangannya. Tidak seperti dia bisa pergi kemana-mana, dia adalah Beta dan semua usaha pelariannya selalu berakhir dengan kekerasan.
Tetapi kemudian dia melampaui batas dengan menjualnya kepada Vampir Kembar yang terkenal.
Reed dan Liam Knight, Pangeran vampir abadi yang terkutuk yang telah bersumpah untuk tidak pernah menerima pasangan jiwa, memenangkan permainan judi melawan pasangan Violet dan untuk menghukumnya, mereka menuntut satu hal yang seharusnya sangat berharga bagi seorang werewolf, pasangannya.
Namun alih-alih melawan, dia dengan sukarela menyerahkannya kepada mereka.
Ketika mereka melihatnya, mereka berdua jatuh cinta pada pandangan pertama.
Mereka menyimpulkan bahwa itu pasti sihir mengingat ada aura misterius di sekitarnya. Mereka bahkan curiga bahwa pasangannya telah mengirimnya dengan misi untuk menghancurkan mereka.
Jadi mereka menjadikannya pelayan mereka tetapi takdir memiliki rencana berbeda dan Pangeran Kembar akan diuji kehendaknya secara mendalam.
Baca lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana kisah harem terbalik ini berakhir.
Putri Sang Kesatria
Saat ia berusaha mempertahankan hubungan mereka, pria itu membalasnya dengan tuduhan pedas — menyebutnya sebagai pencari untung yang tak peduli pada tanggung jawab dan kehormatan yang lebih besar.
Kini, tekadnya bulat. Dengan pedang terhunus dan hati yang teguh, ia menaiki kudanya dan pergi meninggalkan segalanya.
Sebagai putri seorang legenda, ia akan membuktikan pada dunia: seorang perempuan pun mampu memikul tanggung jawab keluarganya, dan menjadi seorang kesatria sejati — sekaligus pemimpin yang tangguh.
PUTRI SANG KESATRIA
Bermain Dengan Api
“Kita akan ngobrol sebentar lagi, oke?” Aku tidak bisa bicara, hanya bisa menatapnya dengan mata terbelalak sementara jantungku berdegup kencang. Aku hanya bisa berharap bukan aku yang dia incar.
Althaia bertemu dengan bos mafia berbahaya, Damiano, yang tertarik pada mata hijaunya yang besar dan polos, dan tidak bisa mengeluarkannya dari pikirannya. Althaia telah disembunyikan dari iblis berbahaya itu. Namun takdir membawanya kembali padanya. Kali ini, dia tidak akan pernah membiarkannya pergi lagi.
Bapak Forbes
Ya ampun! Kata-katanya membuatku terangsang sekaligus kesal. Dia masih sama seperti dulu, brengsek yang arogan dan bossy, selalu ingin segalanya sesuai keinginannya.
"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanyaku, merasakan kakiku mulai lemas.
"Maaf kalau aku membuatmu berpikir kamu punya pilihan," katanya sebelum menarik rambutku dan mendorong tubuhku, memaksaku menunduk dan meletakkan tanganku di atas meja kerjanya.
Astaga. Itu membuatku tersenyum, dan membuatku semakin basah. Bryce Forbes jauh lebih kasar daripada yang kubayangkan.
Anneliese Starling bisa menggunakan setiap sinonim untuk kata kekejaman dalam kamus untuk menggambarkan bos brengseknya, dan itu masih belum cukup. Bryce Forbes adalah lambang kekejaman, tapi sayangnya juga lambang hasrat yang tak tertahankan.
Sementara ketegangan antara Anne dan Bryce mencapai tingkat yang tak terkendali, Anneliese harus berjuang untuk menahan godaan dan harus membuat pilihan sulit, antara mengikuti ambisi profesionalnya atau menyerah pada hasrat terdalamnya, karena batas antara kantor dan kamar hampir sepenuhnya hilang.
Bryce tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkannya dari pikirannya. Untuk waktu yang lama, Anneliese Starling hanyalah gadis yang bekerja dengan ayahnya, dan kesayangan keluarganya. Tapi sayangnya bagi Bryce, dia telah menjadi wanita yang tak tergantikan dan provokatif yang bisa membuatnya gila. Bryce tidak tahu berapa lama lagi dia bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya.
Terlibat dalam permainan berbahaya, di mana bisnis dan kenikmatan terlarang saling terkait, Anne dan Bryce menghadapi garis tipis antara profesional dan pribadi, di mana setiap tatapan yang dipertukarkan, setiap provokasi, adalah undangan untuk menjelajahi wilayah berbahaya dan tak dikenal.
Pelacur Kakakku
"Tolong, Jake. Sekarang. Buat aku klimaks." Aku memohon.
Payton selalu menjadi gadis baik sepanjang hidupnya. Dia hanya ingin keluar dari rumah ibu dan ayah tirinya dan menjalani hidupnya sendiri. Yang tidak dia duga adalah saudara tiri yang sudah lama hilang tiba-tiba muncul dalam hidup mereka dan menjadi teman sekamarnya. Memang benar dia adalah mantan Marinir dengan perut berotot, tapi dia juga seorang mekanik motor yang suka bicara kotor padanya. Kata-katanya membuat Payton bergetar dalam antisipasi, dan tangannya membuat tubuhnya berkedut dan kejang.
Perangkap Ace
Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.
Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.
Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.
Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...
Perangkap Ace.
Sekejap Keindahan
Baru saja sampai di luar pintu, terdengar suara ibu mertua, Bu Meiling, yang terdengar begitu menggoda.
Kemudian terdengar suara erangan dan bisikan aneh...












