Bab 243 244. Uri - Balas dendam 1

Isla menaruh ponselnya di antara piring kami, lalu meraih tanganku, menyelipkan jemarinya di sela jemariku. Dengan suara lembut tapi mantap, ia berkata, “Stefan tahu Era ada di mana.”

Mulutku mendadak kering. Dengung tajam memenuhi telingaku.

Sesaat, otakku seperti menolak memproses kalimat Isla.

...

Masuk dan lanjutkan membaca