Dikejar CEO Dingin, Sang Mantan Istri Jadi Idama

Dikejar CEO Dingin, Sang Mantan Istri Jadi Idama

Linda Handayani · Sedang Diperbarui · 112.0k Kata

763
Populer
765
Dilihat
0
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Suamiku jatuh cinta pada wanita lain dan minta cerai. Aku setuju.
Bercerai itu mudah, tetapi rujuk lagi tidak akan semudah itu.

Setelah bercerai, mantan suamiku baru tahu bahwa aku ternyata putri keluarga konglomerat. Ia pun jatuh cinta lagi padaku, bahkan sampai berlutut memohon untuk menikahinya kembali.

Untuk itu, aku hanya punya satu kata: "Pergi sana!"

Bab 1

PEMBERITAHUAN DARURAT! PEMBERITAHUAN DARURAT! SEORANG PRAJURIT PASUKAN PENJAGA PERDAMAIAN TERLUKA DI GARIS DEPAN. SITUASI KRITIS! MOHON BANTUAN!

Tanpa ragu, Putri Maharani segera mengenakan seragam tempurnya, menyambar tas medisnya, dan bergerak maju bersama timnya menuju titik koordinat yang telah ditentukan.

Medan perang diselimuti asap tebal. Mereka bergerak dengan sangat hati-hati, menghindari rentetan tembakan musuh. Saat mendekati posisi Rizky Wijaya, desingan peluru dan ledakan mortir masih terus bersahutan. Situasi sangat berbahaya.

Rizky Wijaya sudah di depan mata, tetapi api pertempuran yang tak kunjung reda membuat mereka mustahil untuk mendekat. Dengan tekad bulat, Putri Maharani mengambil keputusan nekat. Dia seorang diri merangkak maju dengan tas medis di punggungnya.

Akhirnya, Putri berhasil sampai di sisi Rizky Wijaya. Kakinya terluka parah, darah segar terus merembes keluar. Putri menarik napas dalam-dalam, menenangkan dirinya, lalu dengan sigap membersihkan luka, menghentikan pendarahan, dan membalutnya dengan cepat.

"Rizky Wijaya! Rizky Wijaya, jangan tidur! Tetap sadar, jangan pingsan!" Suara Putri yang tegas dan kuat menembus telinga Rizky.

Di tengah rasa sakit yang menyiksa dan panasnya mesiu yang membakar, melalui kabut asap yang samar, Rizky justru merasakan kesejukan yang menenangkan meresap hingga ke paru-parunya.

Suara itu seolah memiliki kekuatan penyembuh. Rasa sakitnya terasa sedikit berkurang. Dia berusaha keras untuk melihat wajah dokter militer wanita itu, tetapi pandangannya kabur tertutup lapisan darah. Semuanya buram sehingga dia tidak bisa melihat apa pun dengan jelas.

Dia hanya merasakan tubuhnya diguncang, dipindahkan, lalu semuanya menjadi gelap.


"Pak Wijaya, Pak Wijaya, bangun, Pak." Sebuah suara pria yang tegas dan jelas terdengar di telinganya, diikuti guncangan pada tubuhnya. Secara refleks, Rizky Wijaya langsung membanting pria di sampingnya ke atas meja kerja dan menguncinya.

"Pak Wijaya, ini saya." Handi, sekretarisnya, hanya memberontak sesaat sebelum kembali bersikap pasrah. Dia sudah terbiasa. Bosnya ini adalah mantan prajurit penjaga perdamaian yang pernah bertugas di medan perang. Tingkat kewaspadaannya luar biasa tinggi, dan beberapa reaksi stres pascatrauma masih tersisa. Beruntung Handi sudah sangat akrab dengannya, jadi dia hanya dilumpuhkan. Jika orang asing, mungkin lehernya sudah terkunci.

"Ada apa?" Rizky sudah sadar sepenuhnya dan segera melepaskan Handi. Dia menatap pemandangan di luar jendela kaca besar, lalu tanpa sadar menggelengkan kepalanya.

Sudah jelas dia telah kembali ke kota metropolitan yang ramai, kenapa lagi-lagi dia teringat hari-harinya di medan perang?

Dokter militer wanita itu, apakah dia masih hidup?

"Apa yang saya suruh sudah kamu kerjakan?"

"Sudah, Pak." Handi mengambil sebuah map dari atas meja dan menyerahkannya kepada Rizky. Melalui sampul plastik transparan, tulisan "Surat Perjanjian Cerai" tercetak jelas.

"Sesuai permintaan Bapak, kompensasi untuk Nyonya berupa satu unit vila dan uang tunai empat puluh miliar rupiah. Setelah ditandatangani, kita bisa langsung mengurusnya ke Kantor Catatan Sipil." Handi berpikir sejenak, lalu memberanikan diri untuk menasihati, "Pak Wijaya, sebenarnya Nyonya itu orang yang sangat baik. Kami semua bisa lihat, perasaannya pada Bapak ...."

"Cukup!" potong Rizky dengan suara tajam. Dia menyambar surat cerai itu dan berbalik pergi. Handi tak punya pilihan selain berlari kecil untuk mengikutinya.


Malam telah larut. Lampu-lampu kota berkelip redup, dan jalanan yang sesekali diselingi suara klakson mobil terasa begitu sunyi. Rizky melangkah masuk melalui pintu yang sudah sangat dikenalnya.

Cahaya lembut dari ruang keluarga menerangi sofa yang hangat. Saat itu, pandangan Rizky tanpa sadar terpaku pada sosok di atas sofa. Putri Maharani meringkuk di sana, tertidur dengan ekspresi damai di wajahnya. Jelas sekali dia menunggunya hingga terlelap. Suara napasnya yang teratur terdengar begitu merdu di keheningan malam.

Rizky tiba-tiba teringat suara Putri. Rasanya mirip dengan suara dokter militer itu.

Memikirkan hal itu, Rizky tersenyum sinis pada dirinya sendiri. Putri hanyalah seorang gadis desa biasa. Kalau bukan karena kakeknya menyukainya, mereka berdua tidak akan pernah bertemu seumur hidup. Bagaimana mungkin orang seperti dia adalah dokter militer yang cekatan dan tegas di medan perang?

Di atas meja makan, hidangan lezat tersaji rapi. Uap tipis masih mengepul, menebarkan aroma harum yang seolah menyiratkan ketulusan hati Putri.

Perasaan rumit yang tak terlukiskan menjalari hati Rizky. Dia membenci Putri, tetapi karena kakeknya, dia terpaksa menikahinya. Kini, setelah tiga tahun berlalu, janjinya pada sang kakek telah terpenuhi. Dia akhirnya bisa menceraikannya dan menikahi Kirana.

Mengenai wanita ini, Rizky tidak akan berbuat kejam. Sebuah vila dan empat puluh miliar rupiah sudah lebih dari cukup untuk menjamin sisa hidupnya dalam kemewahan.

Karena sudah memutuskan untuk bercerai, lebih baik tidak ada ikatan apa pun lagi.

Rizky tidak ingin menyentuh Putri, jadi dia membiarkannya tidur di sofa.

Tepat saat Rizky mendorong pintu kamar tidur, suara itu mungkin sedikit terlalu keras dan membangunkan Putri. Dia mengucek matanya, mengangkat kepala, dan saat melihat Rizky, matanya berbinar kaget bercampur lega. "Kamu sudah pulang. Aku kira kamu akan lembur lagi malam ini..."

"Kamu tidak perlu menungguku," kata Rizky dingin.

"Tidak apa-apa." Suara Putri lembut tetapi tegas. Dia bangkit dengan tubuh yang terasa lemas dan tersenyum hangat. "Aku suka menunggumu."

"Putri, perjanjian kita sudah berakhir," ujar Rizky, tidak lagi berbasa-basi dan langsung ke pokok permasalahan. "Ayo, kita bercerai."

Putri seakan disambar petir. Jantungnya terasa jatuh ke dasar jurang. "Apa ... Kakek tahu kamu mau menceraikanku?"

"Memangnya kenapa kalau dia tidak tahu?"

Hati Putri terasa seperti diremas. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Dia tidak mau percaya bahwa semua ini nyata, rasanya seperti mimpi buruk.

"Rizky Wijaya, apa kamu benar-benar yakin ingin menceraikanku?" Suara Putri bergetar. Meskipun dia berusaha keras untuk tetap tenang, isak tangisnya telah mengkhianati perasaannya. Dia tidak percaya pengorbanan tulusnya selama tiga tahun ini tidak mampu meluluhkan sedikit pun hati pria ini.

"Aku sudah muak, Putri," kata Rizky sambil melambaikan tangan, bahkan tidak sabar untuk mendengarkan lebih lanjut. "Pernikahanmu denganku sejak awal adalah sebuah kesalahan. Kamu tahu betul aku sedang berselisih dengan Kakek, kamu juga tahu aku punya orang yang kucintai, kami hanya tidak bisa bersama karena beberapa alasan. Sekarang, tiga tahun telah berlalu, Kirana juga sudah kembali dari Malaysia. Aku akan menikahinya. Jadi, kamu harus menyerahkan posisimu sebagai Nyonya Wijaya."

"Kirana." Nama itu bagaikan duri yang menusuk dalam ke hati Putri. "Benar juga, Kirana teman masa kecilmu itu. Dibandingkan dengannya, aku memang bukan apa-apa."

"Bagus kalau kamu sadar diri," jawab Rizky dingin dan tegas, tanpa sedikit pun keraguan.

"Aku tidak mau bercerai, Rizky! Apa masa lalu kita begitu mudahnya kamu buang?" Putri melompat ke depan, menghalangi langkah Rizky. Air mata akhirnya tumpah membasahi wajahnya. Suaranya dipenuhi permohonan dan keputusasaan. "Aku mencintaimu, Rizky. Aku masih ingin menjadi istrimu... meskipun kamu tidak punya perasaan apa pun padaku .... "

"Aku tidak mau pernikahan tanpa cinta." Suara Rizky terdengar lelah. Dia meletakkan surat perjanjian cerai di atas meja. "Aku sudah tanda tangan. Kamu juga segeralah urus. Sebelum Kirana kembali, aku mau semua proses hukum kita selesai."

Setelah berkata demikian, Rizky berbalik menuju kamar tidur tanpa menoleh sedikit pun, hanya menyisakan kalimat terakhirnya. "Sebagai kompensasi, aku akan memberimu empat puluh miliar rupiah ditambah satu vila di Jakarta Barat. Bagaimanapun, kamu datang tanpa membawa apa-apa. Aku akan sulit menjelaskannya pada kakek."

Kalimat yang membelah keheningan malam itu bagaikan pisau tajam yang memutus ikatan di antara mereka. Hati Putri terasa terkoyak, air matanya tak terbendung. Dia memalingkan wajah, tak sanggup lagi menatap pria itu, hatinya dipenuhi keputusasaan.

Setelah pintu kamar tertutup rapat, tubuh kurus Putri seakan kehilangan tumpuan. Dia hanya bisa berpegangan erat pada tepi meja, berbisik pada dirinya sendiri dengan suara yang sangat lirih dan berlinang air mata.

"Rizky, apa kita bisa ... tidak bercerai?"

Namun, bisikan lirih Putri tenggelam oleh dering ponsel dari dalam kamar. Tak ada seorang pun yang mendengarnya.

Malam berlalu dalam keheningan.


Sinar mentari pagi menyelinap melalui celah tirai, menyelimuti ruangan dengan cahaya keemasan. Namun, saat Rizky keluar dari kamar, yang menyambutnya adalah rumah yang kosong. Tak ada lagi sosok Putri yang familier, tak ada lagi aroma sarapan yang hangat. Hanya beberapa piring berisi makanan dingin dan sebuah mangkuk sarapan kosong di atas meja, yang dengan kejam mengingatkannya bahwa rumah ini telah kehilangan kehangatannya.

Rizky sedikit mengernyit, perasaan tidak nyaman mulai menjalari hatinya. Tanpa sadar dia berjalan ke dapur, ingin melihat apakah ada sesuatu yang ditinggalkan wanita itu. Namun, di dalam kulkas hanya ada beberapa jenis buah dan sayuran seadanya. Sarapan mewah yang biasa disiapkan Putri untuknya kini terasa begitu menusuk mata. Kekosongan mulai menyergap hatinya. Pada saat itulah dia sadar, yang hilang bukanlah makanan lezat itu, melainkan wanita yang telah berkorban dan merawatnya.

"Selamat pagi, Pak Wijaya." Suara Handi membuyarkan lamunannya. Sekretarisnya itu memasang senyum profesional, tetapi senyum itu justru terasa menyakitkan bagi Rizky saat ini.

"Pagi," jawabnya acuh tak acuh. Perasaan rumit di hatinya membuatnya tak punya waktu untuk basa-basi. Tepat pada saat itu, ucapan Handi bagai petir di siang bolong, menghantam telak jantungnya.

"Nyonya ... beliau sudah pergi," kata Handi dengan suara pelan.

Ekspresi Rizky meredup. Kenangan-kenangan kecil antara dirinya dan Putri seketika membanjiri benaknya. Wanita yang selalu patuh merawatnya tanpa pernah mengeluh itu telah pergi.

"Apa dia sesabar itu?" Hati Rizky terasa sesak. Seharusnya dia merasa lega, tetapi kenyataannya, dia tidak bisa menutupi penyesalan yang merayap di dasar hatinya. Dia teringat mata Putri yang memerah, teringat keputusasaannya.

Tiba-tiba Rizky ingat, dia tidak mendengar suara apa pun dari kamarnya semalaman. Apa Putri pergi begitu saja tanpa mengemasi barang-barangnya? Apa wanita itu pikir dia masih bisa kembali lagi nanti?

Handi sepertinya mengerti keraguan Rizky dan berinisiatif menjelaskan, "Nyonya tidak membawa apa-apa, Pak. Beliau hanya meninggalkan sebuah buku catatan kecil untuk saya, lalu dijemput oleh sebuah sedan hitam."

Rizky mengedarkan pandangan ke seluruh ruang keluarga. Surat perjanjian cerai yang telah ditandatangani tergeletak diam di atas meja, dengan bekas noda air mata di atasnya.

Tadi malam menangis tersedu-sedu, paginya sudah tidak sabar untuk pergi?!

Rizky merasa seperti sedang dipermainkan. Dengan kesal, dia bertanya pada sekretarisnya.

"Handi, cepat cari tahu mobil siapa itu!"

"Baik, Pak Wijaya."

Lima menit kemudian.

"Pak Wijaya, sudah ketemu. Itu mobil dinas Presiden Direktur Grup KS!"

KS ... Tuan Muda Keluarga Kesuma?!

Putri, seorang gadis desa tanpa uang dan latar belakang, yang selama tiga tahun bersamanya bahkan tidak punya lingkaran pertemanan, ternyata punya kemampuan untuk menggaet Tuan Muda Keluarga Kesuma?

Langsung dapat pengganti, ya? Hebat sekali!

"Pak Wijaya, apa hari ini ... Bapak benar-benar sudah mengajukan cerai pada Nyonya?" tanya sekretarisnya hati-hati.

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Bapak Forbes

Bapak Forbes

17.4k Dilihat · Selesai · Mary D. Sant
"Menunduklah. Aku ingin melihat pantatmu saat aku menyetubuhimu."

Ya ampun! Kata-katanya membuatku terangsang sekaligus kesal. Dia masih sama seperti dulu, brengsek yang arogan dan bossy, selalu ingin segalanya sesuai keinginannya.

"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanyaku, merasakan kakiku mulai lemas.

"Maaf kalau aku membuatmu berpikir kamu punya pilihan," katanya sebelum menarik rambutku dan mendorong tubuhku, memaksaku menunduk dan meletakkan tanganku di atas meja kerjanya.

Astaga. Itu membuatku tersenyum, dan membuatku semakin basah. Bryce Forbes jauh lebih kasar daripada yang kubayangkan.



Anneliese Starling bisa menggunakan setiap sinonim untuk kata kekejaman dalam kamus untuk menggambarkan bos brengseknya, dan itu masih belum cukup. Bryce Forbes adalah lambang kekejaman, tapi sayangnya juga lambang hasrat yang tak tertahankan.

Sementara ketegangan antara Anne dan Bryce mencapai tingkat yang tak terkendali, Anneliese harus berjuang untuk menahan godaan dan harus membuat pilihan sulit, antara mengikuti ambisi profesionalnya atau menyerah pada hasrat terdalamnya, karena batas antara kantor dan kamar hampir sepenuhnya hilang.

Bryce tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkannya dari pikirannya. Untuk waktu yang lama, Anneliese Starling hanyalah gadis yang bekerja dengan ayahnya, dan kesayangan keluarganya. Tapi sayangnya bagi Bryce, dia telah menjadi wanita yang tak tergantikan dan provokatif yang bisa membuatnya gila. Bryce tidak tahu berapa lama lagi dia bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya.

Terlibat dalam permainan berbahaya, di mana bisnis dan kenikmatan terlarang saling terkait, Anne dan Bryce menghadapi garis tipis antara profesional dan pribadi, di mana setiap tatapan yang dipertukarkan, setiap provokasi, adalah undangan untuk menjelajahi wilayah berbahaya dan tak dikenal.
Kecintaan Satu Malam

Kecintaan Satu Malam

601 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Sebelum menikah.
Dia berkata: "Kasar, tidak profesional, melempar wanita. Tidak heran seorang pria seperti Anda akan merampok seorang wanita. "
Dia mencentang bibirnya: mata tersapu di atas tubuhnya, samar-samar: "kekanak-kanakan, bandara, masalah cinta, bahkan wanita tidak bisa dipanggil, saya enggan menerima Anda." "
Dia mencibir: Tidak, aku akan menemukan seorang pria yang bersedia menerimaku.
Dia menggendongnya: Saya tidak pergi ke neraka, yang pergi ke neraka
Setelah menikah.
"Apa tiga disiplin ilmu dan delapan catatan?" Seorang kolonel menatap wanita yang telah kembali terlambat dan menatap wajah merahnya karena minum.
"Eh- "Wanita minum di kepala, orang tua tidak tahu, tetapi juga kembali tiga disiplin ilmu delapan perhatian?"
"Sepertinya pendidikan kemarin tidak cukup mendalam. Hari ini kita harus melanjutkan pendidikan kita. "Seorang kolonel akan mabuk bahu wanita, dengan kekuatan fisik untuk memberitahunya, apa yang disebut tiga disiplin ilmu, delapan perhatian.
Segera setelah di kamar datang tangisan seorang wanita: "Brengsek, aku ingin bercerai." "
Suara seorang kolonel sangat tenang: "Maaf, tentara tidak bisa bercerai." "
"Aku akan protes, uh- "
Brengsek, selalu menggunakan trik ini, dia tidak bosan ah?
Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO

Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO

88.5k Dilihat · Sedang Diperbarui · Robert
Setelah dikhianati oleh pacarku, aku langsung beralih ke temannya, seorang CEO tampan dan kaya, dan tidur dengannya. Awalnya aku pikir itu hanya tindakan impulsif semalam saja, tapi aku tidak pernah menyangka bahwa CEO ini sudah lama tergila-gila padaku. Dia mendekati pacarku hanya karena aku...
Flavour Its Yours

Flavour Its Yours

1.2k Dilihat · Selesai · Susan adaline
Perjodohan tak terduga harus dialami oleh Anna. Gadis itu bersedia untuk menikahi cinta pertamanya karena keinginan sang Kakek. . Namun sayangnya, Sean tidak bisa membuka hati untuk siapapun, termasuk Anna. Pernikahan yang mereka jalani hanya Anna lah yang memberikan seluruh hatinya kepada Sean. Meskipun Sean merupakan CEO kaya, muda dan tampan, namun itu tidak membuat Anna bahagia. Gadis itu hanya ingin bisa dicintai oleh suaminya dengan sepenuh hati.
"Kak Sean, walau kau tidak mencintaiku. Tapi, aku akan tetap berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu."
-Anna-
"Kalau kau tau aku tidak mencintaimu, kenapa memilih untuk tetap menerima perjodohan ini?"
-Sean-
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

8.3k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Setelah kematiannya yang tragis, didorong oleh keputusasaan dan pengkhianatan, miliader yang dulu memburu balas dendam kini hanya bisa bersujud memohon ampun.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Gadis Gemerlap

Gadis Gemerlap

3.5k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Setelah bersatu kembali dengan orang tua kandungnya, Sari dikenal sebagai seorang pecundang. Di kuliahnya, dia menjilat, suka berkelahi, dan bolos setiap hari. Bahkan pertunangannya dengan keluarga Rahman putus akibat kehidupan pribadinya yang berantakan! Semua orang menanti kehancurannya.

Namun di luar dugaan, dia membalas dengan tamparan yang menyakitkan! Ternyata dia bergelar doktor dan adalah ilmuwan ternama. Dia juara catur nasional, investor jenius, legenda bela diri... Saat prestasi tak terbantahkan ini terungkap satu per satu, tak terhitung orang mengejarnya.

Sementara itu, Tuan Phillips, legenda bisnis yang dulu memandangnya dengan hina, kini panik: Itu istriku! Menyingkir kalian!
Kesayangan CEO

Kesayangan CEO

1.7k Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dalam sebuah persekongkolan, Gu Mengmeng menikahi kakak perempuan tertuanya, dan calon kakak iparnya menjadi seorang suami. Sejak saat itu, ia memulai kehidupan pernikahan yang harmonis setiap malam.
Dia adalah kaisar gelap yang ditakuti semua orang, dikabarkan kejam dan kejam, dan tegas, tetapi dia hanya memanjakannya tanpa hukum.
Suatu hari, reporter bertanya: "Nyonya Lu, apakah Anda memiliki sesuatu yang perlu ditakuti?"
Gu Mengmeng tidak meneteskan air mata di wajahnya.
Dia hanya takut pada dua hal sekarang.
Pertama, cium suamimu!
Kedua, suami tercinta setelah mematikan lampu!
Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia

Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia

8k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Pada hari tergelap dalam hidupku, aku bertemu dengan seorang pria yang sangat tampan di sebuah bar jalanan di Jakarta. Pria itu memiliki otot dada yang sangat menawan untuk disentuh. Kami melewatkan malam penuh gairah yang tak terlupakan, namun itu hanyalah hubungan satu malam, dan aku bahkan tidak tahu namanya.

Ketika aku kembali ke Bali dan melanjutkan karierku sebagai dokter, aku dipaksa untuk menghadiri pernikahan ibu angkatku — dan di sanalah dia berada. Kakak tiriku ternyata adalah partner satu malamku!

Jantungku hampir berhenti berdetak.

Keluarga ayah tiriku adalah dinasti yang sangat kaya dan berkuasa di Bali, terlibat dalam jaringan bisnis yang kompleks dan diselubungi misteri, termasuk nuansa gelap serta kekerasan.

Aku ingin menjauh dari siapa pun dari keluarga mafia tradisional Indonesia ini.

Tapi kakak tiriku tidak mau melepaskanku!

Dan sekarang, dia kembali ke Bali, mengelola bisnis keluarganya dengan efisiensi yang kejam. Dia adalah perpaduan berbahaya dari kalkulasi dingin dan daya tarik yang tak terbantahkan, menarikku ke dalam jalinan takdir yang tidak bisa kuhindari.

Secara naluri aku ingin menjauhi bahaya, menjauh darinya, tetapi takdir terus mendorongku kepadanya lagi dan lagi, dan aku kecanduan padanya di luar kendaliku. Seperti apa masa depan kami?
Bacalah bukunya.
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan

Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan

9.5k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Selama Tiga Tahun Menikah, Suaminya Selalu Menghilang Setiap Malam.

Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.

Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.

Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.

Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.

Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Ayo! Mas Leng!

Ayo! Mas Leng!

536 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dia adalah "ayah baptis elektronik" paling terkenal di dunia, dia adalah seorang psikolog yang tidak diheralkan.
Dia berkata: "Garis hidup Anda begitu lama, itu berarti bahwa sumpah Anda dapat dilakukan untuk waktu yang lama, wanita yang Anda cintai akan sangat bahagia dan bahagia ..."
"Apakah Anda ingin menjadi wanita bahagia itu?" tanyanya. "
Dia pikir dia mencintainya, tapi itu masih konspirasi.
Pada hari pernikahan, cinta lama datang dan pergi, dan melihat dinginnya pria itu sendiri dalam sekejap, dan dia tahu bahwa cinta itu berakhir lagi.
Untuk melupakan rasa sakit, lupakan dia, dia mengeluarkan jam saku menghipnotis dirinya sendiri, menghapus semua kenangan tentang dia,
Tapi pria itu tidak membiarkannya pergi, "Wanita! Tidak peduli berapa kali kau melupakanku! Aku akan memanggil kembali cintamu untukku!
Kesempatan Kedua Sang Miliarder

Kesempatan Kedua Sang Miliarder

15.5k Dilihat · Selesai · Nia Kas
McKenzie Peirce menyembunyikan masa lalunya dengan alasan tertentu. Dia malu dengan masa lalunya dan tidak ingin hal itu terbuka. Penyelamatnya adalah seseorang dari keluarga terkaya di Ardwell. Dia setuju untuk menikahi cucu penyelamatnya yang dingin dan jauh. Sedikit demi sedikit, Dimitri mulai terbuka, begitu juga dengan McKenzie. Ketika dia berpikir dia bisa mempercayainya, pihak ketiga masuk ke dalam kehidupan mereka dan membuat McKenzie tidak nyaman.

Jasmine Dupree, sahabat dan karyawan Dimitri, selalu mencintai Dimitri tanpa sepengetahuannya. Sahabat mereka, Grayson Paul dan Dimitri, tidak tahu bahwa kembalinya sahabat mereka akan mengakhiri pernikahannya. McKenzie dituduh mengkhianati Dimitri dan diusir, hanya untuk muncul kembali lima tahun kemudian sebagai dokter yang menyelamatkan nyawa sahabatnya, Grayson.

McKenzie mencoba menjauh, berjanji untuk menjauh dari Dimitri. Lima tahun berlalu dan dia masih membencinya karena mengkhianatinya, namun detail baru terungkap yang membuat Dimitri meragukan tuduhannya lima tahun lalu. Jasmine melihat kesempatan untuk mengacaukan McKenzie dan melakukannya, yang tidak diketahui Jasmine adalah bahwa Dimitri masih mencintai McKenzie dan dia masih istrinya. Dia tidak pernah menceraikannya meskipun McKenzie telah menandatangani surat cerai.

Ketika Dimitri mengetahui bahwa dia salah, dia merasa jijik dengan cara dia memperlakukannya dan mulai mencari jalan untuk kembali padanya. McKenzie Peirce di sisi lain tidak tahu bahwa dia akan diberi kesempatan kedua untuk cinta, dengan pria yang selalu dia cintai. Dengan sahabat dan keluarganya di sisinya, dia berniat untuk memenangkan kembali hati McKenzie, namun saat mereka mencoba membuat pernikahan kesempatan kedua mereka berhasil, masalah mulai muncul. Jasmine menolak untuk menyerah pada Dimitri.