Bab [95] Vas Bunga Tak Berguna

Setelah selesai berbicara, Cantika Kesuma pun selesai mengemasi semua barangnya. Ia menyandang tasnya, lalu tanpa ragu menarik pergelangan tangan Rizky Wijaya dan tersenyum tipis ke arah Prasetya Maharani.

“Sudah, ya, aku nggak mau buang-buang waktu lagi sama kamu. Lebih baik kamu asah lagi kemampu...

Masuk dan lanjutkan membaca