Bab [47] Cemburu

Ketiganya melanjutkan obrolan mereka dengan riang. Pemandangan ini membuat mata Rizky Wijaya menjadi gelap. Tak tahan lagi, akhirnya ia membuka mulut.

"Cih, lukisan begini saja berani dipamerkan. Zaman sekarang, sepertinya siapa saja bisa jadi pelukis."

"Rizky Wijaya! Kamu boleh masuk ke sini juga...

Masuk dan lanjutkan membaca