Bab [58] Timbul Kebencian

Melihat "sekutu"-nya sendiri berkhianat, Kirana Santoso menggertakkan giginya kuat-kuat. Tangannya terkepal erat, tatapannya pada si pelukis seolah ingin menelannya hidup-hidup.

"Semuanya, tolong jadi saksi! Uang yang dia berikan, tidak sepeser pun aku pakai!"

Tubuh Kirana Santoso gemetar hebat sa...

Masuk dan lanjutkan membaca