Bab [82] Kakek Wijaya Mendukung

"Putri, maaf Kakek terlambat. Kamu pasti sudah banyak menderita ...."

Kakek Wijaya melangkah maju, berhenti tepat di hadapan Cantika Kesuma dengan wajah penuh rasa bersalah.

"Tidak apa-apa, Kakek. Ini cuma masalah kecil, bukan apa-apa."

Mendengar jawaban Cantika, Kakek Wijaya menghela napas panja...

Masuk dan lanjutkan membaca