Bab [33] Bunuh Diri

Pagi-pagi sekali, baru saja Arif Hidayat sampai di kantor, ia melihat Ferdi Ramadhan mengemudikan mobil bututnya, membawa Nara Wijaya melaju kencang meninggalkan halaman kantor.

Arif Hidayat menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bergumam pelan, "Jangan-jangan Pak Ferdi gengsi minta maaf, jadi mau ...

Masuk dan lanjutkan membaca