Dokter Forensik Mawar

Dokter Forensik Mawar

Wanda Tantomo · Sedang Diperbarui · 123.0k Kata

990
Populer
992
Dilihat
0
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Tim khusus kedatangan anggota baru: gadis mungil yang terlihat rapuh. Ferdi kesal, ini bukan tempat bermain-main, dan menyuruhnya pindah tugas.

Tapi gadis bernama Nara itu balas menyerang: "Kalau aku tidak cocok jadi dokter forensik, kamu juga tidak pantas jadi polisi!"

Nara, dengan kata-katanya yang tajam, sering membuat Ferdi terdiam. Ferdi pikir, satu-satunya yang kuat dari gadis ini cuma mulutnya. Tim ini pasti bakal bubar!

Namun, Nara membuktikan dirinya dengan membawa jantung korban yang berdarah: "Siap rekam, Ferdi!" Ferdi menahan mual sambil memberi isyarat.

Yang membuatnya semakin terpukul: Nara yang terlihat lemah ternyata bertarung lebih garang darinya, sampai-sampai Ferdi sendiri hampir mundur. Dikira hanya kutu buku yang bisa membedah mayat, ternyata dia ahli menyusun strategi dan berbohong dengan meyakinkan!

Ketika atasan menawarkan untuk memindahkan Nara, Ferdi justru menghalangi: "Kalau perlu yang pergi, aku saja. Dia harus tetap di sini!"

Bab 1

Lapas Lima Semarang. Suara bariton Setyo Wibowo yang berat memecah keheningan di ruang interogasi yang pengap.

"Aku mabuk berat waktu itu. Di lantai bawah, aku melihat seorang gadis sedang menari di dekat jendela. Dia cantik sekali. Jantungku berdesir hebat. Didorong pengaruh alkohol, aku mendobrak masuk ke rumahnya ...."

"Mereka melarangku menyentuh gadis itu, jadi aku bunuh mereka semua. Saat gadis itu menangis di bawahku, aku merasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan sebelumnya."

Setyo Wibowo terkekeh pelan, tawa yang terdengar kosong. Jika diperhatikan saksama, tatapannya hampa, seolah jiwanya sedang tidak berada di sana, seperti orang yang terhipnotis.

Sebuah suara bening dan tenang menuntunnya menelusuri lorong ingatan.

"Kamu membunuh gadis itu juga, lalu meninggalkan rumahnya. Setelah itu?"

Setyo Wibowo memiringkan kepalanya, menyeringai lebar. "Aku melewati toko bunga, membeli seikat mawar, lalu pergi ke Gang Cikapundung, ke kediaman Keluarga Ramadhan."

"Terdengar suara piano dari dalam rumah itu. Aku masuk, mendorong pintu, dan aku melihat ... aku melihat ...." Suaranya tiba-tiba melemah. Keningnya berkerut dalam, seolah menahan sakit.

Nara Wijaya bertanya dengan nada lembut, "Apa yang kamu lihat? Jangan terburu-buru, ingat pelan-pelan."

Adegan malam itu berputar cepat di kepala Setyo Wibowo. Keraguan melintas di matanya, hingga sebuah ingatan yang teramat amis dan berdarah menyentaknya kembali pada kenyataan.

Sadar akan apa yang baru saja dia ucapkan, Setyo Wibowo menatap Nara Wijaya dengan tatapan horor. "Siapa kamu sebenarnya! Kenapa ingatanku bisa kau kendalikan!"

Nara Wijaya mengepalkan tangannya di bawah meja. Dia tidak menjawab. Dalam hati dia mengeluh, waktu hipnotisnya terlalu singkat. Selalu terputus di momen krusial.

Nara Wijaya menarik napas panjang, lalu bertanya lagi, "Setelah itu, apa yang terjadi pada Keluarga Ramadhan?"

Setyo Wibowo menendang meja dengan keras hingga bergetar. "Mana kutahu! Itu sudah lima tahun lalu, siapa peduli? Memangnya kau ingat apa yang kau lakukan lima tahun lalu?"

Tatapan Nara Wijaya datar, tanpa emosi sedikit pun. Tenang, seolah sedang menatap mayat. Seperti genangan air yang mematikan.

Setyo Wibowo, seorang terpidana mati yang sadis, entah mengapa merasa ciut nyalinya melihat ekspresi wanita itu.

Seorang sipir penjara berkata dengan ragu, "Ibu Wijaya, waktunya habis. Dia harus kembali ke sel."

Nara Wijaya bangkit berdiri, matanya tak lepas dari Setyo. "Kalau kau ingat sesuatu, sampaikan lewat sipir."

Setyo Wibowo meludah. "Tidak akan pernah."

"Tidak, kau pasti akan mengingatnya," ucap Nara Wijaya singkat.

Keluar dari gerbang Lapas Lima, sinar matahari Semarang yang terik jatuh menimpa tubuh Nara Wijaya, terasa berat. Dia mengembuskan napas kasar, membuang beban di dada. Ada kenangan yang memang terpahat begitu dalam, tak mungkin hilang.

Ponsel di saku blazernya terus bergetar. Nara melirik layar. Panggilan dari Pak Gunawan.

Dia mengangkatnya. "Halo, Pak Gunawan. Baik, saya mengerti. Saya akan segera melapor ke lokasi."


Sepuluh menit sebelumnya.

Ferdi Ramadhan keluar rumah hanya mengenakan pakaian tidur yang kusut. Rambutnya berantakan seperti sarang burung, dan dagunya dipenuhi sisa-sisa janggut yang belum dicukur berhari-hari akibat penyelidikan maraton.

Dia baru saja sampai di rumah dan tidur kurang dari satu jam.

Hujan deras mengguyur semalam. Takut merusak TKP, Ferdi membungkus sepatunya dengan plastik pelindung sebelum melangkah masuk ke area yang dibatasi garis polisi. Nada bicaranya sedingin es, "Korban kali ini kehilangan bagian tubuh apa?"

Ini sudah kasus pembunuhan keempat bulan ini. Modusnya mirip, tetapi tanpa titik temu yang jelas.

Tanggal tiga Oktober, laporan dari sebuah galeri seni. Korban ditemukan tewas tergantung di langit-langit dengan kedua telinga yang diiris hingga putus.

Lalu tanggal sepuluh, korban ditemukan di kawasan vila elit. Wajahnya dikuliti hidup-hidup hingga menyisakan daging merah, tergantung di pintu gerbang.

Tanggal tujuh belas, korban ditemukan tergantung dengan hidung yang dipotong.

Hari ini, tanggal dua puluh empat. Tepat satu minggu jaraknya. Kesamaan kasus ini hanya satu, korbannya perempuan, dimutilasi bagian wajahnya, lalu digantung.

Pelakunya sangat keji. Dokter forensik mengatakan bahwa semua korban dimutilasi dalam keadaan sadar sebelum akhirnya tewas.

Yang paling membuat Ferdi Ramadhan murka adalah kemampuan anti-investigasi si pembunuh yang sangat tinggi. Mereka sudah menyelidik begitu lama, tetapi bayangan pelaku pun tak terlihat, sementara korban terus bertambah.

Arif Hidayat, asistennya, berwajah pucat saat menjawab, "Kedua matanya, Pak. Mayatnya tergantung di pohon."

Ferdi Ramadhan mengernyit, berjalan perlahan mendekat. Rongga mata korban tampak kosong melompong, darah merah segar masih menetes satu demi satu ke tanah yang becek. Namun, dia tidak melihat ada tim medis di sana.

Bangun tidur dengan paksa, hasil nihil, ditambah tekanan dari atasan membuat sumbu emosinya memendek. "Mana dokter forensiknya? Kenapa jam segini belum sampai!"

Arif Hidayat menggeleng, sama bingungnya.

Tepat saat itu, ponsel Ferdi berdering. Pak Gunawan. Ini atasan langsungnya, mau tak mau dia harus menelan amarahnya. "Siap, Pak Gunawan. Ada perintah?"

Ferdi mengacak rambutnya yang sudah kusut, bersandar pada batang pohon tempat mayat itu tergantung, mendengarkan dengan wajah masam.

"Dokter forensik baru sebentar lagi sampai. Dia agak penakut, jadi tolong simpan dulu temperamen burukmu itu. Dia orang kiriman langsung dari Polda, pernah memecahkan Kasus Mutilasi 319. Perlakukan dia dengan baik, mengerti?"

Ferdi Ramadhan memijat pelipisnya, menyahut dengan nada setengah menyindir, "Pak Gunawan, Bapak tahu kan situasi kasus ini segenting apa? Bapak malah kirim anak baru? Siapa yang mau membimbingnya?"

"Apalagi ini posisi dokter forensik. Kalau dia menangis lihat mayat, siapa yang mau membujuknya?"

Hampir saja Ferdi kelepasan bicara, 'Kalau Bapak tidak bisa bantu memecahkan kasus, setidaknya jangan menambah beban kerja saya.'

"Polda mau memberinya kredit prestasi, itu urusan Polda. Jangan biarkan dia mengacau di sini."

Suara Pak Gunawan berubah serius, "Dia itu di tingkat nasional."

Ferdi mendengar seseorang memanggilnya. Dia memutar bola mata, memotong ucapan atasannya. "Pak Gunawan, ada petunjuk baru. Saya harus cek dulu." Dia mematikan sambungan.

Dua orang dari Unit Inafis dan IT berjalan mendekat.

Adi Nugroho, pria dengan wajah baby face yang penuh kekhawatiran, sungguh tidak terlihat seperti polisi.

"Pak Ferdi," lapor Adi, "Hujan semalam bikin kacau. Jejak kaki terlalu berantakan. Butuh waktu agak lama untuk memilah mana jejak pelaku dan mana yang bukan."

Bayu Wibowo, si ahli IT yang tampak kaku dengan potongan rambut cepak dan laptop di pelukan, bicara dengan nada datar, "Hutan kota ini tidak ada CCTV di bagian dalamnya. Beberapa hari ini pengunjung juga ramai. Melacaknya butuh waktu."

Adi Nugroho menghela napas panjang. "Ini sudah korban keempat. Kalau detail kasus ini bocor ke media, satu negara bisa gempar. Pelakunya pasti psikopat gila."

Ferdi Ramadhan menekan lidahnya ke bagian dalam pipi, menatap mayat di atasnya. Karena dokter forensik belum datang, mereka tidak berani menurunkan jenazah, takut ada bukti yang rusak.

Tatapannya mengeras, kilat kelam melintas di matanya. "Meski pelakunya jelmaan arwah penasaran sekalipun, akan kuseret dia keluar dari neraka paling dalam!"

Taman Naga Sumber adalah taman kota terbesar di Semarang. Di luar garis polisi, kerumunan warga sudah mulai terbentuk. Pelapornya adalah petugas kebersihan tua yang kini sedang dimintai keterangan oleh petugas lain.

Ferdi mengamati sekeliling. Kecuali area hutan kecil ini, Taman Naga Sumber sebenarnya dipenuhi CCTV.

Tiga korban sebelumnya dibunuh di tempat tersembunyi. Kali ini, pelaku memilih tempat yang relatif terbuka.

Apakah ini provokasi untuk polisi?

Tiba-tiba, Arif Hidayat berlari tergesa-gesa. "Pak Ferdi! Dokter forensik ... dokter forensiknya sudah datang, tapi ...."

Belum sempat Arif menyelesaikan kalimatnya, sosok Nara Wijaya sudah muncul dalam pandangan mereka.

Tingginya hanya sekitar 160 sentimeter, rambut pendek sebahu, dan wajahnya masih menyisakan sedikit lemak bayi yang membuatnya terlihat sangat muda. Namun, di balik wajah polos itu, tubuhnya terbentuk matang dan proporsional. Sepasang matanya yang hitam jernih memancarkan aura manja, seolah dia adalah tuan putri yang salah masuk tempat bermain.

Ferdi Ramadhan mengerutkan kening dalam-dalam, langsung menoleh pada Arif.

"Suruh dia pulang. Panggilkan dokter forensik yang lebih senior."

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Mami, Papi Memintamu Kembali

Mami, Papi Memintamu Kembali

1.9k Dilihat · Selesai · I S M I
Binar Mentari menikah dengan Barra Atmadja,pria yang sangat berkuasa, namun hidupnya tidak bahagia karena suaminya selalu memandang rendah dirinya. Tiga tahun bersama membuat Binar meninggalkan suaminya dan bercerai darinya karena keberadaannya tak pernah dianggap dan dihina dihadapan semua orang. Binar memilih diam dan pergi.
Enam tahun kemudian, Binar kembali ke tanah air dengan dua anak kembar yang cerdas dan menggemaskan, sekarang dia telah menjadi dokter yang berbakat dan terkenal dan banyak pria hebat yang jatuh cinta padanya!
Mantan suaminya, Barra, sekarang menyesal dan ingin kembali pada pelukannya. Akankah Binar memaafkan sang mantan?
“Mami, Papi memintamu kembali? Apakah Mami masih mencintainya?”
Pelacur Kakakku

Pelacur Kakakku

12.4k Dilihat · Selesai · Melody Raine
"Ucapin, Payton! Minta aku buat kamu klimaks dan kamu akan klimaks seperti belum pernah sebelumnya." Dia berjanji padaku. Saat dia mengatakannya, jarinya menelusuri segitiga kecil celana dalamku.
"Tolong, Jake. Sekarang. Buat aku klimaks." Aku memohon.
Payton selalu menjadi gadis baik sepanjang hidupnya. Dia hanya ingin keluar dari rumah ibu dan ayah tirinya dan menjalani hidupnya sendiri. Yang tidak dia duga adalah saudara tiri yang sudah lama hilang tiba-tiba muncul dalam hidup mereka dan menjadi teman sekamarnya. Memang benar dia adalah mantan Marinir dengan perut berotot, tapi dia juga seorang mekanik motor yang suka bicara kotor padanya. Kata-katanya membuat Payton bergetar dalam antisipasi, dan tangannya membuat tubuhnya berkedut dan kejang.
Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO

Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO

88.4k Dilihat · Sedang Diperbarui · Robert
Setelah dikhianati oleh pacarku, aku langsung beralih ke temannya, seorang CEO tampan dan kaya, dan tidur dengannya. Awalnya aku pikir itu hanya tindakan impulsif semalam saja, tapi aku tidak pernah menyangka bahwa CEO ini sudah lama tergila-gila padaku. Dia mendekati pacarku hanya karena aku...
Ayah Sahabat Terbaikku

Ayah Sahabat Terbaikku

40.1k Dilihat · Sedang Diperbarui · P.L Waites
Elona, yang berusia delapan belas tahun, sedang berada di ambang babak baru dalam hidupnya—tahun terakhirnya di SMA. Dia memiliki impian untuk menjadi model. Namun, di balik penampilan percaya dirinya, ada rahasia yang ia simpan—perasaan suka pada seseorang yang tak terduga—Pak Crane, ayah dari sahabatnya.

Tiga tahun lalu, setelah kehilangan istrinya secara tragis, Pak Crane, seorang pria yang sangat tampan, kini menjadi seorang miliarder pekerja keras, simbol kesuksesan dan rasa sakit yang tak terucapkan. Dunianya bersinggungan dengan Elona melalui sahabatnya, jalan yang mereka tinggali, dan persahabatannya dengan ayah Elona.

Suatu hari yang menentukan, sebuah kesalahan kecil mengubah segalanya. Elona secara tidak sengaja mengirimkan serangkaian foto yang agak terbuka kepada Pak Crane, yang seharusnya dikirimkan kepada sahabatnya. Saat dia duduk di meja rapat, Pak Crane menerima gambar-gambar tak terduga tersebut. Pandangannya tertahan di layar, dia harus membuat pilihan.

Apakah dia akan menghadapi pesan yang tidak disengaja itu, mempertaruhkan persahabatan yang rapuh dan mungkin membangkitkan emosi yang tak terduga?

Ataukah dia akan bergulat dengan keinginannya sendiri dalam diam, mencari cara untuk menavigasi wilayah yang belum terpetakan ini tanpa mengganggu kehidupan di sekitarnya?
Cinta Manis dengan Suamiku Milyarder

Cinta Manis dengan Suamiku Milyarder

4.1k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dewi Sartika
Setelah bertahun-tahun menghilang, Sari tiba-tiba mengumumkan comebacknya, membuat para penggemarnya menangis haru.
Dalam sebuah wawancara, Sari mengaku masih single, menyebabkan sensasi besar.
"Nyonya Limbong bercerai" langsung melesat ke puncak trending search.
Semua orang tahu Ari Limbong adalah taktisi yang kejam.
Persis ketika semua orang mengira dia akan menyikat habis Sari, sebuah akun baru terdaftar memberi komentar di profil pribadi Sari: "Bersimpuh di lantai atau di hadapanku, pilih!"
Ayo! Mas Leng!

Ayo! Mas Leng!

534 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dia adalah "ayah baptis elektronik" paling terkenal di dunia, dia adalah seorang psikolog yang tidak diheralkan.
Dia berkata: "Garis hidup Anda begitu lama, itu berarti bahwa sumpah Anda dapat dilakukan untuk waktu yang lama, wanita yang Anda cintai akan sangat bahagia dan bahagia ..."
"Apakah Anda ingin menjadi wanita bahagia itu?" tanyanya. "
Dia pikir dia mencintainya, tapi itu masih konspirasi.
Pada hari pernikahan, cinta lama datang dan pergi, dan melihat dinginnya pria itu sendiri dalam sekejap, dan dia tahu bahwa cinta itu berakhir lagi.
Untuk melupakan rasa sakit, lupakan dia, dia mengeluarkan jam saku menghipnotis dirinya sendiri, menghapus semua kenangan tentang dia,
Tapi pria itu tidak membiarkannya pergi, "Wanita! Tidak peduli berapa kali kau melupakanku! Aku akan memanggil kembali cintamu untukku!
Trilogi Efek Carrero

Trilogi Efek Carrero

3.3k Dilihat · Sedang Diperbarui · Leanne Marshall
Emma Anderson memiliki segalanya dalam hidupnya yang sudah terencana dengan baik. Dia memiliki pekerjaan sempurna di sebuah perusahaan besar di Manhattan yang memungkinkannya menjalani kehidupan yang tenang dan teratur. Hal ini sangat penting baginya, setelah masa kecil yang penuh dengan kenangan buruk, pelecehan, dan seorang ibu yang tidak berguna. Namun, ada satu masalah yang bisa menggagalkan semua yang dia pikir dia butuhkan dalam hidupnya. Promosinya membawanya langsung ke dalam pekerjaan dekat dengan Jacob Carrero, seorang miliarder muda, tampan, dan playboy dengan reputasi yang menakutkan sebagai pemain. Terjebak sebagai tangan kanannya, setiap saat dalam setiap hari, dia menyadari bahwa Jacob adalah tipe orang yang bisa membuatnya gila, dan bukan dalam arti yang baik. Seperti langit dan bumi, dia adalah segalanya yang bukan Emma. Impulsif, percaya diri, santai, dominan, dan menyenangkan, dengan sikap yang sangat santai terhadap seks kasual dan kencan. Jake adalah satu-satunya yang mampu menghancurkan eksterior dingin dan teratur Emma, yang tidak terpengaruh oleh sikap tertutup dan sopan santunnya, tetapi meskipun dia ingin, membiarkannya masuk adalah hal yang sangat berbeda. Masa lalu yang membuatnya waspada terhadap pria dan tidak ada keinginan untuk membiarkan satu pun cukup dekat untuk menyakitinya lagi, Jacob Carrero memiliki pekerjaan yang sulit. Dia bukan seseorang yang menerima jawaban TIDAK dan harus belajar bagaimana menembus jika dia menginginkan lebih dari topeng yang dia tunjukkan kepada dunia. Jake perlu menunjukkan padanya bahwa bahkan seseorang seperti dia bisa berubah ketika gadis yang penting itu berhasil menembus. Karakter yang seksi dan menyenangkan serta topik emosional yang mendalam. Mengandung beberapa konten dewasa dan bahasa yang matang.
Ayah Presiden, ayo segera

Ayah Presiden, ayo segera

846 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dia dikhianati oleh saudara tirinya dan secara tidak sengaja kehilangan dirinya dari seorang pria asing.
Dengan tubuh yang patah, tetapi dalam sedih mereka tidak berdaya ketika kecelakaan mobil ...
Empat tahun kemudian, dia memiliki putra yang cantik dan suami nominal.
Karena anaknya mengalami masalah, dia tidak sengaja bertemu dengan pria pengganggu bernama Li Shengtian, dan sejak saat itu, dia terjerat dengan itu.
Pria itu tidak hanya menciumnya pada kesempatan pertama, tetapi dia bahkan mengambil hati putranya se seakan-sesering itu.
Hidupnya benar-benar dalam kesulitan karena penampilannya.
Ketika orang-orang munafik suaminya mendirikan runtuh, kekejaman saudara perempuan terekspos, orang tua dan penggemar kehidupan sedikit tidak terwujud, ingatannya, juga mulai berangsur pulih.
Bekas luka dilucuti lapisan demi lapisan, dia menemukan bahwa dia telah terbiasa dengan keberadaan pria itu, bahkan jika semua orang meninggalkannya, hanya dia, masih ada untuk tidak meninggalkan ...
Sudah waktunya untuk menemukan suami untuk diri sendiri dan menemukan ayah kandungnya untuk anak anda!
KEHAMILAN MANTAN ISTRI MILYARDER

KEHAMILAN MANTAN ISTRI MILYARDER

2.2k Dilihat · Selesai · Avaya0627
Empat tahun menjalani pernikahan, tak disangka wanita cantik bernama Miselia Saputro digugat cerai oleh suaminya, seorang CEO dari Atmadja Company, tepat di malam ulang tahun pernikahan mereka. Alasan perceraian dikarenakan Miselia yang tidak bisa memberikan anak lagi untuk suaminya. Suaminya, Evan sedang menjalin hubungan asmara lagi dengan mantan kekasihnya.
Beberapa bulan kemudian Miselia mendapati dirinya hamil. Tiba-tiba Evan kembali datang dan mendeklarasikan jika Miselia adalah miliknya. Tetapi, Miselia yang kini menjadi ahli waris menolak kedatangan Evan, sang mantan suami.
Akankah CEO yang penuh teka-teki itu memenangkan cintanya kembali atau kebencian akan menang pada akhirnya?
Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan

Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan

11.1k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
[Ada male lead, alur romance 1 point, alur karier 9 point]
Pada kehidupan sebelumnya, Ayu Hartatiberjuang mati-matian untuk mempertahankan apa yang disebut 'ikatan keluarga'. Ia bersaing sengit dengan putri kandung yang bangkit kembali, berusaha mencengkeram segalanya justru berakhir dengan kehilangan segalanya, dan mati penuh dendam.

Setelah terlahir kembali, ia memutuskan untuk melepaskan.
Siapa peduli! Ia tidak akan melayani lagi!
Dengan gesit ia membereskan koper dan mengosongkan tempatnya, pergi mencari orang tua kandungnya.
Dengan persiapan hati untuk menerima takdirnya, tapi ternyata! Ini tidak seperti yang ia bayangkan!
Bukannya katanya keluarganya miskin melarat dan tak punya apa-apa?
Lalu, dinding bata emas yang berkilauan di sekeliling ini apa ini!?

Bukannya katanya ayahnya seorang penjudi yang menghabiskan semua harta keluarga dan lelaki tak berguna?
Pria yang memiliki setengah dari bisnis properti dengan beberapa blok jalan ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya ibunya seorang perempuan pemarah dengan reputasi buruk di lingkungannya?
Seniman opera legendaris yang tiketnya sangat sulit didapat ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya kakak laki-lakinya seorang lajang miskin yang mengayuh becak?
Bos tambang minyak yang kaya raya karena menggali sumur minyak ini, benarkah itu dia?!

Putri kandung yang telah dicari keluarga Hartati selama delapan belas tahun akhirnya kembali.
Titan bisnis, Jason Hartati, menyatakan: "Aku memang ditakdirkan memuja anak perempuan! Hatiku gelisah jika sehari saja tidak melihat putriku!"
Seniman legendaris, Shinta Widodo, berseru: "Kekasih hatiku! Buah jiwaku! Beli saja apa pun yang Ayu inginkan!"
Raja minyak, Keven Hartati, menggeram: "Adik perempuanku bukanlah sembarang orang yang bisa kalian incar! Siapapun yang berani menginginkan adikku, minggirlah!"
Kecintaan Satu Malam

Kecintaan Satu Malam

600 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Sebelum menikah.
Dia berkata: "Kasar, tidak profesional, melempar wanita. Tidak heran seorang pria seperti Anda akan merampok seorang wanita. "
Dia mencentang bibirnya: mata tersapu di atas tubuhnya, samar-samar: "kekanak-kanakan, bandara, masalah cinta, bahkan wanita tidak bisa dipanggil, saya enggan menerima Anda." "
Dia mencibir: Tidak, aku akan menemukan seorang pria yang bersedia menerimaku.
Dia menggendongnya: Saya tidak pergi ke neraka, yang pergi ke neraka
Setelah menikah.
"Apa tiga disiplin ilmu dan delapan catatan?" Seorang kolonel menatap wanita yang telah kembali terlambat dan menatap wajah merahnya karena minum.
"Eh- "Wanita minum di kepala, orang tua tidak tahu, tetapi juga kembali tiga disiplin ilmu delapan perhatian?"
"Sepertinya pendidikan kemarin tidak cukup mendalam. Hari ini kita harus melanjutkan pendidikan kita. "Seorang kolonel akan mabuk bahu wanita, dengan kekuatan fisik untuk memberitahunya, apa yang disebut tiga disiplin ilmu, delapan perhatian.
Segera setelah di kamar datang tangisan seorang wanita: "Brengsek, aku ingin bercerai." "
Suara seorang kolonel sangat tenang: "Maaf, tentara tidak bisa bercerai." "
"Aku akan protes, uh- "
Brengsek, selalu menggunakan trik ini, dia tidak bosan ah?
Bermain Dengan Api

Bermain Dengan Api

13.6k Dilihat · Selesai · Mariam El-Hafi🔥
Dia menarikku ke depannya, dan aku merasa seperti sedang berhadapan dengan setan sendiri. Dia mendekatkan wajahnya ke arahku, begitu dekat hingga jika aku bergerak sedikit saja, kepala kami akan bertabrakan. Aku menelan ludah saat menatapnya dengan mata terbelalak, takut akan apa yang mungkin dia lakukan.

“Kita akan ngobrol sebentar lagi, oke?” Aku tidak bisa bicara, hanya bisa menatapnya dengan mata terbelalak sementara jantungku berdegup kencang. Aku hanya bisa berharap bukan aku yang dia incar.

Althaia bertemu dengan bos mafia berbahaya, Damiano, yang tertarik pada mata hijaunya yang besar dan polos, dan tidak bisa mengeluarkannya dari pikirannya. Althaia telah disembunyikan dari iblis berbahaya itu. Namun takdir membawanya kembali padanya. Kali ini, dia tidak akan pernah membiarkannya pergi lagi.