Bab [50] Kartu Terbuka

Nara Wijaya menghentikan langkahnya, secara refleks menoleh ke belakang. Ia melihat Ferdi Ramadhan berdiri tak jauh darinya, kedua tangannya kosong, tidak ada ponsel di sana.

Tatapan pria itu penuh arti. "Sepertinya Ibu Wijaya sangat peduli pada Setyo Wibowo. Apakah sebelumnya Anda tidak mendapatka...

Masuk dan lanjutkan membaca