Bab [78] Bertemu Secara Tidak Sengaja

Aldi, pria yang dijuluki Si Mata Satu itu, mengiyakan dengan nada menjilat.

Melihat Nara Wijaya hendak beranjak pergi, dia buru-buru menahan, "Kak, yakin nggak mau minum dulu? Saya baru dapat arak plum favorit Kakak, fermentasi handmade asli lho."

Nara Wijaya meliriknya sekilas. "Nggak!"

"Aku...

Masuk dan lanjutkan membaca