Bab [98] Memarahi

Nara Wijaya sudah menarik tangannya. Ujung jarinya terasa dingin, dan sudut matanya tampak memerah. Selain itu, tidak ada tanda-tanda lain yang menunjukkan dia sedang terguncang.

Dia menatap tajam ke arah Ayah Setiawan. "Apa Bapak juga akan memperlakukan putri Bapak seperti ini?"

"Tidak, itu kan f...

Masuk dan lanjutkan membaca