Bab 22

Jaka mendadak mengangkat kepala. Tatapannya dingin, menancap lurus ke arah Kevin. “Udah puas ngetawain gue?”

Kevin sempat terpaku sepersekian detik, lalu meledak dalam tawa yang lebih dibuat-buat. “Puas? Gue bahkan belum mulai! Seumur hidup gue belum pernah lihat orang sepayah lo!”

Jaka tak menjaw...

Masuk dan lanjutkan membaca