Bab 23

Dimas menatapnya dingin. “Kalau kamu nggak puas, gue bisa langsung bawa kamu ke pinggir hutan. Gratis, dan nggak ada yang bakal lihat.”

Wajah Alya seketika memerah.

Dia memaksa diri menenangkan napas, lalu memperingatkannya dengan suara sedingin es. “Dengar ya, Dimas. Kamu nggak boleh cerita ke si...

Masuk dan lanjutkan membaca