Bab 28

Rangga menarik napas panjang, lalu berbalik untuk pergi.

Baru saja jarinya menyentuh gagang pintu, bunyi ketukan hak tinggi yang tegas mendadak menggema dari lorong luar, datang semakin dekat.

Tangannya membeku di udara, jantungnya seperti terjerembap—itu langkah kaki Alya.

Belum sempat ia bereak...

Masuk dan lanjutkan membaca