Setelah Tepuk Tangan

Maybach itu meluncur nyaris tanpa suara menembus kota yang terlelap, meninggalkan beban malam di belakang—di aula-aula marmer bermandikan cahaya keemasan dan senyum-senyum yang retak. Di luar, jalanan terasa panjang tak habis-habis, kabur, berkilau oleh pantulan patah dari menara kaca dan lampu-lamp...

Masuk dan lanjutkan membaca