Bab 18

Sofia Bliss

Aku meninggalkan gedung itu seperti tanah baru saja terbuka di bawahku.

Masuk ke taksi pertama yang kulihat, buta oleh emosi, nyaris tidak mendengar sepatah kata pun yang dikatakan sopir.

Semuanya terdengar samar.

Semuanya berputar.

Matanya. Tatapan sombong yang bodoh itu.

Kata...

Masuk dan lanjutkan membaca