Bab [145] Pesta Hongmen

Sari Fenanto berjalan menuju meja dan duduk dengan anggun, bibir merahnya menyunggingkan senyum tipis. "Tumben Tante Sri mengajak saya makan malam di Kota Sukamaju. Ada angin apa?"

"Ah, kamu ini bicara apa. Bagaimanapun juga kamu itu keponakan Tante. Kita semua kan satu keluarga besar Fenanto. Suda...

Masuk dan lanjutkan membaca