Semua Bab of Ibu Tunggal yang Terjebak Cinta Miliarder
- 1. Bab [1]: Kehilangan Keperawanan Secara Tidak Sengaja
- 2. Bab [2]: Apakah Dia Ayah Anak Itu?
- 3. Bab [3] Dituduh
- 4. Bab [4]: Menampar di Depan Umum
- 5. Bab [5]: Ratapan Dimas Fenanto
- 6. Bab [6]: Ibu yang Jahat, Kek yang Sedih
- 7. Bab [7]: Tiga Orang dengan Niat Tersembunyi
- 8. Bab [8]: Rayuan Melati Fenanto
- 9. Bab [9]: Pertemuan Baru yang Ceria
- 10. Bab [10]: Masalah Internal dan Eksternal
- 11. Bab [11] Sindiran Terbuka dan Terselubung
- 12. Bab [12]: Trik Kecil Melati Fenanto
- 13. Bab [13] Perhitungan
- 14. Bab [14]: Kesepahaman yang Tak Terduga
- 15. Bab [15]: Kamu! Minta Maaf!
- 16. Bab [16]: Menginjakmu Hingga Mati
- 17. Bab [17]: Barang Palsu
- 18. Bab [18] Bertengkar
- 19. Bab [19]: Permohonan Bantuan Arya Fenanto
- 20. Bab [20]: Pesta Keluarga
- 21. Bab [21]: Ibu dan Anak yang Munafik, Dia yang Terus Terang.
- 22. Bab [22]: Pria yang Pendendam
- 23. Bab [23]: Gelombang Barang Palsu
- 24. Bab [24]: Badai Barang Palsu 2
- 25. Bab [25]: Gejolak Barang Palsu 3
- 26. Bab [26]: Orang di Balik Layar
- 27. Bab [27]: Rumah Leluhur Keluarga Kusuma
- 28. Bab [28]: Ketahuan?
- 29. Bab [29] Desain Dicuri
- 30. Bab [30]: Satu Tembakan, Tiga Burung oleh Melati Fenanto
- 31. Bab [31] Bertemu dengan Klien
- 32. Bab [32]: Meracuni
- 33. Bab [33]: Detak Jantung Adrian Kusuma
- 34. Bab [34] Tamparan
- 35. Bab [35]: Menghindar
- 36. Bab [36]: Menggoda Adrian Kusuma
- 37. Bab [37]: Alergi
- 38. Bab [38]: Menyuap
- 39. Bab [39]: Melacak
- 40. Bab [40]: Sari Fenanto Tiba di Kota Fajar Teduh
- 41. Bab [41]: Cemburunya Adrian Kusuma
- 42. Bab [42]: Jatuh Cinta
- 43. Bab [43]: Pesta Ulang Tahun Rangga Kusuma
- 44. Bab [44]: Adrian Kusuma yang Eksentrik
- 45. Bab [45]: Ahmad Setiawan
- 46. Bab [46]: Cemburunya Adrian Kusuma
- 47. Bab [47]: Adrian Kusuma Ingin Menjadi Sopir?
- 48. Bab [48]: Pria Bau yang Tidak Masuk Akal
- 49. Bab [49]: Kontroversi Plagiat
- 50. Bab [50]: Kontroversi Plagiarisme 2
- 51. Bab [51]: Kontroversi Plagiarisme 3
- 52. Bab [52]: Badai Plagiarisme 4
- 53. Bab [53]: Badai Plagiarisme 5
- 54. Bab [54]: Badai Plagiat 6
- 55. Bab [55]: Kontroversi Plagiarisme 7
- 56. Bab [56] Skandal Plagiarisme 8
- 57. Bab [57]: Permintaan Maaf
- 58. Bab [58]: Arya Fenanto yang Cerdas
- 59. Bab [59]: Ibu Ternyata Menyukainya
- 60. Bab [60]: Permata Indah Jewelry
- 61. Bab [61]: Arya Fenanto Menjebak Lily Susanto
- 62. Bab [62]: Agus Salim
- 63. Bab [63]: Mengundurkan Diri
- 64. Bab [64]: Arya Fenanto yang Terkoyak
- 65. Bab [65]: Menginterogasi
- 66. Bab [66]: Sindrom PMS
- 67. Bab [67]: Melati Fenanto yang Berkhayal
- 68. Bab [68]: Adrian Kusuma Menyelamatkan
- 69. Bab [69]: Rencana Adrian Kusuma
- 70. Bab [70]: Melati Fenanto yang Memberontak
- 71. Bab [71]: Dimas Fenanto Ingin Mengakui Ayah
- 72. Bab [72]: Paparazzi Memotret Diam-Diam
- 73. Bab [73]: Penyiksaan
- 74. Bab [74]: Merenung untuk Menyadari Kesalahan
- 75. Bab [75] Strategi
- 76. Bab [76]: Sari Fenanto Ketahuan Mencuri
- 77. Bab [77]: Ciuman Paksa
- 78. Bab [78]: Kekecewaan
- 79. Bab [79]: Mengendalikan
- 80. Bab [80]: Menyerah
- 81. Bab [81]: Canggung
- 82. Bab [82]: Penculikan
- 83. Bab [83]: Ancaman
- 84. Bab [84] Tamu Tak Diundang
- 85. Bab [85]: Martabat
- 86. Bab [86] Desain
- 87. Bab [87]: Tikungan Tajam
- 88. Bab [88]: Selera
- 89. Bab [89]: Pria Anjing
- 90. Bab [90]: Memberi Obat
- 91. Bab [91]: Perhitungan
- 92. Bab [92]: Pria Cerdas
- 93. Bab [93]: Pria Berwajah Tebal
- 94. Bab [94]: Kepala Batu Tak Tahu Malu
- 95. Bab [95] Menjijikkan
- 96. Bab [96] Konfrontasi
- 97. Bab [97]: Kucing Belang
- 98. Bab [98]: Pendarahan Besar
- 99. Bab [99]: Bantuan dari Tiga Anak Kecil
- 100. Bab [100]: Tubuh Bawah yang Tak Terkendali
- 101. Bab [101]: Nenek Keluarga Fenanto
- 102. Bab [102]: Istri Muda Tidak Punya Uang
- 103. Bab [103]: Nenek yang Lebih Menyayangi Anak Laki-laki
- 104. Bab [104]: Ayah dan Putra Sulung Menghilangkan Kesalahpahaman
- 105. Bab [105] Gita Wibowo
- 106. Bab [106] Ketidakpercayaan
- 107. Bab [107] Bertemu dengan Rangga Kusuma
- 108. Bab [108] Hadiah Pertemuan
- 109. Bab [109] Malam Pertama di Rumah Baru
- 110. Bab [110] Pengakuan Cinta Adrian Kusuma
- 111. Bab [111] Melati Fenanto Meledak Popularitasnya
- 112. Bab [112] Tiket Luna Lianto
- 113. Bab [113] Masa Lalu Luna Lianto
- 114. Bab [114] Serangan Keras dari Jiwa
- 115. Bab [115] Pesta Sosialita
- 116. Bab [116] Gita Wibowo Muncul
- 117. Bab [117] Pendidikan Keluarga
- 118. Bab [118] Aku Mau Lihat Siapa di Antara Kalian yang Berani!
- 119. Bab [119] Aku Adalah Lelakimu
- 120. Bab [120] Sari, kamu sungguh cantik
- 121. Bab [121] Assist Arya Fenanto
- 122. Bab [122] Pesona yang Tak Berkurang Seperti Dulu
- 123. Bab [123] Mengandalkan Diri Sendiri
- 124. Bab [124] Gita Wibowo yang Runtuh
- 125. Bab [125] Nama Hancur dan Tercemar
- 126. Bab [126] Persatuan
- 127. Bab [127] Membawa Pulang Istri Manja
- 128. Bab [128] Keluarga Nandika
- 129. Bab [129] Kamu Menyelidiki Aku?
- 130. Bab [130] Peristiwa Terus Memanas
- 131. Bab [131] Mengandalkan Usia Tua untuk Bertindak Sok Senior
- 132. Bab [132] Mengizinkan Hubungan Romantis di Kantor
- 133. Bab [133] Cium Aku
- 134. Bab [134] Makanan Anjing
- 135. Bab [135] Mencium Tangan Sari Fenanto
- 136. Bab [136] Dani Gunawan yang Tersinggung
- 137. Bab [137] Dani Gunawan Menyaksikan Melati Fenanto di Bawah Pria Lain
- 138. Bab [138] Luna Lianto Memanfaatkan Kesempatan
- 139. Bab [139] Luna Lianto Menggoda Dani Gunawan
- 140. Bab [140] Strategi Menaklukkan Hati Luna Lianto
- 141. Bab [141] Jalan-jalan Bersama Keluarga
- 142. Bab [142] Krisis
- 143. Bab [143] Pemeriksaan Kesehatan
- 144. Bab [144] Perhitungan
- 145. Bab [145] Pesta Hongmen
- 146. Bab [146] Nasi Mentah yang Sudah Menjadi Nasi Matang
- 147. Bab [147] Melawan Tipu Daya
- 148. Bab [148] Mencari Ayah Tiri Bersama Anak
- 149. Bab [149] Pria di Balik Melati Fenanto?
- 150. Bab [150] Teman Kecil Masa Kecil?
- 151. Bab [151] Hamil?
- 152. Bab [152] Memaafkan Ayah
- 153. Bab [153] Teh Hitam Premium dari Pegunungan Jawa Barat
- 154. Bab [154] Musuh Bebuyutan Arya Fenanto
- 155. Bab [155] Stimulasi
- 156. Bab [156] Serangan Balik Luna Lianto
- 157. Bab [157] Anak Panah Tersembunyi
- 158. Bab [158] Lari!
- 159. Bab [159] Aku Datang Menjadi Sandera
- 160. Bab [160] Di Dalam Pistolmu Tidak Ada Peluru!
- 161. Bab [161] Interogasi
