Bab [154] Musuh Bebuyutan Arya Fenanto

"Baiklah." Yuli Susanti tersenyum manis. "Ayo cepat masuk, di luar panasnya minta ampun."

"Aneh," gumam Dimas Fenanto dengan wajah penuh tanya. "Kak, Kakak kenapa sih? Apa semalam kurang tidur? Dari tadi kulihat melamun terus."

Mendengar itu, Yuli Susanti mendekat, menjulurkan tangan mungilnya dan...

Masuk dan lanjutkan membaca