Bab 174

WREN

Matanya liar. Tangannya bersilang erat di dadanya. Dan begitu aku membuka pintu, tatapannya menyapu diriku seperti aku adalah kotoran di ambang pintunya.

"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanyaku, suaraku masih serak karena baru bangun tidur.

Dia mendorongku tanpa izin. "Jadi di sini kamu ber...

Masuk dan lanjutkan membaca