Bab 191

WREN

Aku menatap alat tes pertama.

Tubuhku membeku, pandanganku terpaku ke bawah. Dua garis merah muda.

“Tidak,” desisku, tenggorokanku serasa mengunci. “Tidak, tidak, tidak.”

Dengan tangan gemetar aku meraih yang kedua. Positif.

Yang ketiga. Positif.

Semuanya.

Lututku hampir ambruk. Aku menc...

Masuk dan lanjutkan membaca