Bab 195

WREN

Aku duduk di tepi ranjang sementara dokter pak menulis sesuatu di clipboard-nya, alisnya berkerut. Dia sudah memeriksaku, menanyakan pertanyaan-pertanyaan biasa, tapi kekhawatiran di matanya membuat perutku mengencang.

“Jadi,” katanya dengan lembut, “kamu menyebutkan bahwa demamnya masih ada....

Masuk dan lanjutkan membaca