Bab 223

WREN

Aku terbangun karena suara seseorang memanggil namaku. Sebuah tangan tegas menekan pelan bahuku.

“Wren,” kata Christina, suaranya mendesak. “Bangun, Sayang.”

Aku berkedip, masih limbung, cahaya matahari tumpah lewat sela gorden. “Christina?” gumamku sambil duduk perlahan. “Ada apa?”

Dia men...

Masuk dan lanjutkan membaca