Bab 230

WREN

Angin menderu melalui pepohonan, menerbangkan rambutku ke wajah saat lilin-lilin berkedip dalam kegelapan. Pendeta perempuan berdiri di depanku, tangannya terangkat ke arah bulan.

“Wren,” bisiknya, “melangkahlah ke tengah.”

Jantungku berdetak begitu kencang hingga aku hampir tidak bisa berna...

Masuk dan lanjutkan membaca