Bab [25] Memukulmu Ya Memukulmu

Maya Sujiman memegangi pipinya yang baru saja kutampar, seolah tidak percaya bahwa aku berani memukulnya.

Matanya melotot, penuh dengan amarah. "Sari Wijaya, berani-beraninya kamu menamparku?"

Aku menatapnya dengan dingin. "Maya Sujiman, tamparan ini untuk Ibu."

Setelah berkata begitu, aku melaya...

Masuk dan lanjutkan membaca