Bab [72] Aku Menganggapmu Menjijikkan

“Kemoterapi apaan? Sari Wijaya, kalau mau bohong itu ada batasnya. Lihat dirimu sekarang, mulutmu masih setajam silet begitu, memangnya kamu kelihatan seperti orang yang sakit?”

Wajah Ari Limbong berubah dingin, penuh dengan nada mengejek. “Siapa tahu rambutmu rontok itu karena kena karma. Kamu itu...

Masuk dan lanjutkan membaca