Bab [91] Dipukul Habis-habisan

Mungkin karena tamparan kerasku, Arjuna Limbong hanya bisa menatapku kosong. Beberapa saat kemudian, ia pun tersadar. Matanya memerah karena amarah. "Sari Wijaya, kamu menamparku hanya karena seekor kucing?"

"Memangnya kenapa jika aku menamparmu? Seharusnya kamu bersyukur Donat tidak apa-apa. Kala...

Masuk dan lanjutkan membaca