Bab [26] Pergi atau Tidak Pergi

Pukul enam pagi, telepon dari David Sutanto berdering lebih dulu.

"Nyonya, mobil sudah menunggu di bawah."

Rasa kantuk Joanna Wijaya seketika lenyap, teringat pertengkaran mereka semalam.

Ia tahu, dengan temperamen Adrian Pratama, suaminya itu tidak akan menyerah begitu saja. Adrian pasti berpiki...

Masuk dan lanjutkan membaca