Bab [38] Menemukan Penerus yang Baik

Keduanya sudah hampir selesai makan dan kini sedang mengobrol santai seputar desain.

Jonathan Sutama melihat keraguan di wajah Joanna Wijaya, lalu mengangguk padanya. "Telepon? Angkat saja."

"Kita kan cuma makan malam santai, tidak perlu sampai takut mengangkat telepon."

Mendengar godaan Jonathan...

Masuk dan lanjutkan membaca