Bab [41] Menjadikannya Taruhan

"Tapi sesuai aturan, saat ini hanya saya yang boleh mengawasimu. Kamu belum bisa bertemu dengannya."

Mendengar kalimat itu, secercah harapan tiba-tiba menyala di hati Joanna Wijaya yang tadinya sudah padam.

Jemarinya sedikit melengkung. "Boleh saya tahu, apakah orang itu bermarga Pratama?"

Alangk...

Masuk dan lanjutkan membaca