Bab [8]

Begitu kalimat itu terlontar dari bibir Joanna Wijaya, ia bisa merasakan suhu di dalam ruangan itu turun drastis, seolah anjlok lebih dari tiga derajat.

Dan pusat tekanan itu tak lain adalah pria yang berdiri di hadapannya.

Kelembutan di mata Adrian Pratama lenyap dalam sekejap, begitu cepat hingg...

Masuk dan lanjutkan membaca