
Kutukan Sang Alpha
Kianna Walpole · Sedang Diperbarui · 110.1k Kata
Pendahuluan
Kutukan Sang Alpha diciptakan oleh Kianna Walpole, seorang penulis eGlobal Creative Publishing.
Bab 1
Malam Pengorbanan Tahunan
Sebagai putri seorang Alpha, Waverly Scott memahami tata cara dan tujuan pengorbanan; untuk memenuhi tuntutan sang Serigala Merah, dengan harapan anggota mereka yang dipilih dapat menjadi Luna-nya.
Meski demikian, hal itu tidak membuat emosinya berhenti bergejolak tiap kali waktu Pengorbanan mendekat, takut kalau-kalau giliran bagi kawanannya tiba. Sebagaimana yang ayahnya katakan, berpartisipasi dalam Pengorbanan adalah kewajiban mereka, meski sang ayah tidak pernah memberitahukan alasannya.
Hari tersebut datang dan berlalu tiap tahun, dengan para anggota dari kawanan terpilih bertanya-tanya apakah perempuan pilihan mereka akan kembali. Sejauh ini, belum ada seorang pun yang kembali.
"Menurutku itu karena sang Serigala Merah membunuh kawanan tersebut gara-gara mereka tidak mengirimkan pasangannya!" seorang anak laki-laki berseru dengan antusias selagi menyeimbangkan diri di atas batu. Rambutnya diacak-acak oleh semilir angin sore yang bertiup melintasi area terbuka dari kota pertanian mereka yang kecil.
"Kudengar dia adalah orang Liar--tahu, 'kan, orang yang tidak bisa membedakan orang lain dalam wujud serigala mereka!" ujar anak laki-laki kedua.
Anak laki-laki ketiga ikut menimpali, "Yah, kudengar dia menyembunyikan jasad mereka di ruang bawah tanahnya! Jared McDuvern dari kawanan Rembulan yang memberitahuku."
"Mana mungkin Jared McDuvern tahu itu!" bocah kedua berteriak dengan nada menuduh.
"Aku juga mempertanyakan hal yang sama," Waverly berkata sambil menghampiri gerombolan anak itu dengan buku gambar di tangannya. Dia duduk di sebuah batu di sebelah mereka, kemudian meletakkan papan gambar di pangkuannya.
"Ayahnya, 'kan, seorang Alpha!" bocah kedua memberi tahu. "Dia tau hal-hal besar yang terjadi. Dia itu pewaris selanjutnya, tahu."
"Kau benar," komentar Waverly. "Tapi menurutku ..." dia mencondongkan tubuhnya ke anak-anak yang berkumpul di sekitarnya, kemudian berbisik, "menurutku, sang Serigala Merah adalah seorang penyihir yang menyamar."
Bocah itu melangkah mundur, terkejut. "Wow ... aku tidak pernah berpikir begitu."
"Kau, 'kan, memang tidak pernah berpikir, Tristan," bocah ketiga menyahut.
"Hei! Tarik ucapanmu!"
Anak ketiga itu menyeringai, "Bagaimana kalau kita lomba lari saja? Yang terakhir sampai di puncak bukit anjing goreng!"
Dalam sekejap, mereka pun pergi, dengan debu dari jalanan berkerikil menunjukkan tiga pasang jejak sepatu kecil yang berubah menjadi jejak serigala di ujung jalan.
Waverly memperhatikan pemandangan di sekitarnya, mencoba menentukan sebuah lanskap atau sosok untuk digambar. Dia membuka buku gambarnya dan membalik halaman-halaman yang dipenuhi gambar sepasang mata yang sama; sebelah hitam dan sebelah biru. Meskipun dia menggambarnya dengan gaya yang berbeda-beda, siapa pun yang melihat pasti sadar bahwa semuanya adalah sepasang mata yang sama. Namun, hari ini Waverly bertekad untuk menggambar sesuatu yang baru.
Dia memposisikan pensilnya di atas kertas dan mulai menggambar garis halus baru. Benaknya kembali memikirkan malam yang akan datang. Setiap tahun, sang Serigala Merah akan memilih kawanan mana yang akan menunjuk seorang kandidat untuk Pengorbanan Tahunan. Dari waktu sebuah kawanan terpilih, mereka punya waktu 4 tahun sebelum giliran mereka kembali tiba, untuk memastikan setiap kawanan dalam area tersebut menyediakan persembahan.
Saat terakhir kawanan Lycan terpilih adalah 3 tahun yang lalu. Menurut perhitungan, mereka masih memiliki setahun lagi sebelum memilih korban lain. Lantas, mengapa tangan Waverly agak gemetar?
Dia menatap gambarnya dan mendapati bahwa dia kembali menggambar mata itu.
"Waverly! Rupanya kau di sana!"
Waverly menyingkirkan pikirannya. Dia meletakkan pensilnya di antara dua halaman dan menutup buku tersebut. Ia menengadah dan melihat sosok bertubuh mungil berambut merah berlari menghampirinya, matahari yang tenggelam menegaskan semburat pirang di rambut gadis itu. Gadis itu jatuh terbungkuk dengan tangan di lututnya ketika berhenti.
"Aku tadi berlari mengelilingi kota untuk mencarimu, tapi Peter bilang kau pasti ada di rumahmu, lalu ketika aku sampai di sana, ibumu, maksudku sang Luna, mengatakan bahwa kau sedang bersama adikmu, dan ketika ternyata kau tidak sedang bersama Isadore--"
"Whoa, whoa, tenang, Reina. Kau sudah menemukanku. Ada apa?"
Reina menarik napas dan menegakkan tubuhnya. Matanya sangat besar untuk anak 10 tahun, tapi gadis itu mengingatkan Waverly pada Isadore saat seumurannya, membuat dia tidak mampu menahan senyum.
"Cowok-cowok."
Waverly tertawa kecil dan dengan cepat menutupi mulutnya dengan tangan, kemudian terbatuk untuk menyembunyikan cekikikannya.
"Cowok-cowok, ya?"
"Iya!" Reina memposisikan dirinya di atas batu di sisi Waverly, memaksanya untuk bergeser. "Mereka itu sangat ..."
"Menyebalkan?"
"Lebih tepatnya ... menjengkelkan. Mereka ingin kau tetap di tempat sementara mereka pergi bersama yang lain, dan ketika mereka kembali, mereka mengajakmu bermain seolah-olah mereka tidak baru saja meninggalkanmu. Itu tidak adil!" Reina menunduk sambil menendangi rumput di bawah sepatunya. "Aku juga ingin ikut berlari."
Waverly mengikuti arah tatapan Reina. "Apa ini tentang Bryce?"
Mata Reina dengan cepat naik. "Bryce? Tentu saja bukan!"
"Hmmm ... aku setuju, sih. Dia memang tampan. seorang murid Beta muda yang luar biasa."
Mata Reina berbinar. "Ya! Dia sangat gesit dan menguasai pelacakan dengan sangat cepat! Itu benar-benar—" gadis itu berhenti ketika bertatapan dengan mata kelabu gelap milik Waverly.
"Waverly ... bagaimana kau bisa tahu bahwa kau telah menemukan pasanganmu?"
Tiba-tiba kedua gadis itu terdiam, sehingga yang terdengar hanya gemersik angin dan suara anggota kawanan Lycan lain di rumah-rumah mereka dari kejauhan.
"Aku tidak tahu," jawab Waverly jujur. "Aku masih belum menemukan pasanganku."
Mata Reina membesar. "Belum? Aku pikir, di usiamu sekarang, kau seharusnya sudah punya pasangan!"
Kali ini Waverly benar-benar tertawa. "Kau pikir aku ini setua apa?!"
Reina mengangkat bahu, namun tidak menjawab.
Waverly tersenyum pada gadis di sebelahnya. "Hal itu terjadi pada waktu yang berbeda-beda dengan cara yang berbeda pula bagi setiap manusia serigala. Tapi, dari apa yang kudengar, butuh beberapa waktu untuk mengetahui apakah seseorang benar-benar pasanganmu. Ketika itu terjadi, tiba-tiba kau akan merasa terhubung dengan mereka dan langsung mencium aroma kesukaanmu. Lalu, semuanya akan terasa pas."
"Kau tahu apa aroma kesukaanku?" tanya Reina.
Waverly pura-pura berpikir sejenak, kemudian menggeleng.
"Burrito."
Keduanya tertawa sebelum tawa Reina terhenti. Sesosok tinggi kurus terlihat berlari kecil menuruni jalan. Sosok itu membawa sesuatu di tangannya, dan saat ia semakin dekat, Waverly segera mengenalinya.
"Demi Lycan, Finn, jika ini soal gaya pakaian Isadore lagi, aku tidak tahu apa yang--"
"Bukan tentang itu."
Waverly menatap mata coklat Finn dan terdiam ketika menyadari betapa serius abangnya yang biasanya terlihat sok itu.
"Ini tentang Pengorbanan."
Dia menyerahkan selembar kertas yang tadi Waverly lihat kepada gadis itu. Mata Waverly meneliti kata-kata yang tertulis rapi di bawah panji dengan lambang kawanan Serigala Merah.
"Kita telah dipilih."
Bab Terakhir
#100 Bab 100
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#99 Bab 99
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#98 Bab 98
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#97 Bab 97
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#96 Bab 96
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#95 Bab 95
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#94 Bab 94
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#93 Bab 93
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#92 Bab 92
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026#91 Bab 91
Terakhir Diperbarui: 3/12/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Kecintaan Satu Malam
Dia berkata: "Kasar, tidak profesional, melempar wanita. Tidak heran seorang pria seperti Anda akan merampok seorang wanita. "
Dia mencentang bibirnya: mata tersapu di atas tubuhnya, samar-samar: "kekanak-kanakan, bandara, masalah cinta, bahkan wanita tidak bisa dipanggil, saya enggan menerima Anda." "
Dia mencibir: Tidak, aku akan menemukan seorang pria yang bersedia menerimaku.
Dia menggendongnya: Saya tidak pergi ke neraka, yang pergi ke neraka
Setelah menikah.
"Apa tiga disiplin ilmu dan delapan catatan?" Seorang kolonel menatap wanita yang telah kembali terlambat dan menatap wajah merahnya karena minum.
"Eh- "Wanita minum di kepala, orang tua tidak tahu, tetapi juga kembali tiga disiplin ilmu delapan perhatian?"
"Sepertinya pendidikan kemarin tidak cukup mendalam. Hari ini kita harus melanjutkan pendidikan kita. "Seorang kolonel akan mabuk bahu wanita, dengan kekuatan fisik untuk memberitahunya, apa yang disebut tiga disiplin ilmu, delapan perhatian.
Segera setelah di kamar datang tangisan seorang wanita: "Brengsek, aku ingin bercerai." "
Suara seorang kolonel sangat tenang: "Maaf, tentara tidak bisa bercerai." "
"Aku akan protes, uh- "
Brengsek, selalu menggunakan trik ini, dia tidak bosan ah?
Putri Raja Judi: Kebangkitan Sang Putri
Istri Misterius
Setelah mereka bercerai, Evelyn muncul di hadapan Dermot sebagai Dr. Kyte.
Dermot sangat mengagumi Dr. Kyte dan jatuh cinta padanya. Dermot bahkan mulai mengejar Dr. Kyte dengan penuh semangat!
Evelyn bertanya kepada Dermot, "Kamu tahu siapa aku?"
Dengan percaya diri, Dermot menjawab, "Tentu saja. Kamu adalah Dr. Kyte, seorang dokter yang sangat terampil. Selain itu, kamu juga seorang hacker kelas atas dan pendiri merek fashion mewah!"
Evelyn mendekatkan diri ke telinga Dermot dan berbisik lembut, "Sebenarnya, aku juga mantan istrimu!"
(Saya sangat merekomendasikan sebuah buku yang sangat menarik hingga saya tidak bisa berhenti membacanya selama tiga hari tiga malam. Buku ini sangat mengasyikkan dan wajib dibaca. Judul bukunya adalah "Cerai Mudah, Rujuk Sulit". Kamu bisa menemukannya dengan mencarinya di kolom pencarian.)
Pengantin Palsu: Pembantu Manis Menjadi Nyonya Howard
Pembaca yang terhormat, karena beberapa masalah kesehatan, saya perlu memperlambat jadwal pembaruan untuk cerita kesayangan kita untuk sementara waktu. Terima kasih atas pengertian dan dukungan Anda yang terus berlanjut!
Cinta dan Nafsu: Skandal di Keluargaku
Ibuku meninggal sejak aku kecil, dan ayahku yang baik hati serta kuat telah mengambil peran untuk merawat anak-anakku di rumah. Segala upaya dan obat-obatan telah kucoba untuk mengembalikan fungsi ereksiku yang normal, namun semuanya sia-sia. Suatu hari, saat berselancar di internet, tanpa sengaja aku menemukan literatur dewasa yang melibatkan hubungan antara ayah mertua dan menantu, yang tanpa kusadari langsung membuatku terpikat dan terangsang.
Berbaring di samping istriku yang sedang tidur dengan tenang, aku mulai membayangkan wajahnya pada karakter menantu dalam cerita itu, yang membuatku terangsang sampai tingkat yang luar biasa. Aku bahkan menemukan bahwa membayangkan istriku bersama ayahku sendiri saat aku memuaskan diri sendiri, terasa lebih memuaskan daripada bercinta dengannya secara langsung. Menyadari bahwa aku tanpa sengaja telah membuka kotak Pandora, aku mengakui bahwa tidak ada jalan kembali dari kegembiraan baru yang tak terkendali ini...
Bapak Forbes
Ya ampun! Kata-katanya membuatku terangsang sekaligus kesal. Dia masih sama seperti dulu, brengsek yang arogan dan bossy, selalu ingin segalanya sesuai keinginannya.
"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanyaku, merasakan kakiku mulai lemas.
"Maaf kalau aku membuatmu berpikir kamu punya pilihan," katanya sebelum menarik rambutku dan mendorong tubuhku, memaksaku menunduk dan meletakkan tanganku di atas meja kerjanya.
Astaga. Itu membuatku tersenyum, dan membuatku semakin basah. Bryce Forbes jauh lebih kasar daripada yang kubayangkan.
Anneliese Starling bisa menggunakan setiap sinonim untuk kata kekejaman dalam kamus untuk menggambarkan bos brengseknya, dan itu masih belum cukup. Bryce Forbes adalah lambang kekejaman, tapi sayangnya juga lambang hasrat yang tak tertahankan.
Sementara ketegangan antara Anne dan Bryce mencapai tingkat yang tak terkendali, Anneliese harus berjuang untuk menahan godaan dan harus membuat pilihan sulit, antara mengikuti ambisi profesionalnya atau menyerah pada hasrat terdalamnya, karena batas antara kantor dan kamar hampir sepenuhnya hilang.
Bryce tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkannya dari pikirannya. Untuk waktu yang lama, Anneliese Starling hanyalah gadis yang bekerja dengan ayahnya, dan kesayangan keluarganya. Tapi sayangnya bagi Bryce, dia telah menjadi wanita yang tak tergantikan dan provokatif yang bisa membuatnya gila. Bryce tidak tahu berapa lama lagi dia bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya.
Terlibat dalam permainan berbahaya, di mana bisnis dan kenikmatan terlarang saling terkait, Anne dan Bryce menghadapi garis tipis antara profesional dan pribadi, di mana setiap tatapan yang dipertukarkan, setiap provokasi, adalah undangan untuk menjelajahi wilayah berbahaya dan tak dikenal.
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan
Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.
Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.
Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.
Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.
Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Ayah Presiden, ayo segera
Dengan tubuh yang patah, tetapi dalam sedih mereka tidak berdaya ketika kecelakaan mobil ...
Empat tahun kemudian, dia memiliki putra yang cantik dan suami nominal.
Karena anaknya mengalami masalah, dia tidak sengaja bertemu dengan pria pengganggu bernama Li Shengtian, dan sejak saat itu, dia terjerat dengan itu.
Pria itu tidak hanya menciumnya pada kesempatan pertama, tetapi dia bahkan mengambil hati putranya se seakan-sesering itu.
Hidupnya benar-benar dalam kesulitan karena penampilannya.
Ketika orang-orang munafik suaminya mendirikan runtuh, kekejaman saudara perempuan terekspos, orang tua dan penggemar kehidupan sedikit tidak terwujud, ingatannya, juga mulai berangsur pulih.
Bekas luka dilucuti lapisan demi lapisan, dia menemukan bahwa dia telah terbiasa dengan keberadaan pria itu, bahkan jika semua orang meninggalkannya, hanya dia, masih ada untuk tidak meninggalkan ...
Sudah waktunya untuk menemukan suami untuk diri sendiri dan menemukan ayah kandungnya untuk anak anda!
Kesayangan CEO
Dia adalah kaisar gelap yang ditakuti semua orang, dikabarkan kejam dan kejam, dan tegas, tetapi dia hanya memanjakannya tanpa hukum.
Suatu hari, reporter bertanya: "Nyonya Lu, apakah Anda memiliki sesuatu yang perlu ditakuti?"
Gu Mengmeng tidak meneteskan air mata di wajahnya.
Dia hanya takut pada dua hal sekarang.
Pertama, cium suamimu!
Kedua, suami tercinta setelah mematikan lampu!
Cinta Terburu-buru Sang CEO
Putri Sang Kesatria
Saat ia berusaha mempertahankan hubungan mereka, pria itu membalasnya dengan tuduhan pedas — menyebutnya sebagai pencari untung yang tak peduli pada tanggung jawab dan kehormatan yang lebih besar.
Kini, tekadnya bulat. Dengan pedang terhunus dan hati yang teguh, ia menaiki kudanya dan pergi meninggalkan segalanya.
Sebagai putri seorang legenda, ia akan membuktikan pada dunia: seorang perempuan pun mampu memikul tanggung jawab keluarganya, dan menjadi seorang kesatria sejati — sekaligus pemimpin yang tangguh.
PUTRI SANG KESATRIA
KEHAMILAN MANTAN ISTRI MILYARDER
Beberapa bulan kemudian Miselia mendapati dirinya hamil. Tiba-tiba Evan kembali datang dan mendeklarasikan jika Miselia adalah miliknya. Tetapi, Miselia yang kini menjadi ahli waris menolak kedatangan Evan, sang mantan suami.
Akankah CEO yang penuh teka-teki itu memenangkan cintanya kembali atau kebencian akan menang pada akhirnya?












