Bab [37]

"Mau sampai kapan kamu ngelihatin aku? Apa kamu mau membuat wajahku berlubang karena terus kamu tatap?"

Jindra Gunawan tiba-tiba menoleh dan menatapku.

Namun, saat tatapan kami bertemu, sepertinya dia teringat sesuatu. Dia pun kembali membuka mulut. "Maaf, maksudku, kalau ada yang ingin kamu katak...

Masuk dan lanjutkan membaca