
Menikah Lagi dengan Miliuner
Kirana Mentari · Sedang Diperbarui · 118.0k Kata
Pendahuluan
Di tengah hubungan itu, suamiku menghina aku—menyebutku sebagai “babi gendut.”
Seolah belum cukup, ibu mertuaku menyebabkan aku keguguran.
Dengan hati yang hancur, aku memutuskan untuk meninggalkan pria kejam itu dan rumah dingin yang kami tinggali.
Namun pada saat aku terpuruk dan hampir kehilangan harapan, seorang pria lembut dan tampan muncul dalam hidupku…
Dia perlahan menghangatkan hatiku yang telah remuk berkeping-keping.
Bab 1
Saat Felix Fajar menelepon dan bilang tidak bisa pulang untuk makan malam, aku baru saja meletakkan hidangan terakhir di atas meja.
Di layar video, wajahnya yang tampan seperti biasa dipenuhi rasa bersalah. "Maaf ya, Sayang. Kamu tahu sendiri kan, perusahaan lagi dalam tahap berkembang. Aku benar-benar nggak bisa menolak ajakan klien untuk acara seperti ini!"
Sejak orang tuaku meninggal, dia bersumpah di depan makam mereka akan menjagaku seumur hidup dan memberiku kehidupan yang bahagia tanpa beban. Sejak saat itu, ini sudah ketujuh kalinya dalam sebulan ini dia tidak pulang karena 'acara dengan klien'.
Aku merasa sedikit kecewa, tetapi lebih banyak lagi merasa kasihan padanya.
Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Tadinya aku ingin memasak hidangan kesukaannya untuk merayakannya. Namun, demi masa depan kami yang lebih baik, dia begitu sibuk sampai tidak bisa pulang.
"Nggak apa-apa," kataku dengan suara lembut. Dia sepertinya menelepon dari toilet, terlihat dari dinding putih di belakangnya dan suara riuh di luar. "Jangan minum terlalu banyak, ya. Kalau sudah terlalu malam, nggak usah maksain pulang, bahaya. Besok pagi saja pulangnya."
Wajah Felix Fajar langsung terlihat sangat terharu. "Sayang, kamu baik banget, sih. Bisa menikahimu benar-benar anugerah terindah dalam hidupku!"
Dia sepertinya ingin mengatakan sesuatu lagi, tetapi tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
Disusul suara wanita yang merdu dan genit. "Kak Felix, sudah selesai?"
Jantungku berdebar kencang. Suara itu, dan panggilan itu...
Baru saja aku mau bertanya, Felix Fajar buru-buru berkata, "Sayang, klien sudah panggil aku, nih. Aku tutup dulu ya, love you!"
Setelah itu, dia mengirim ciuman virtual ke layar dan langsung mematikan video call.
Di sini, aku tiba-tiba merasa gelisah.
Klien biasa, kalaupun tidak memanggil "Pak Fajar", seharusnya memanggil nama saja, kan?
Namun, kenapa wanita itu memanggilnya "Kak Felix"?
Mungkin saja... asisten dari pihak klien atau semacamnya. Zaman sekarang kan sudah biasa memanggil pria dengan sebutan "kakak" atau "abang" untuk mengakrabkan diri?
Meski begitu, kecurigaan itu seperti benih yang telah jatuh dan tertanam di dalam hatiku.
Makan malam terasa hambar. Saat membersihkan diri, aku terus meyakinkan diriku sendiri bahwa mungkin ini hanya karena hormon kehamilan yang membuatku jadi paranoid. Felix Fajar begitu mencintaiku, begitu lembut dan perhatian, rasanya tidak mungkin dia macam-macam di luar sana.
Walaupun aku terus berkata begitu pada diriku sendiri, tidurku malam itu tetap tidak nyenyak.
Di tengah kantuk, samar-samar aku mendengar ponselku berdering.
Tanpa sadar aku mengangkatnya, mengira itu Felix Fajar yang menelepon minta dijemput.
"Halo?"
Aku menyapa, tetapi tidak ada jawaban dari seberang. Hanya terdengar desahan-desahan mesra yang saling bersahutan.
Aku tertegun, jantungku terasa sesak.
Sambil memeluk selimut, aku duduk dan menyalakan lampu. "Halo, bicaralah! Siapa kamu sebenarnya?"
Jantungku serasa melayang di udara. Rasa cemas yang mencekam terasa seperti tangan besar yang mencekik leherku, membuatku sulit bernapas.
Suara desahan di telepon masih berlanjut, tetapi kemudian terdengar suara wanita lain yang begitu genit dan menggoda.
"Setiap kali ketemu, kamu kayak orang kelaparan, maunya nelan aku hidup-hidup. Luna Laura itu gimana sih jadi istri, kok bisa bikin kamu nggak pernah puas begini!"
Luna Laura. Namaku.
Mendengar itu, napasku tertahan. Tanpa sadar aku menahan napas.
Lalu, aku mendengar suara yang sangat kukenal, tetapi dengan nada jijik yang belum pernah kudengar sebelumnya.
"Ngapain sih sebut-sebut perempuan gendut jelek itu di saat begini? Bikin selera hilang aja!"
'DUARR!'
Rasanya seperti disambar petir. Kepalaku berdengung hebat.
Di trimester akhir kehamilan, nafsu makanku memang meningkat drastis, berat badanku naik lebih dari lima belas kilogram. Tubuhku yang dulu langsing berbentuk S dengan berat 45 kilogram, kini berubah menjadi gemuk dengan berat 60 kilogram. Wajahku yang tadinya tirus pun jadi bengkak seperti bakpao, berminyak, dan muncul banyak flek kehamilan.
Sering kali saat bercermin, aku sendiri jijik melihat penampilanku sekarang.
Aku juga sering cemas dan tidak bisa tidur karenanya. Aku berulang kali bertanya pada Felix Fajar, apakah dia jijik melihatku yang sekarang.
Namun, dia selalu memelukku dan membujukku dengan nada paling lembut dan sabar, "Sayang, kamu ngomong apa, sih? Apa aku tipe orang yang nggak tahu terima kasih?! Kamu jadi begini kan karena mengandung anak kita. Aku makin cinta sama kamu, mana mungkin aku jijik?"
Saat itu, mendengar kata-katanya, aku begitu terharu. Aku merasa telah menemukan pria terbaik di dunia.
Akan tetapi sekarang, aku merasa seolah-olah seluruh tubuhku direndam dalam air es. Rasa dingin meresap ke tulang-tulangku, seakan ingin membekukanku.
Wanita itu tertawa genit dengan suara bergetar. "Kalau kamu jijik sama dia, kenapa nggak kamu ceraikan saja? Setiap kali mau menemuiku, selalu pakai alasan klien. Klien mana yang rela kamu 'kerjain' seenaknya begini?"
"Sayangku, aku kan nggak punya pilihan lain." Suara Felix Fajar terdengar pasrah. "Dia lagi hamil sekarang, aku mau cerai pun nggak bisa. Sabar ya, sebentar lagi. Apa yang aku janjikan padamu pasti akan aku penuhi."
Wanita itu memukulnya pelan. "Bisa aja kamu ngomong manis buat bujuk aku. Kalau kamu memang jijik sama dia, kenapa kamu sampai bikin dia hamil?"
Felix Fajar tertawa. "Kayaknya aku kurang keras, ya, sampai kamu masih sempat mikirin hal-hal kayak gitu!"
Setelah itu, terdengar suara hentakan kuat beberapa kali, diiringi bunyi plak-plak yang tak henti-hentinya, membuatku nyaris muntah.
Wanita itu terhentak hingga suaranya pecah, tidak bisa lagi bicara. Yang tersisa hanyalah suara pergulatan tubuh mereka.
Aku tidak tahan lagi mendengarnya dan langsung mematikan telepon.
Kamar tidur ini begitu sunyi, sunyi sampai hanya terdengar deru napasku yang tak percaya.
Aku menggenggam ponselku erat-erat, masih linglung.
Aku tidak percaya, Felix Fajar yang begitu mencintaiku, ternyata benar-benar mengkhianatiku.
Aku dan Felix Fajar adalah teman seangkatan di universitas. Saat ospek, tim putra dan putri ditempatkan di kompi yang berbeda untuk latihan. Namun, sebuah pertandingan persahabatan antar kompi mempertemukan kami.
Saat itu, aku dan dia dijadwalkan untuk bertanding. Begitu melihatku, wajahnya langsung memerah.
Seharusnya dia adalah anggota teladan di kompinya, tetapi dia malah sengaja mengalah dalam dua ronde.
Seluruh anggota dari kedua kompi bersorak-sorai. Aku melihat pemuda berseragam loreng yang gagah dan tampan itu berdiri di bawah terik matahari, wajahnya semerah tomat di musim gugur, begitu malu sampai tidak berani menatapku langsung.
Momen itu, setiap kali aku mengingatnya, jantungku selalu berdebar kencang seperti anak rusa!
Setelah itu, seperti yang kuduga, dia menyatakan cinta padaku, dan aku menerimanya. Kami pun resmi berpacaran.
Di hari wisuda, dia mewakili mahasiswa berprestasi untuk berpidato di atas panggung, tetapi di tengah pidatonya, dia langsung melamarku.
Dia bilang aku adalah cinta pertamanya. Sejak pertama kali melihatku, dia merasa bahwa aku adalah takdirnya.
Dia bilang semua usahanya adalah untuk memberiku kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Dia bilang aku adalah tujuan hidupnya, harta karun terbesarnya, karena itu dia selalu memanggilku "Sayang".
Hari itu dia bicara banyak sekali. Banyak teman di aula wisuda yang terharu sampai menangis.
Semua orang bersorak menyuruhku untuk menikah dengannya, bahkan banyak dosen yang merestui hubungan kami.
Pria yang dulu begitu mencintaiku, yang menempatkanku di puncak hatinya, bagaimana bisa cintanya hilang begitu saja?!
Sambil menarik napas dalam-dalam, aku memutuskan untuk mengkonfrontasi Felix Fajar.
Aku langsung meneleponnya.
Panggilan pertama tidak diangkat, yang kedua ditolak. Panggilan ketiga berdering hingga hampir putus, baru kemudian diangkat.
Suara pria itu terdengar sangat pelan, seolah sedang menutupi mikrofon dan berbisik, "Kenapa, Sayang? Kok selarut ini belum tidur?"
"Kamu di mana?" Aku tidak langsung menuduhnya.
Felix Fajar menjawab, "Masih ada acara sama klien, kayaknya bakal selesai larut malam. Pengen banget langsung pulang peluk kamu, Sayang, tapi nggak bisa. Demi masa depan kita dan anak kita, terpaksa deh Sayang tidur sendirian malam ini."
"Kamu beneran lagi ada acara?" Akhirnya aku tidak tahan lagi, suaraku terdengar dingin.
Menghadapi tuduhanku, Felix Fajar tidak marah. Dia membujukku dengan sabar, "Sayang, apa si kecil rewel lagi? Jangan marah ya, nanti kalau dia sudah lahir, aku pasti bantu jewer pantatnya. Jangan mikir yang aneh-aneh, ya. Cepat tidur. Aku harus lanjut kerja nih, love you ya!"
Setelah berkata begitu, dia langsung menutup telepon.
Dia menampilkan citra pria baik yang pekerja keras, membuat siapa pun sulit untuk mencurigainya.
Jika bukan karena aku baru saja mendengar percakapannya dengan wanita itu, aku pasti akan tertipu lagi olehnya.
Aku berniat meneleponnya lagi untuk mengujinya, tetapi sebelum sempat menekan nomornya, sebuah video masuk ke ponselku.
Video itu dikirim dari ponsel Felix Fajar. Awalnya kukira dia ingin membuktikan bahwa dia memang sedang bersama klien.
Namun, begitu kubuka, pemandangan pertama adalah pakaian yang berserakan di lantai.
Kemeja putih pria dan setelan lingerie merah milik wanita saling bertumpuk. Kancing manset berbentuk berlian dengan desain unik di ujung lengan kemeja itu memantulkan cahaya berkilauan di bawah lampu oranye yang hangat.
Kancing manset itu ... adalah hadiah yang kupilih dengan susah payah untuknya di hari kami mendaftarkan pernikahan!
Aku tidak mungkin salah mengenalinya!
Jadi, Felix Fajar benar-benar selingkuh
Bab Terakhir
#100 Bab [100]
Terakhir Diperbarui: 4/27/2026#99 Bab [99]
Terakhir Diperbarui: 4/27/2026#98 Bab [98]
Terakhir Diperbarui: 4/27/2026#97 Bab [97]
Terakhir Diperbarui: 4/27/2026#96 Bab [96]
Terakhir Diperbarui: 4/26/2026#95 Bab [95]
Terakhir Diperbarui: 4/27/2026#94 Bab [94]
Terakhir Diperbarui: 4/28/2026#93 Bab [93]
Terakhir Diperbarui: 4/27/2026#92 Bab [92]
Terakhir Diperbarui: 4/26/2026#91 Bab [91]
Terakhir Diperbarui: 4/27/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Sekejap Keindahan
Baru saja sampai di luar pintu, terdengar suara ibu mertua, Bu Meiling, yang terdengar begitu menggoda.
Kemudian terdengar suara erangan dan bisikan aneh...
Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO
Flavour Its Yours
"Kak Sean, walau kau tidak mencintaiku. Tapi, aku akan tetap berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu."
-Anna-
"Kalau kau tau aku tidak mencintaimu, kenapa memilih untuk tetap menerima perjodohan ini?"
-Sean-
Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia
Ketika aku kembali ke Bali dan melanjutkan karierku sebagai dokter, aku dipaksa untuk menghadiri pernikahan ibu angkatku — dan di sanalah dia berada. Kakak tiriku ternyata adalah partner satu malamku!
Jantungku hampir berhenti berdetak.
Keluarga ayah tiriku adalah dinasti yang sangat kaya dan berkuasa di Bali, terlibat dalam jaringan bisnis yang kompleks dan diselubungi misteri, termasuk nuansa gelap serta kekerasan.
Aku ingin menjauh dari siapa pun dari keluarga mafia tradisional Indonesia ini.
Tapi kakak tiriku tidak mau melepaskanku!
Dan sekarang, dia kembali ke Bali, mengelola bisnis keluarganya dengan efisiensi yang kejam. Dia adalah perpaduan berbahaya dari kalkulasi dingin dan daya tarik yang tak terbantahkan, menarikku ke dalam jalinan takdir yang tidak bisa kuhindari.
Secara naluri aku ingin menjauhi bahaya, menjauh darinya, tetapi takdir terus mendorongku kepadanya lagi dan lagi, dan aku kecanduan padanya di luar kendaliku. Seperti apa masa depan kami?
Bacalah bukunya.
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan
Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.
Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.
Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.
Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.
Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Putri Raja Judi: Kebangkitan Sang Putri
Mami, Papi Memintamu Kembali
Enam tahun kemudian, Binar kembali ke tanah air dengan dua anak kembar yang cerdas dan menggemaskan, sekarang dia telah menjadi dokter yang berbakat dan terkenal dan banyak pria hebat yang jatuh cinta padanya!
Mantan suaminya, Barra, sekarang menyesal dan ingin kembali pada pelukannya. Akankah Binar memaafkan sang mantan?
“Mami, Papi memintamu kembali? Apakah Mami masih mencintainya?”
KEHAMILAN MANTAN ISTRI MILYARDER
Beberapa bulan kemudian Miselia mendapati dirinya hamil. Tiba-tiba Evan kembali datang dan mendeklarasikan jika Miselia adalah miliknya. Tetapi, Miselia yang kini menjadi ahli waris menolak kedatangan Evan, sang mantan suami.
Akankah CEO yang penuh teka-teki itu memenangkan cintanya kembali atau kebencian akan menang pada akhirnya?
Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati
Emily dan suaminya yang miliarder berada dalam pernikahan kontrak; dia berharap bisa memenangkan cintanya melalui usaha. Namun, ketika suaminya muncul dengan seorang wanita hamil, dia putus asa. Setelah diusir, Emily yang tunawisma diambil oleh seorang miliarder misterius. Siapa dia? Bagaimana dia mengenal Emily? Yang lebih penting, Emily hamil.
Pelacur Kakakku
"Tolong, Jake. Sekarang. Buat aku klimaks." Aku memohon.
Payton selalu menjadi gadis baik sepanjang hidupnya. Dia hanya ingin keluar dari rumah ibu dan ayah tirinya dan menjalani hidupnya sendiri. Yang tidak dia duga adalah saudara tiri yang sudah lama hilang tiba-tiba muncul dalam hidup mereka dan menjadi teman sekamarnya. Memang benar dia adalah mantan Marinir dengan perut berotot, tapi dia juga seorang mekanik motor yang suka bicara kotor padanya. Kata-katanya membuat Payton bergetar dalam antisipasi, dan tangannya membuat tubuhnya berkedut dan kejang.
Perangkap Ace
Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.
Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.
Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.
Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...
Perangkap Ace.
Ayo! Mas Leng!
Dia berkata: "Garis hidup Anda begitu lama, itu berarti bahwa sumpah Anda dapat dilakukan untuk waktu yang lama, wanita yang Anda cintai akan sangat bahagia dan bahagia ..."
"Apakah Anda ingin menjadi wanita bahagia itu?" tanyanya. "
Dia pikir dia mencintainya, tapi itu masih konspirasi.
Pada hari pernikahan, cinta lama datang dan pergi, dan melihat dinginnya pria itu sendiri dalam sekejap, dan dia tahu bahwa cinta itu berakhir lagi.
Untuk melupakan rasa sakit, lupakan dia, dia mengeluarkan jam saku menghipnotis dirinya sendiri, menghapus semua kenangan tentang dia,
Tapi pria itu tidak membiarkannya pergi, "Wanita! Tidak peduli berapa kali kau melupakanku! Aku akan memanggil kembali cintamu untukku!












