Bab [79] Ingin Memukulmu

Dia mengertakkan rahangnya, lalu melontarkan satu kata dengan dingin, "Terserah."

Melihat sikapnya yang acuh tak acuh, Rio Fauzan mengangkat alis, suaranya meninggi penuh tuntutan, "Apa maksudmu?"

Lani Setiawan menyunggingkan senyum tipis, menjawab dengan nada datar tanpa emosi.

"Lagipula aku sud...

Masuk dan lanjutkan membaca