
Nona Mellon Sudah Bersuami, Bapak Direktur
Maya Sujiman · Sedang Diperbarui · 118.8k Kata
Pendahuluan
Tapi Tuhan memainkan lelucon kejam—aku didiagnosis gagal jantung dan hanya punya sisa bulanan untuk hidup.
Saat cinta sejatinya kembali, aku dengan mudah dibuang.
Tanpa ribut-ribut atau drama, aku pergi meninggalkannya dengan diam-diam, bahkan tak mengambil sepeser pun darinya...
Bab 1
"Nona Wijaya, hasil pemeriksaan Anda sudah keluar. Kondisinya memburuk. Seperti yang saya katakan sebelumnya, obat-obatan saja tidak akan cukup. Sel kankernya terus menyebar. Jika Anda dirawat inap sekarang, mungkin masih ada harapan untuk sembuh."
"Dokter, saya ingin tanya. Kalau saya tidak menjalani kemoterapi, berapa bulan lagi sisa waktu saya?"
Dokter itu terdiam sejenak, suaranya memberat. "Kurang dari tiga bulan."
"Baik, saya mengerti. Terima kasih, Dok."
Sambungan telepon terputus. Sari Wijaya menghela napas panjang, dadanya terasa sesak. Apakah benar dia hanya punya waktu tiga bulan untuk menemaninya?
Belum sempat dia menata kembali pikirannya yang kacau, suara percakapan dari dalam ruang VIP bar itu menyentak kesadarannya.
"Mad, si Tania kan sebentar lagi balik ke Jakarta. Kenapa lo belum putusin cewek itu ... siapa namanya? Sari Wijaya?"
"Sebentar lagi."
Di dalam ruangan, jawaban Ahmad Sentosa terdengar begitu acuh tak acuh. Jari-jarinya yang lentik menjepit sebatang rokok, keningnya sedikit berkerut, seolah sedang memikirkan hal lain yang jauh lebih penting.
Berdiri mematung di luar pintu, Sari Wijaya mendengar setiap kata dengan jelas. Tangannya mengepal erat hingga buku-bukunya menjadi pucat, matanya meredup karena diselimuti kabut kepedihan.
Lima tahun dia menjadi kekasih gelap Ahmad Sentosa, dia sudah menduga hari ini akan tiba. Namun, dia tidak pernah menyangka alasannya adalah karena wanita lain.
"Ngapain bengong di situ? Cepat masuk, antarkan minumannya!" Manajer bar mendelik ke arahnya, wajahnya penuh kekesalan.
Sari Wijaya mengangguk pelan, menundukkan kepalanya serendah mungkin. Namun begitu dia melangkah masuk, sebuah tatapan tajam langsung menusuk ke arahnya. Tanpa perlu mendongak pun, dia tahu milik siapa tatapan itu.
Baru lewat tengah malam ketika Sari Wijaya menyeret tubuhnya yang lelah kembali ke apartemen. Di ruang tamu yang gelap, titik merah dari ujung rokok menyala redup. Aroma tembakau yang pahit dan menyengat langsung menyapa indra penciumannya, membuatnya mengerutkan wajahnya.
Sari Wijaya pernah bilang dia benci bau rokok. Namun, bagi Ahmad Sentosa, perasaan Sari tidak pernah masuk dalam pertimbangannya.
"Jangan nyalakan lampu. Sini." Suara pria itu terdengar jernih namun sedingin es, membuat hati Sari bergetar.
Berbekal cahaya bulan yang samar menembus jendela, Sari Wijaya berjalan mendekat. Belum sempat dia berdiri tegak, pria itu sudah menariknya ke dalam pelukan, mencium bibirnya tanpa permisi, menuntut dan mendominasi. Tangan kekar itu menyusup ke balik punggungnya, membuat pakaiannya meluruh ke lantai. Suasana kamar seketika berubah panas.
Hal semacam ini, selalu bergantung pada suasana hati Ahmad Sentosa.
Ciumannya terasa membakar, namun saat pandangan mereka bertemu, Sari Wijaya hanya melihat sepasang mata yang dingin dan kosong.
Ketika Sari terbangun kembali, Ahmad Sentosa sudah berpakaian rapi. Setelan jas hitam pekat membalut tubuhnya yang tegap, menonjolkan fitur wajahnya yang nyaris sempurna—hidung mancung dan bibir tipis yang menyiratkan ketegasan. Namun, aura yang memancar darinya selalu terasa jauh dan tak tersentuh. Melihat Sari membuka mata, dia hanya melirik sekilas dengan tatapan datar.
"Mulai besok aku tidak akan ke sini lagi. Kamu juga berhenti kerja di bar itu."
Biasanya, Sari Wijaya akan menuruti segala perintah Ahmad Sentosa tanpa bantahan. Namun, kali ini ada rasa tidak rela yang menyeruak di dadanya.
"Kenapa?"
Gerakan tangan Ahmad Sentosa terhenti. Dia menoleh, menatap Sari dengan sorot mata yang semakin dingin.
"Uang yang aku kasih, masih kurang?"
Sari Wijaya tersenyum getir. Jemarinya gemetar, berusaha menyembunyikan rasa perih yang mengiris hati.
Ternyata di mata pria itu, segala pengabdiannya selama ini hanyalah demi uang.
"Tania itu siapa?"
Hampir seketika, Ahmad Sentosa mencengkeram dagu Sari, memaksanya mendongak. Matanya menyipit tajam, penuh intimidasi dan kecurigaan.
"Kamu nguping?"
Kuku Sari menancap ke telapak tangannya sendiri. Dia memaksakan sudut bibirnya terangkat membentuk senyum pahit. "Kebetulan dengar saja. Sekadar penasaran, memangnya nggak boleh?"
Hanya seseorang yang sangat istimewa yang bisa memancing reaksi sekeras ini dari seorang Ahmad Sentosa.
Mendengar itu, Ahmad menatapnya tajam selama beberapa detik sebelum melepaskan cengkeramannya dengan kasar. Tatapannya kembali datar, tanpa emosi. "Bukan urusanmu. Jangan ikut campur, jangan banyak tanya."
Sari Wijaya merekam semua reaksi itu dalam ingatannya. Rupanya, hanya wanita bernama Tania yang mampu mengendalikan emosi pria ini.
Lima tahun. Dia pikir kebersamaan selama lima tahun setidaknya akan menyisakan sedikit ruang di hati Ahmad Sentosa. Namun kenyataan menamparnya keras, itu semua hanya angan-angan kosongnya.
Seseorang dari masa lalu telah kembali dan Sari tahu dia harus tahu diri untuk minggir.
"Tenang saja, aku akan transfer pesangon dalam jumlah besar. Cukup untuk membiayai hidupmu sampai tua."
Rasanya ada batu besar yang menyumbat tenggorokan Sari. Dia menunduk, suaranya terdengar serak. "Aku nggak butuh."
Tatapan Ahmad Sentosa meredup, dia menghela napas pelan, seolah menghadapi anak kecil yang rewel. "Sari, jangan cari masalah."
Sari Wijaya. Jangan ikut campur, jangan banyak tanya dan jangan cari masalah.
Dalam hubungan mereka, Sari Wijaya selamanya berada di posisi yang lemah, pihak yang tidak punya suara.
Hidup yang selalu diatur orang lain ... lima tahun ini rasanya sudah cukup.
"Ahmad, bisa kasih aku waktu tiga bulan lagi?"
Kalimat yang dia pendam itu akhirnya terucap. Tubuh Sari terasa lemas, namun dia tetap berusaha mempertahankan senyum di wajahnya.
Tiga bulan terakhir. Dia hanya ingin Ahmad Sentosa ada di sisinya, membiarkannya bermimpi indah untuk terakhir kalinya, meskipun itu semua palsu.
"Alasannya?"
Cahaya lampu jalan yang menembus jendela jatuh menimpa sosok Ahmad Sentosa, membuatnya terlihat semakin dingin dan tak terjangkau. Matanya menyiratkan ketidakpedulian, sama sekali tak tersentuh oleh permohonan Sari.
"Kita kan tanda tangan kontrak untuk lima tahun? Masih ada sisa tiga bulan lagi sebelum kontraknya habis. Lagi pula, tinggal sebentar lagi, kan?" Sari berusaha terdengar santai, mati-matian menjaga senyumnya agar tidak retak.
"Alasanmu nggak masuk akal. Kalau soal uang, kamu tenang saja. Kamu sudah ikut aku lima tahun, aku pasti tidak akan membiarkanmu kekurangan." Ahmad Sentosa merogoh saku, mengeluarkan sebatang rokok dan menyulutnya. Kebiasaan lamanya.
Baginya, sikap Sari Wijaya ini hanyalah rengekan manja biasa. Sesekali mungkin terasa seperti bumbu hubungan, tetapi jika terlalu sering, dia tidak punya toleransi untuk itu.
Sari Wijaya meremas tangannya sendiri, menahan gejolak emosi yang siap meledak. Harga dirinya memaksanya untuk tetap tenang. Dia menyelipkan anak rambut ke belakang telinga, menampilkan senyum yang terlihat begitu tenang.
"Sepertinya Tania itu benar-benar penting buat kamu ya. Sebenarnya, aku juga sudah lama ingin menikah. Karena kita sudah putus, pas banget, aku jadi bisa mulai cari pacar dan menjalin hubungan yang serius."
Ahmad Sentosa memijat pangkal hidungnya. Sari tahu, itu gerakan kecil yang selalu dia lakukan saat sedang kesal.
Namun, apakah dia kesal karena Sari menyebut nama Tania, atau karena Sari bilang ingin mencari pacar baru?
"Terserah."
Tanpa membuang waktu lagi, pria itu menyambar jam tangan mewah di atas meja, berbalik dan melangkah pergi. Langkah kakinya tegas, tanpa sedikitpun keraguan atau keinginan untuk menoleh ke belakang.
Padahal, dengan kekuasaan Ahmad Sentosa, mudah saja baginya untuk menyelidiki dan mengetahui bahwa tidak ada laki-laki lain. Bahwa itu semua bohong. Sayangnya, orang yang bisa membuatnya peduli sampai sejauh itu, bukanlah Sari Wijaya.
Sari Wijaya menatap punggung tegap itu menjauh hingga menghilang di balik pintu. Rupanya, dia benar-benar sudah muak.
"Nona Wijaya, untuk apa mempersulit diri sendiri seperti ini?"
Yang masuk ke ruangan adalah asisten pribadi Ahmad Sentosa, Surya Fauzan.
Di tangannya ada segelas air dan satu butir pil kontrasepsi. Ini adalah prosedur wajib setiap kali dia dan Ahmad Sentosa menghabiskan malam bersama.
Tanpa ragu, Sari Wijaya menelan pil itu. Dia menepis cek yang disodorkan Surya Fauzan, lalu mengeluarkan kartu hitam dari saku mantelnya dan meletakkannya di atas meja.
"Saya hanya mengambil apa yang menjadi hak saya. Sisanya, tolong kembalikan ke dia."
"Nona Wijaya, saya tahu ucapan Nona tadi cuma alasan. Uang ini sebaiknya Nona ...."
"Sudah, nggak perlu dibahas lagi." Sari Wijaya melambaikan tangan, matanya menyiratkan kelelahan yang amat sangat.
Melihat itu, Surya Fauzan hanya bisa menghela napas dan undur diri.
Kini ruangan itu kembali sunyi. Sari Wijaya memeluk tubuhnya sendiri erat-erat, mencoba mencari sisa-sisa kehangatan yang nyaris tidak ada.
Bahkan waktu tiga bulan saja dia tidak sudi memberikannya. Benar-benar hati yang kejam.
Bab Terakhir
#100 Bab [100] Jauh dari Cukup
Terakhir Diperbarui: 4/16/2026#99 Bab [99] Dia Lagi
Terakhir Diperbarui: 4/16/2026#98 Bab [98] Mengambil Kembali
Terakhir Diperbarui: 4/16/2026#97 Bab [97] Menginginkan Nyawa Siapa
Terakhir Diperbarui: 4/16/2026#96 Bab [96] Surat Wasiat
Terakhir Diperbarui: 4/16/2026#95 Bab [95] Dia Tidak Mau
Terakhir Diperbarui: 4/16/2026#94 Bab [94] Membuka Kuburan
Terakhir Diperbarui: 4/16/2026#93 Bab [93] Menipunya
Terakhir Diperbarui: 4/16/2026#92 Bab [92] Dia Meninggal
Terakhir Diperbarui: 4/16/2026#91 Bab [91] Menikah
Terakhir Diperbarui: 4/16/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan
Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.
Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.
Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.
Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.
Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Boneka Iblis
"Rileks, ya." Aku mencium bokong kirinya dan memutar jariku di dalamnya, lalu mendorongnya dengan keras.
"Ahh!"
Dia mengeluarkan erangan panas saat aku menyentuh titik sensitifnya, dan aku mendekati payudara kanannya, menandainya dengan gigitan dan hisapan. Aku ingin semua orang tahu besok bahwa dia sekarang punya seorang pria, pria yang akan menjadi satu-satunya pemiliknya. Setiap gerakannya akan kuketahui, hanya aku yang bisa memilikinya. Aku akan membunuh siapa pun yang berani mendekati boneka kecilku yang cantik ini.
Hidup Aurelia berubah drastis ketika dia dituduh salah membawa ganja di dalam ranselnya, dia dikirim ke Penjara Horizon yang terkenal, yang dikenal sebagai neraka di bumi. Di lingkungan di mana hukum dan ketertiban tampak seperti ilusi belaka, Aurelia mendapati dirinya dikelilingi oleh penjahat kejam dan bayangan menyeramkan yang mengintai di setiap sudut penjara.
Putus asa untuk bertahan hidup dan melarikan diri dari mimpi buruk ini, Aurelia menarik perhatian Iblis yang ditakuti, pemimpin tertinggi penjara itu. Dengan aura kekuasaan dan dominasi mutlaknya, Iblis melihatnya sebagai mangsa yang menggoda, bertekad untuk memilikinya sebagai miliknya. Saat dia berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan di mana kekerasan merajalela, dia mendapati dirinya terlibat dalam permainan kucing dan tikus yang berbahaya dengan Iblis.
Di antara kegelapan penjara dan bayangan koridor, Aurelia berjuang untuk menjaga kemanusiaannya tetap utuh, bahkan saat dia mencoba mengubahnya menjadi boneka patuh. Di dunia di mana garis antara kebaikan dan kejahatan kabur, dia harus menemukan cara untuk menolak godaannya sebelum terlambat.
"Boneka Iblis" adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan penebusan di tempat di mana harapan adalah kemewahan langka dan bertahan hidup adalah perjuangan sehari-hari.
Sekejap Keindahan
Baru saja sampai di luar pintu, terdengar suara ibu mertua, Bu Meiling, yang terdengar begitu menggoda.
Kemudian terdengar suara erangan dan bisikan aneh...
Pengantin Pengganti
Arga, laki-laki baik yang seharusnya adalah Kakak ipar kepada Mentari, tetapi justru menjadi suami. Seketika menjelma sebagai sosok dingin tak tersentuh. Dia tidak pernah ikhlas dengan kenyataan bahwa Samantha hilang dan digantikan oleh Mentari. Tak sehari pun waktu berlalu tanpa bayang mantan calon istrinya, tidak sekalipun memandang Mentari seperti sosok seharusnya. Tidak pernah ada cinta.
Putri Sang Kesatria
Saat ia berusaha mempertahankan hubungan mereka, pria itu membalasnya dengan tuduhan pedas — menyebutnya sebagai pencari untung yang tak peduli pada tanggung jawab dan kehormatan yang lebih besar.
Kini, tekadnya bulat. Dengan pedang terhunus dan hati yang teguh, ia menaiki kudanya dan pergi meninggalkan segalanya.
Sebagai putri seorang legenda, ia akan membuktikan pada dunia: seorang perempuan pun mampu memikul tanggung jawab keluarganya, dan menjadi seorang kesatria sejati — sekaligus pemimpin yang tangguh.
PUTRI SANG KESATRIA
Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia
Ketika aku kembali ke Bali dan melanjutkan karierku sebagai dokter, aku dipaksa untuk menghadiri pernikahan ibu angkatku — dan di sanalah dia berada. Kakak tiriku ternyata adalah partner satu malamku!
Jantungku hampir berhenti berdetak.
Keluarga ayah tiriku adalah dinasti yang sangat kaya dan berkuasa di Bali, terlibat dalam jaringan bisnis yang kompleks dan diselubungi misteri, termasuk nuansa gelap serta kekerasan.
Aku ingin menjauh dari siapa pun dari keluarga mafia tradisional Indonesia ini.
Tapi kakak tiriku tidak mau melepaskanku!
Dan sekarang, dia kembali ke Bali, mengelola bisnis keluarganya dengan efisiensi yang kejam. Dia adalah perpaduan berbahaya dari kalkulasi dingin dan daya tarik yang tak terbantahkan, menarikku ke dalam jalinan takdir yang tidak bisa kuhindari.
Secara naluri aku ingin menjauhi bahaya, menjauh darinya, tetapi takdir terus mendorongku kepadanya lagi dan lagi, dan aku kecanduan padanya di luar kendaliku. Seperti apa masa depan kami?
Bacalah bukunya.
Cinta dan Nafsu: Skandal di Keluargaku
Ibuku meninggal sejak aku kecil, dan ayahku yang baik hati serta kuat telah mengambil peran untuk merawat anak-anakku di rumah. Segala upaya dan obat-obatan telah kucoba untuk mengembalikan fungsi ereksiku yang normal, namun semuanya sia-sia. Suatu hari, saat berselancar di internet, tanpa sengaja aku menemukan literatur dewasa yang melibatkan hubungan antara ayah mertua dan menantu, yang tanpa kusadari langsung membuatku terpikat dan terangsang.
Berbaring di samping istriku yang sedang tidur dengan tenang, aku mulai membayangkan wajahnya pada karakter menantu dalam cerita itu, yang membuatku terangsang sampai tingkat yang luar biasa. Aku bahkan menemukan bahwa membayangkan istriku bersama ayahku sendiri saat aku memuaskan diri sendiri, terasa lebih memuaskan daripada bercinta dengannya secara langsung. Menyadari bahwa aku tanpa sengaja telah membuka kotak Pandora, aku mengakui bahwa tidak ada jalan kembali dari kegembiraan baru yang tak terkendali ini...
Ketika Aku Mencintaimu
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.
Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?
Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.
Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?
Perangkap Ace
Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.
Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.
Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.
Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...
Perangkap Ace.
Pengantin Mafia-Nya
"Lepasin aku!" aku menggeram.
"Kalau aku mau sekarang juga," dia mendekat, bibirnya menyentuh lembut daun telingaku.
"Aku bisa memaksamu dan melihatmu berteriak dengan nada indahmu di bawahku," bisiknya dengan suara serak.
Aku terkejut dan mencoba melepaskan tangannya dari pinggangku.
"Kamu kan istriku, bukan?" dia menggoda, giginya menggigit lembut kulitku.
Aku merasakan panas aneh yang mulai membara di dalam diriku dan aku berusaha mengendalikannya.
"Dante, lepaskan aku!" aku mendesis.
Perlahan, kepalanya naik dari leherku dan menatapku.
Dia menggerakkan jarinya di sepanjang bibirku dan senyum iblis muncul di wajahnya.
Cinta. Kejahatan. Gairah. Tokoh wanita yang kuat.
Alina Fedorov, putri yang berani dan penuh semangat dari Don mafia Rusia, dipaksa menikah melawan kehendaknya oleh ayahnya. Dan pengantinnya tak lain adalah Dante Morelli yang ditakuti, capo dei capi dari mafia Italia-Amerika yang paling kuat dan berbahaya.
Dia memiliki markas yang tersebar di seluruh Eropa dan Amerika dengan banyak capo dan underboss yang siap melayani perintahnya. Mengelola dunia bawahnya tanpa hati, dia cepat menyingkirkan siapa pun yang melawan perintahnya dan bertahun-tahun pelatihannya membuatnya siap untuk kehidupan kejahatan yang berbahaya.
Namun, semua itu tidak akan berarti ketika dia bertemu dengan Alina Fedorov yang impulsif dan mandiri.
Bisakah cinta tumbuh di antara mereka terutama ketika Dante menginginkan balas dendam pada Alina atas dosa-dosa ayahnya? Ataukah Alina mampu meruntuhkan tembok dinginnya dan membuatnya bertekuk lutut untuknya?
Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan
Pada kehidupan sebelumnya, Ayu Hartatiberjuang mati-matian untuk mempertahankan apa yang disebut 'ikatan keluarga'. Ia bersaing sengit dengan putri kandung yang bangkit kembali, berusaha mencengkeram segalanya justru berakhir dengan kehilangan segalanya, dan mati penuh dendam.
Setelah terlahir kembali, ia memutuskan untuk melepaskan.
Siapa peduli! Ia tidak akan melayani lagi!
Dengan gesit ia membereskan koper dan mengosongkan tempatnya, pergi mencari orang tua kandungnya.
Dengan persiapan hati untuk menerima takdirnya, tapi ternyata! Ini tidak seperti yang ia bayangkan!
Bukannya katanya keluarganya miskin melarat dan tak punya apa-apa?
Lalu, dinding bata emas yang berkilauan di sekeliling ini apa ini!?
Bukannya katanya ayahnya seorang penjudi yang menghabiskan semua harta keluarga dan lelaki tak berguna?
Pria yang memiliki setengah dari bisnis properti dengan beberapa blok jalan ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya ibunya seorang perempuan pemarah dengan reputasi buruk di lingkungannya?
Seniman opera legendaris yang tiketnya sangat sulit didapat ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya kakak laki-lakinya seorang lajang miskin yang mengayuh becak?
Bos tambang minyak yang kaya raya karena menggali sumur minyak ini, benarkah itu dia?!
Putri kandung yang telah dicari keluarga Hartati selama delapan belas tahun akhirnya kembali.
Titan bisnis, Jason Hartati, menyatakan: "Aku memang ditakdirkan memuja anak perempuan! Hatiku gelisah jika sehari saja tidak melihat putriku!"
Seniman legendaris, Shinta Widodo, berseru: "Kekasih hatiku! Buah jiwaku! Beli saja apa pun yang Ayu inginkan!"
Raja minyak, Keven Hartati, menggeram: "Adik perempuanku bukanlah sembarang orang yang bisa kalian incar! Siapapun yang berani menginginkan adikku, minggirlah!"
Pelacur Kakakku
"Tolong, Jake. Sekarang. Buat aku klimaks." Aku memohon.
Payton selalu menjadi gadis baik sepanjang hidupnya. Dia hanya ingin keluar dari rumah ibu dan ayah tirinya dan menjalani hidupnya sendiri. Yang tidak dia duga adalah saudara tiri yang sudah lama hilang tiba-tiba muncul dalam hidup mereka dan menjadi teman sekamarnya. Memang benar dia adalah mantan Marinir dengan perut berotot, tapi dia juga seorang mekanik motor yang suka bicara kotor padanya. Kata-katanya membuat Payton bergetar dalam antisipasi, dan tangannya membuat tubuhnya berkedut dan kejang.












