Bab [97] Menginginkan Nyawa Siapa

Orang yang sangat dicintainya kini hanyalah segenggam abu di pemakaman, namun kerinduannya telah merasuk hingga ke sumsum tulang. Ia tak bisa lagi menyentuhnya, tak bisa lagi mendekapnya.

Jari-jarinya yang gemetar mengusap perlahan foto itu. Di sana, Sari Wijaya tersenyum, begitu tenang dan indah.

...

Masuk dan lanjutkan membaca