Obsesi Dia.

Obsesi Dia.

Sheridan Hartin · Selesai · 179.6k Kata

1.1k
Populer
1.9k
Dilihat
9
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Dia membunuh tanpa ampun. Dia mencintai tanpa alasan. Dan tidak ada yang bisa menghentikannya untuk memilikinya.

Selama tiga tahun, pemimpin Mafia Conner O’Neill merasa ada yang mengawasinya. Sentuhan hantu di malam hari. Aroma parfum yang tertinggal di bantalnya. Kue hangat di ovennya. Kepala musuh yang dikirim ke depan pintunya, dibungkus dengan sutra berlumuran darah. Bukan rasa takut yang menggelitik perutnya—melainkan rasa penasaran. Seseorang mengawasinya. Seseorang yang mengenalnya. Seseorang yang membunuh untuknya.

Namanya Sage—dan dia telah menjadi bayangannya sejak malam ketika Conner tanpa sadar mencuri hatinya dengan peluru yang menembus otak pria lain. Baginya, itu adalah cinta pada pandangan pertama. Kekerasan. Indah. Tak terhindarkan. Dibesarkan dalam kegelapan, dimiliki oleh monster, Sage tidak pernah ditakdirkan untuk mencintai. Tapi Conner mengubah itu. Dan dia telah menjadi miliknya sejak saat itu, menunggu hari di mana dia bisa keluar dari bayang-bayang dan masuk ke dalam pelukannya.

Namun, pria yang memilikinya tidak akan melepaskan mainannya. Dan pria yang dicintainya tidak tahu bahwa dia ada—belum.

Dia sudah selesai menonton. Saatnya dia mengetahui kebenaran.

Dia miliknya. Dan dia akan membunuh siapa pun yang mencoba mengambilnya.

Bab 1

Conner

"Bos, ada paket lagi buat Bos." Suara Liam terdengar geli, seringai menyebalkan itu sudah terpasang di wajahnya saat dia melangkah masuk ke ruang kerjaku. Dia menimang sebuah kotak hitam elegan yang dibalut pita merah darah seolah itu kado ulang tahun. Dia meletakkannya di mejaku dengan kehati-hatian yang dilebih-lebihkan, dan aku sadar dia sengaja berlama-lama, berdiri di sampingku, gelisah seperti anak kecil yang menunggu kembang api meledak. Dia diam-diam menikmati permainan gila ini. Menonton semuanya terungkap selama tiga tahun terakhir dengan kegembiraan yang nyaris tak tertahan, seolah ini tontonan terbaik di dunia. Mungkin memang iya.

Aku memajukan tubuh di kursi, membiarkan senyum tipis meretakkan topeng dinginku yang biasa. "Hadiah lagi?" gumamku, jari-jariku menyentuh pita itu. "Cepat sekali. Pasti aku sedang beruntung."

Paket terakhir datang baru empat hari yang lalu. Sebelumnya, seminggu yang lalu. Siapa pun pengirimnya, mereka semakin berani, dan hadiah-hadiah ini semakin sering datang. Pita sutra itu terlepas dengan satu tarikan, jatuh ke meja membentuk riak merah tua. Aku mengangkat tutupnya perlahan, menikmati momen itu, lalu mengintip ke dalam.

Sepasang tangan yang terpotong lagi. Pucat, rusak, diletakkan dengan sempurna di dalam kotak seperti instalasi seni yang mengerikan. Salah satunya masih mengenakan tiga cincin emas norak, dan itu sudah cukup menjadi konfirmasi bahwa tangan-tangan ini milik pedagang senjata dari Praha itu. Orang yang berpikir dia bisa menilap dua juta dolar dari pengiriman senjata terakhirku dan menghilang begitu saja. Sepertinya dia tidak lari jauh. Betapa perhatiannya.

Liam bersiul sambil bertolak pinggang saat dia membungkuk untuk melihat lebih jelas. "Satu lagi masalah selesai tanpa Bos perlu repot-repot angkat jari."

Aku tertawa pelan. "Efisiensi adalah anugerah yang langka zaman sekarang."

Dia mendengus. "Sedikit terlalu langka, mengingat wanita misteriusmu sepertinya bekerja lebih cepat daripada seluruh anak buah kita."

Aku bergumam, meletakkan tutup kotak itu kembali dengan lembut, hati-hati agar tidak menodai darah yang masih mengering di tepi bagian dalam. "Bawa ke freezer bersama yang lain."

Liam mengangkat alis. "Yakin mau terus mengoleksinya, Bos? Suasana di bawah sana mulai terasa seperti film horor psikopat."

Aku mengangkat bahu, menyandarkan punggung ke kursi. "Ini hadiah. Kau tidak membuang hadiah begitu saja."

Liam tertawa, menggelengkan kepala saat dia mengambil kotak itu dan berbalik menuju pintu. "Suatu hari nanti, dia bakal masuk ke sini dengan pita melilit tubuhnya sendiri, dan akhirnya Bos bisa berterima kasih langsung padanya."

Bayangan yang dia lukis di benakku... Sebuah bayangan yang terbalut sutra dan darah. Seorang wanita yang matanya hanya tertuju padaku, yang mengawasi dari kegelapan dan membunuh atas namaku. Yang meninggalkan aroma gula dan mesiu, seperti bisikan pengabdian.

Aku memikirkannya lebih dari yang seharusnya. Bertanya-tanya siapa dia. Seperti apa rupanya. Bagaimana rasanya jika bibirnya menyentuh bibirku, bukannya meninggalkan pesan lewat darah.

Penguntitku. Hantuku. Gadisku.

Suatu hari nanti, dia akan melangkah keluar dari bayang-bayang. Suatu hari nanti...

Seminggu berlalu. Tujuh hari yang panjang, sunyi, dan menyiksa tanpa kabar sedikit pun darinya. Tidak ada wangi parfumnya yang tertinggal di bantalku. Tidak ada kotak berdarah yang terbungkus pita cantik. Tidak ada kue nastar hangat, tumpukan buku yang digeser, atau jejak jari samar di cermin di atas tempat tidurku. Nihil. Percayalah, aku sudah mencari, mengawasi, menunggu dengan sangat sabar. Aku tahu dia akan kembali. Dia selalu begitu. Dia tidak bisa menahan dirinya. Meski seharusnya aku tidak mendambakan kekacauan yang dia bawa, aku sudah terbiasa dengan ketegangan dan sensasi ketidakpastian itu. Aku merindukannya saat semua itu hilang.

Aku baru saja menyelesaikan pertemuan larut malam dengan perwakilan Keluarga Wijaya yang berbagi wilayah kekuasaan di Jakarta Selatan ini. Keluarga kami sudah hidup berdampingan selama bertahun-tahun, menjaga batasan tetap bersih, keuntungan tetap tinggi, dan jalanan relatif bebas dari pertumpahan darah. Aliansi kami berjalan baik selama ini, tapi belakangan, mereka mulai menguji batas. Minta jatah lebih besar. Kendali lebih luas. Wilayah lebih banyak. Lebih... segalanya. Awalnya halus. Sekarang sudah tidak halus lagi, dan itu membuatku cemas.

Aku mengenal beberapa dari mereka sejak aku masih kecil. Mereka bukan sekadar sekutu; mereka adalah bagian dari "pemain lama", bagian dari struktur yang menjaga keseimbangan kota ini selama puluhan tahun. Namun, jika mereka terus mendesak, jika mereka melewati batas, yah, katakan saja bukan hanya aku yang mengawasi. Kalau dia tahu mereka mulai jadi masalah, aku mungkin tidak punya kesempatan untuk membereskan ini lewat jalur diplomasi. Aku akan bangun dan menemukan kotak lain yang terikat rapi di depan pintu rumahku. Mungkin kali ini isinya kepala dengan kalung jimat melilit di lehernya. Pikiran itu membuat perutku mulas membayangkan kengeriannya.

Aku mengantar mereka keluar melewati ruang tamu utama yang megah, bersalaman dan berbasa-basi di bawah pilar-pilar tinggi rumahku. Mereka menyalakan cerutu dan tertawa, berpikir dunia masih ada dalam genggaman mereka. Aku menutup pintu di belakang mereka, menguncinya dengan bunyi klik pelan. Aku menarik napas panjang, hanya untuk menyadari rumah ini baunya berbeda.

Aku mengendus lagi. Aroma pala, cengkeh, dan kaldu sapi yang gurih memenuhi indra penciumanku. Dia pernah ke sini. Pikiran itu nyaris membuat jantungku berhenti berdetak. Aku bergerak cepat tanpa suara, langkah kakiku bergema pelan di lorong marmer saat aku bergegas menuju dapur. Seluruh indraku siaga, menajam, dialiri listrik oleh kemungkinan bahwa kali ini aku akan menangkapnya. Aku hampir sampai ketika mendengar suara pintu tertutup, dan adrenalin langsung membanjiri nadiku.

Aku mulai berlari tanpa berpikir dua kali. Aku tidak melambat saat mencapai dapur, langsung menyentak pintu belakang hingga terbuka dan menghambur ke malam gelap, mataku menyisir kegelapan seperti orang gila.

“Menyebar!” bentakku ke earpiece, tanganku sudah menarik pistol dari balik pinggang. “Sisir halaman. Dia ada di sini.”

Aku sudah tahu dia pergi, lenyap seperti asap tertiup angin; dia selalu menghilang. Aku berdiri di sana sejenak, memandangi pepohonan di batas pagar yang bergoyang ditiup angin malam. Setiap kali aku merasa sudah dekat, dia selalu lolos dari genggaman.

Akhirnya, aku menurunkan senjata, mengembuskan napas perlahan, dan kembali masuk dengan rahang mengeras. Dia mengelabuiku lagi. Aku kembali ke dapur dan fokus pada aroma masakan itu. Hangat, kaya rempah, dan waktunya sangat pas, seolah dia tahu kapan aku akan selesai, atau kapan aku akan sendirian.

Makan malam sudah menunggu di atas meja island. Semangkuk besar sop buntut yang ditata sempurna, lengkap dengan nasi putih hangat yang ditutup kain serbet. Di sebelahnya ada botol anggur merah yang sudah dibuka, "bernapas" di samping dua gelas kristal. Aku berjalan mendekat perlahan, menatap pengaturan meja itu. Terlihat seperti kencan romantis. Kencan pertama, kalau kau mengabaikan bagian di mana dia membobol rumahku, memanaskan makanan, membuka botol anggur, lalu kabur lewat pintu belakang.

Tawa kecil lolos dari tenggorokanku. Dia gila. Dia berbahaya. Dan dia benar-benar, tanpa keraguan sedikit pun, adalah milikku.

Aku duduk, menuangkan anggur ke gelasku, dan mengangkatnya ke arah kursi kosong di hadapanku. “Untuk hantu di balik dindingku,” gumamku dengan senyum miring. “Terima kasih makan malamnya, Sayang.”

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Ayo! Mas Leng!

Ayo! Mas Leng!

486 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dia adalah "ayah baptis elektronik" paling terkenal di dunia, dia adalah seorang psikolog yang tidak diheralkan.
Dia berkata: "Garis hidup Anda begitu lama, itu berarti bahwa sumpah Anda dapat dilakukan untuk waktu yang lama, wanita yang Anda cintai akan sangat bahagia dan bahagia ..."
"Apakah Anda ingin menjadi wanita bahagia itu?" tanyanya. "
Dia pikir dia mencintainya, tapi itu masih konspirasi.
Pada hari pernikahan, cinta lama datang dan pergi, dan melihat dinginnya pria itu sendiri dalam sekejap, dan dia tahu bahwa cinta itu berakhir lagi.
Untuk melupakan rasa sakit, lupakan dia, dia mengeluarkan jam saku menghipnotis dirinya sendiri, menghapus semua kenangan tentang dia,
Tapi pria itu tidak membiarkannya pergi, "Wanita! Tidak peduli berapa kali kau melupakanku! Aku akan memanggil kembali cintamu untukku!
Ayah Sahabat Terbaikku

Ayah Sahabat Terbaikku

39.8k Dilihat · Sedang Diperbarui · P.L Waites
Elona, yang berusia delapan belas tahun, sedang berada di ambang babak baru dalam hidupnya—tahun terakhirnya di SMA. Dia memiliki impian untuk menjadi model. Namun, di balik penampilan percaya dirinya, ada rahasia yang ia simpan—perasaan suka pada seseorang yang tak terduga—Pak Crane, ayah dari sahabatnya.

Tiga tahun lalu, setelah kehilangan istrinya secara tragis, Pak Crane, seorang pria yang sangat tampan, kini menjadi seorang miliarder pekerja keras, simbol kesuksesan dan rasa sakit yang tak terucapkan. Dunianya bersinggungan dengan Elona melalui sahabatnya, jalan yang mereka tinggali, dan persahabatannya dengan ayah Elona.

Suatu hari yang menentukan, sebuah kesalahan kecil mengubah segalanya. Elona secara tidak sengaja mengirimkan serangkaian foto yang agak terbuka kepada Pak Crane, yang seharusnya dikirimkan kepada sahabatnya. Saat dia duduk di meja rapat, Pak Crane menerima gambar-gambar tak terduga tersebut. Pandangannya tertahan di layar, dia harus membuat pilihan.

Apakah dia akan menghadapi pesan yang tidak disengaja itu, mempertaruhkan persahabatan yang rapuh dan mungkin membangkitkan emosi yang tak terduga?

Ataukah dia akan bergulat dengan keinginannya sendiri dalam diam, mencari cara untuk menavigasi wilayah yang belum terpetakan ini tanpa mengganggu kehidupan di sekitarnya?
Cinta Terburu-buru Sang CEO

Cinta Terburu-buru Sang CEO

13k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Setelah pengantinnya kabur, dia terpaksa menikahi keluarga kaya raya dengan reputasi buruk, menjadi Nyonya Fajar. Saat hamil dua bulan, sang suami memberinya surat cerai dan pergi tanpa ampun. Bertahun-tahun kemudian, dia telah menjadi seorang selebriti yang bersinar, dikelilingi banyak pelamar. Melihat anak lelaki yang sangat tampan di dekatnya, pria itu tersenyum sinis: "Hei, putramu mirip sekali denganku!" "Kita sudah cerai!" hardik wanita itu, menahan amarah.
Kesempatan Kedua Sang Miliarder

Kesempatan Kedua Sang Miliarder

15.4k Dilihat · Selesai · Nia Kas
McKenzie Peirce menyembunyikan masa lalunya dengan alasan tertentu. Dia malu dengan masa lalunya dan tidak ingin hal itu terbuka. Penyelamatnya adalah seseorang dari keluarga terkaya di Ardwell. Dia setuju untuk menikahi cucu penyelamatnya yang dingin dan jauh. Sedikit demi sedikit, Dimitri mulai terbuka, begitu juga dengan McKenzie. Ketika dia berpikir dia bisa mempercayainya, pihak ketiga masuk ke dalam kehidupan mereka dan membuat McKenzie tidak nyaman.

Jasmine Dupree, sahabat dan karyawan Dimitri, selalu mencintai Dimitri tanpa sepengetahuannya. Sahabat mereka, Grayson Paul dan Dimitri, tidak tahu bahwa kembalinya sahabat mereka akan mengakhiri pernikahannya. McKenzie dituduh mengkhianati Dimitri dan diusir, hanya untuk muncul kembali lima tahun kemudian sebagai dokter yang menyelamatkan nyawa sahabatnya, Grayson.

McKenzie mencoba menjauh, berjanji untuk menjauh dari Dimitri. Lima tahun berlalu dan dia masih membencinya karena mengkhianatinya, namun detail baru terungkap yang membuat Dimitri meragukan tuduhannya lima tahun lalu. Jasmine melihat kesempatan untuk mengacaukan McKenzie dan melakukannya, yang tidak diketahui Jasmine adalah bahwa Dimitri masih mencintai McKenzie dan dia masih istrinya. Dia tidak pernah menceraikannya meskipun McKenzie telah menandatangani surat cerai.

Ketika Dimitri mengetahui bahwa dia salah, dia merasa jijik dengan cara dia memperlakukannya dan mulai mencari jalan untuk kembali padanya. McKenzie Peirce di sisi lain tidak tahu bahwa dia akan diberi kesempatan kedua untuk cinta, dengan pria yang selalu dia cintai. Dengan sahabat dan keluarganya di sisinya, dia berniat untuk memenangkan kembali hati McKenzie, namun saat mereka mencoba membuat pernikahan kesempatan kedua mereka berhasil, masalah mulai muncul. Jasmine menolak untuk menyerah pada Dimitri.
Ketika Aku Mencintaimu

Ketika Aku Mencintaimu

885 Dilihat · Selesai · Yulinda Li
Cinta. Bolehkah seorang Shakila memperjuangkannya? Bertahan atas nama CINTA.
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.

Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?

Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.

Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?
Bapak Ryan

Bapak Ryan

131.5k Dilihat · Selesai · Mary D. Sant
"Apa yang tidak bisa kamu kendalikan malam ini?" Aku memberikan senyum terbaikku, bersandar di dinding.
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.


Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.

Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.

Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!

Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.

Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan

Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan

9k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Selama Tiga Tahun Menikah, Suaminya Selalu Menghilang Setiap Malam.

Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.

Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.

Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.

Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.

Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

7.9k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Setelah kematiannya yang tragis, didorong oleh keputusasaan dan pengkhianatan, miliader yang dulu memburu balas dendam kini hanya bisa bersujud memohon ampun.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Perangkap Ace

Perangkap Ace

31.1k Dilihat · Selesai · Eva Zahan
Tujuh tahun yang lalu, Emerald Hutton meninggalkan keluarga dan teman-temannya untuk bersekolah di New York City, sambil memeluk hatinya yang hancur, demi melarikan diri dari satu orang saja. Sahabat kakaknya, yang telah ia cintai sejak hari dia menyelamatkannya dari para pengganggu saat berusia tujuh tahun. Hancur oleh anak laki-laki impiannya dan dikhianati oleh orang-orang yang dicintainya, Emerald belajar untuk mengubur kepingan hatinya di sudut terdalam ingatannya.

Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.

Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.

Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.

Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...

Perangkap Ace.
Pengantin Mafia-Nya

Pengantin Mafia-Nya

16.8k Dilihat · Selesai · Adaririchichi
Cengkeraman besinya mengikat erat pinggangku dan dia menekanku ke dinding.
"Lepasin aku!" aku menggeram.
"Kalau aku mau sekarang juga," dia mendekat, bibirnya menyentuh lembut daun telingaku.
"Aku bisa memaksamu dan melihatmu berteriak dengan nada indahmu di bawahku," bisiknya dengan suara serak.

Aku terkejut dan mencoba melepaskan tangannya dari pinggangku.
"Kamu kan istriku, bukan?" dia menggoda, giginya menggigit lembut kulitku.
Aku merasakan panas aneh yang mulai membara di dalam diriku dan aku berusaha mengendalikannya.
"Dante, lepaskan aku!" aku mendesis.
Perlahan, kepalanya naik dari leherku dan menatapku.
Dia menggerakkan jarinya di sepanjang bibirku dan senyum iblis muncul di wajahnya.


Cinta. Kejahatan. Gairah. Tokoh wanita yang kuat.

Alina Fedorov, putri yang berani dan penuh semangat dari Don mafia Rusia, dipaksa menikah melawan kehendaknya oleh ayahnya. Dan pengantinnya tak lain adalah Dante Morelli yang ditakuti, capo dei capi dari mafia Italia-Amerika yang paling kuat dan berbahaya.

Dia memiliki markas yang tersebar di seluruh Eropa dan Amerika dengan banyak capo dan underboss yang siap melayani perintahnya. Mengelola dunia bawahnya tanpa hati, dia cepat menyingkirkan siapa pun yang melawan perintahnya dan bertahun-tahun pelatihannya membuatnya siap untuk kehidupan kejahatan yang berbahaya.

Namun, semua itu tidak akan berarti ketika dia bertemu dengan Alina Fedorov yang impulsif dan mandiri.

Bisakah cinta tumbuh di antara mereka terutama ketika Dante menginginkan balas dendam pada Alina atas dosa-dosa ayahnya? Ataukah Alina mampu meruntuhkan tembok dinginnya dan membuatnya bertekuk lutut untuknya?
Kecintaan Satu Malam

Kecintaan Satu Malam

523 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Sebelum menikah.
Dia berkata: "Kasar, tidak profesional, melempar wanita. Tidak heran seorang pria seperti Anda akan merampok seorang wanita. "
Dia mencentang bibirnya: mata tersapu di atas tubuhnya, samar-samar: "kekanak-kanakan, bandara, masalah cinta, bahkan wanita tidak bisa dipanggil, saya enggan menerima Anda." "
Dia mencibir: Tidak, aku akan menemukan seorang pria yang bersedia menerimaku.
Dia menggendongnya: Saya tidak pergi ke neraka, yang pergi ke neraka
Setelah menikah.
"Apa tiga disiplin ilmu dan delapan catatan?" Seorang kolonel menatap wanita yang telah kembali terlambat dan menatap wajah merahnya karena minum.
"Eh- "Wanita minum di kepala, orang tua tidak tahu, tetapi juga kembali tiga disiplin ilmu delapan perhatian?"
"Sepertinya pendidikan kemarin tidak cukup mendalam. Hari ini kita harus melanjutkan pendidikan kita. "Seorang kolonel akan mabuk bahu wanita, dengan kekuatan fisik untuk memberitahunya, apa yang disebut tiga disiplin ilmu, delapan perhatian.
Segera setelah di kamar datang tangisan seorang wanita: "Brengsek, aku ingin bercerai." "
Suara seorang kolonel sangat tenang: "Maaf, tentara tidak bisa bercerai." "
"Aku akan protes, uh- "
Brengsek, selalu menggunakan trik ini, dia tidak bosan ah?
Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan

Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan

10.9k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
[Ada male lead, alur romance 1 point, alur karier 9 point]
Pada kehidupan sebelumnya, Ayu Hartatiberjuang mati-matian untuk mempertahankan apa yang disebut 'ikatan keluarga'. Ia bersaing sengit dengan putri kandung yang bangkit kembali, berusaha mencengkeram segalanya justru berakhir dengan kehilangan segalanya, dan mati penuh dendam.

Setelah terlahir kembali, ia memutuskan untuk melepaskan.
Siapa peduli! Ia tidak akan melayani lagi!
Dengan gesit ia membereskan koper dan mengosongkan tempatnya, pergi mencari orang tua kandungnya.
Dengan persiapan hati untuk menerima takdirnya, tapi ternyata! Ini tidak seperti yang ia bayangkan!
Bukannya katanya keluarganya miskin melarat dan tak punya apa-apa?
Lalu, dinding bata emas yang berkilauan di sekeliling ini apa ini!?

Bukannya katanya ayahnya seorang penjudi yang menghabiskan semua harta keluarga dan lelaki tak berguna?
Pria yang memiliki setengah dari bisnis properti dengan beberapa blok jalan ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya ibunya seorang perempuan pemarah dengan reputasi buruk di lingkungannya?
Seniman opera legendaris yang tiketnya sangat sulit didapat ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya kakak laki-lakinya seorang lajang miskin yang mengayuh becak?
Bos tambang minyak yang kaya raya karena menggali sumur minyak ini, benarkah itu dia?!

Putri kandung yang telah dicari keluarga Hartati selama delapan belas tahun akhirnya kembali.
Titan bisnis, Jason Hartati, menyatakan: "Aku memang ditakdirkan memuja anak perempuan! Hatiku gelisah jika sehari saja tidak melihat putriku!"
Seniman legendaris, Shinta Widodo, berseru: "Kekasih hatiku! Buah jiwaku! Beli saja apa pun yang Ayu inginkan!"
Raja minyak, Keven Hartati, menggeram: "Adik perempuanku bukanlah sembarang orang yang bisa kalian incar! Siapapun yang berani menginginkan adikku, minggirlah!"