
Ketika Aku Mencintaimu
Yulinda Li · Selesai · 181.3k Kata
Pendahuluan
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.
Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?
Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.
Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?
Bab 1
"Saya terima nikah dan kawinnya Shakila Atmarini binti ...."
Ucapan akad tersebut kembali terngiang di telinga Delvin. Kejadian tadi berlangsung sekitar tiga puluh menit yang lalu di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta.
Karena keadaan darurat, Delvin terpaksa melangsungkan pernikahan di tempat yang tak semestinya. Laki-laki yang seharusnya bangga dan bahagia akan kalimat sakral tersebut nyatanya sama sekali tidak dirasakan Delvin. Pria berpipi tirus itu kini tengah merenungkan nasib nahasnya. Sebab, wanita yang benar-benar akan dinikahinya menghilang bak ditelan bumi. Mungkin, lebih tepatnya menghilang ibarat tuyul yang usai mencuri uang sang pemilik.
Delvin, dengan terpaksa, harus menuruti keinginan aneh dari sang mama yang memintanya untuk segera memiliki gandengan detik itu juga. Padahal, pria tersebut hendak menunggu Tunisia sampai wanita yang dicintainya itu datang ke acara ijab kabul mereka.
Akan tetapi, hingga detik-detik acara sakral tersebut tiba, Tunisia tak kunjung menunjukkan batang hidungnya. Nomor ponselnya sulit untuk dihubungi. Begitu juga dengan apartemen miliknya, sama-sama mendadak tak berpenghuni.
Hingga, Delvin mau tidak mau menikahi Shakila demi mewujudkan cita-cita Nyonya Devandra. Karena, wanita tak berdaya itu berdalih jika umurnya mungkin bisa saja tak akan lama lagi. Menurutnya, Shakila adalah calon menantu yang tepat, wanita yang bisa dibilang cukup untuk memenuhi kriteria Delvin meski di bawah standar Tunisia. Namun, entah kenapa, Delvin tidak rela dan menganggap pernikahan ini salah. Benar-benar salah.
Delvin menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi panjang rumah sakit, tepat di depan kamar perawatan sang mama. Pria tersebut memilih untuk meninggalkan sejenak ruangan yang membuatnya terasa menyesakkan itu.
Terdengar suara langkah kaki wanita yang sepertinya akan mendekat ke arah Delvin berada. Namun, matanya yang terpejam seolah enggan untuk terbuka. Kursi tunggu rumah sakit yang sedikit bergoyang menandakan ada orang lain yang duduk tepat di sampingnya.
"Pak Delvin, ini aku belikan kopi," sahut seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah istrinya sekarang. Lebih tepatnya, istri yang tak dirindukan.
Delvin tahu, ini orang siapa. Wanita yang telah bekerja di perusahaannya sejak setahun yang lalu. Meski, dia tidak jelek-jelek amat. Tapi, hal yang paling membuatnya risi ketika Shakila menunjukkan rasa ketertarikannya. Terlalu absurd.
Padahal, Shakila bukanlah seorang petinggi di perusahaan. Hanya seorang sekretaris pribadi Delvin yang begitu akrab dengan seluruh rekan sejawatnya.
Seusai Delvin menerima uluran kopi dari tangan Shakila. Tiba-tiba, tercetus ide di benak wanita itu yang berniat ingin menggoda. "Cieee ... Bapak senang ya, bisa menikahi aku ...." Nah kan, seperti itulah Shakila. Melontarkan kalimatnya dengan begitu percaya diri.
Telinga Delvin pun seakan sakit kala mendengarnya. Rasa manis pada secangkir kopi langsung berubah menjadi teramat pahit di lidah Delvin kala suara cempreng Shakila menembus telinganya. Hingga, wajah cantik yang terbalut hijab tersebut terlumuri oleh hitamnya si kopi yang menyembur tanpa izin dari mulut Delvin.
Lirikan tajam sang suami, membuat Shakila tersenyum geli. Ia kemudian membersihkan lekukan wajahnya dengan beberapa lembar tisu yang ia keluarkan dari dalam tas selempangnya.
Tak ada gurat kemarahan yang terlukis dari raut muka Shakila. Mungkin, karena terbiasa, atau dirinya sudah kebal dengan perlakuan sang bos yang kelewat aneh.
Entah kenapa, wanita ini tak kenal lelah untuk mendapatkan cinta seorang Delvin. Padahal, ia tahu jika Delvin telah memiliki kekasih hati. Di samping hal itu, seseorang pasti memiliki alasan tersendiri tentang perjuangannya, bukan?
Dulu, wanita itu pernah berpesan, “Aku akan hadir di waktu yang tepat." Entah apa maksudnya, tapi sepertinya ramalannya benar. Seperti saat ini.
Tanpa permisi, Shakila merapatkan duduknya tepat berdampingan dengan Delvin yang hanya terhalang oleh tas berwarna putih yang menjadi sekat di antara keduanya. Delvin hanya membisu dengan kedua telapak tangan memegang cangkir kopi.
Dan sekali lagi, tanpa diminta mulut Shakila lantas mengoceh. "Aku bilang, juga apa, Pak. Nona Tunarungu itu—" Shakila membekap mulutnya seketika. "Ups! Maksudnya, Nona Tunisia itu bukanlah wanita baik-baik. Buktinya, dia tega meninggalkan Bapak dengan pak Penghulu yang tengah menunggu."
"Jangan sok pahlawan?!" Kedua kornea mata Delvin hampir saja lepas dari tempatnya. Saking melototnya dia.
"Lo, gue pastiin. Setelah Mama gue sembuh dari sakitnya, lo bakal terima pesangon lo sebagai istri gue. Dan, surat cerai akan segera gue urus. Dan, gue pastiin juga, meski lo tidur sekamar bareng gue. Gak akan gue sentuh lo meski barang secuil,” desisnya seolah mengancam.
Andai tahu saja, sebenarnya pernikahan ini terjadi akibat Mama Delvin terserang stroke. Berbicara pun terbata-bata. Dan yang ditakutkan mamanya Delvin ketika dirinya tak mampu lagi melihat anak semata wayangnya melangsungkan pernikahan. Ia takut akan menyusul papanya Delvin sebelum merasakan bagaimana senang hatinya saat menggendong cucu dari sang anak.
"Bapak mau ke mana?" Dengan sengaja, kedua tangan Shakila meraih lengan kiri milik Delvin yang dibalas dengan hunusan tajam dari pria berjas hitam itu.
"Lo, gak malu sama hijab lo?" sinisnya pada Shakila. "Pegang-pegang laki-laki yang bukan muhrimnya," ceramahnya panjang lebar. Sepertinya, Delvin lupa akan satu hal. Status dirinya dengan Shakila.
"Lah, Bapak kan udah sah jadi suami aku. Berarti kita muhrim, dong. Jadi, tidak ada dosa di antara kita." Dengan percaya diri tinggi Shakila melakukan hal gila itu.
Memang, Shakila itu orangnya ceplas-ceplos, semaunya, dan terkadang tak masuk di logika. Namun, dengan laki-laki ia selalu menjaga jarak. Tak pernah bersentuhan atau membaur tanpa aturan. Namun, hanya untuk kali ini saja. Apa ada yang keberatan?
Jujur saja, Shakila mengenal Delvin jauh sebelum itu. Jauh sebelum mereka bertemu saat ini. Dan jauh sebelum Delvin melanjutkan study-nya di Inggris. Mereka teman masa kecil yang terpisahkan karena Delvin harus ikut orang tuanya merantau ke Jakarta. Sebab itulah, mamanya Delvin tak memusingkan jika sang anak yang seorang direktur harus menikah dengan manusia bernama Shakila. Akan tetapi, Delvin sama sekali tak menyadari siapa Shakila sebenarnya.
Dan secara otomatis, hal itu juga yang mendasari kenapa Shakila begitu ngebetnya untuk bisa memiliki cinta monyetnya dulu. Ya, walaupun berbanding terbalik dengan Delvin.
Shakila yang menatap punggung Delvin mulai menjauhinya, ia lantas bertanya, “Bapak mau ke mana, sih? Biar aku ikut, ya, siapa tahu Bapak membutuhkan aku, kan ....” Shakila tersenyum polos sembari menyejajarkan langkahnya dengan Delvin.
Laki-laki itu melirik Shakila sinis. “Gue gak butuh lo!” tolaknya tegas. Pria itu menghentikan pijakan kakinya lalu menatap Shakila dengan tajam. “Lo itu hanya sebagai pengganggu dalam hidup gue. Keberadaan lo cuman sebatas benalu yang bisanya hanya merugikan gue!” tandas Delvin sambil berlalu pergi.
Mendengar penuturan Delvin, rasanya menurunkan semangat Shakila untuk terus mengejar atasannya itu. Ia membeku, sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali duduk di tempat semula.
Beberapa menit terlewati, Shakila menghabiskan waktunya dengan melihat-lihat insta-story terbaru yang muncul di layar ponselnya.
Tak lama setelah itu, terdengar langkah kaki yang sepertinya mendekat ke arah Shakila. Wanita tersebut mengalihkan pandangannya ke arah pria yang kini sudah berdiri tegak di hadapannya.
“Eh, lo, dipanggil tuh sama Bos gue!” ujar Antara yang dikenal Shakila sebagai sopir pribadi Delvin.
Wanita itu celingukan seolah mencari-cari orang yang dimaksud Antara. Namun, hanya ada dirinya saja di sana. “Siapa? Gue?” tunjuknya pada diri sendiri.
Percayalah, Shakila itu berbicara sopan—khusus hanya untuk Delvin seorang. Termasuk panggilan ‘aku-kamu'. Sedangkan, pada orang lain, ya ... seperti yang kalian dengar barusan.
Antara mengernyit. “Emang, kelihatannya gue ngomong sama jin, apa?!” tanyanya diplomatis. Menatap Shakila yang hanya bergeming, Antara kembali mengingatkan, “Cepetan, Bos gue udah nunggu lo!” perintah lelaki beralis tebal itu.
Shakila segera beringsut dari tempatnya, ia membenarkan tasnya untuk dipakai kembali.
Sambil menyeret kakinya, wanita itu mengomel, “Katanya gak butuh, katanya gue hanya sebatas benalu. Eh, kenyataannya, Pak Delvin kangen juga sama gue!” celoteh Shakila di belakang Antara yang membuat lelaki di hadapannya seakan ingin muntah.
*Bersambung...
Selamat datang di ceritaku, semoga pada suka, ya:)
Bab Terakhir
#171 Bab 171
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#170 Bab 170
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#169 Bab 169
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#168 Bab 168
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#167 Bab 167
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#166 Bab 166
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#165 Bab 165
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#164 Bab 164
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#163 Bab 163
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#162 Bab 162
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025
Anda Mungkin Suka 😍
Ayah Sahabat Terbaikku
Tiga tahun lalu, setelah kehilangan istrinya secara tragis, Pak Crane, seorang pria yang sangat tampan, kini menjadi seorang miliarder pekerja keras, simbol kesuksesan dan rasa sakit yang tak terucapkan. Dunianya bersinggungan dengan Elona melalui sahabatnya, jalan yang mereka tinggali, dan persahabatannya dengan ayah Elona.
Suatu hari yang menentukan, sebuah kesalahan kecil mengubah segalanya. Elona secara tidak sengaja mengirimkan serangkaian foto yang agak terbuka kepada Pak Crane, yang seharusnya dikirimkan kepada sahabatnya. Saat dia duduk di meja rapat, Pak Crane menerima gambar-gambar tak terduga tersebut. Pandangannya tertahan di layar, dia harus membuat pilihan.
Apakah dia akan menghadapi pesan yang tidak disengaja itu, mempertaruhkan persahabatan yang rapuh dan mungkin membangkitkan emosi yang tak terduga?
Ataukah dia akan bergulat dengan keinginannya sendiri dalam diam, mencari cara untuk menavigasi wilayah yang belum terpetakan ini tanpa mengganggu kehidupan di sekitarnya?
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO
Cinta Terburu-buru Sang CEO
Ketika Aku Mencintaimu
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.
Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?
Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.
Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?
Cinta Terlarang Dengan Istriku
Tak disangka atau oleh pria kulit hitam yang ketahuan tertangkap kembali, menjadi kekasih kontraknya.
Empat tahun kemudian, dia kembali dengan mengbao yang luar biasa, tetapi menunggu berjam-jam dalam lingkaran kedok pria itu di lengannya.
"Apakah Anda membutuhkan pekerjaan?" Aku menawarkannya. "
"Apakah Anda membutuhkan seorang pria?" Saya bisa. "
"Apakah Anda membutuhkan ayah susu?" Saya. "
Dia Wei tidak tahan: "Keluar dari sini!" "
Bayi dengan lengannya bersenandung membuka mulutnya, ingin mengejar kaleng ibuku, kesulitan untuk menandatangani laris terjual terlebih dahulu! "
Seseorang penuh dengan garis hitam, apakah itu disebut koran?
Trilogi Efek Carrero
Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati
Emily dan suaminya yang miliarder berada dalam pernikahan kontrak; dia berharap bisa memenangkan cintanya melalui usaha. Namun, ketika suaminya muncul dengan seorang wanita hamil, dia putus asa. Setelah diusir, Emily yang tunawisma diambil oleh seorang miliarder misterius. Siapa dia? Bagaimana dia mengenal Emily? Yang lebih penting, Emily hamil.
Bermain Dengan Api
“Kita akan ngobrol sebentar lagi, oke?” Aku tidak bisa bicara, hanya bisa menatapnya dengan mata terbelalak sementara jantungku berdegup kencang. Aku hanya bisa berharap bukan aku yang dia incar.
Althaia bertemu dengan bos mafia berbahaya, Damiano, yang tertarik pada mata hijaunya yang besar dan polos, dan tidak bisa mengeluarkannya dari pikirannya. Althaia telah disembunyikan dari iblis berbahaya itu. Namun takdir membawanya kembali padanya. Kali ini, dia tidak akan pernah membiarkannya pergi lagi.
Bapak Ryan
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.
Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.
Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.
Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!
Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.
Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Pengantin Mafia-Nya
"Lepasin aku!" aku menggeram.
"Kalau aku mau sekarang juga," dia mendekat, bibirnya menyentuh lembut daun telingaku.
"Aku bisa memaksamu dan melihatmu berteriak dengan nada indahmu di bawahku," bisiknya dengan suara serak.
Aku terkejut dan mencoba melepaskan tangannya dari pinggangku.
"Kamu kan istriku, bukan?" dia menggoda, giginya menggigit lembut kulitku.
Aku merasakan panas aneh yang mulai membara di dalam diriku dan aku berusaha mengendalikannya.
"Dante, lepaskan aku!" aku mendesis.
Perlahan, kepalanya naik dari leherku dan menatapku.
Dia menggerakkan jarinya di sepanjang bibirku dan senyum iblis muncul di wajahnya.
Cinta. Kejahatan. Gairah. Tokoh wanita yang kuat.
Alina Fedorov, putri yang berani dan penuh semangat dari Don mafia Rusia, dipaksa menikah melawan kehendaknya oleh ayahnya. Dan pengantinnya tak lain adalah Dante Morelli yang ditakuti, capo dei capi dari mafia Italia-Amerika yang paling kuat dan berbahaya.
Dia memiliki markas yang tersebar di seluruh Eropa dan Amerika dengan banyak capo dan underboss yang siap melayani perintahnya. Mengelola dunia bawahnya tanpa hati, dia cepat menyingkirkan siapa pun yang melawan perintahnya dan bertahun-tahun pelatihannya membuatnya siap untuk kehidupan kejahatan yang berbahaya.
Namun, semua itu tidak akan berarti ketika dia bertemu dengan Alina Fedorov yang impulsif dan mandiri.
Bisakah cinta tumbuh di antara mereka terutama ketika Dante menginginkan balas dendam pada Alina atas dosa-dosa ayahnya? Ataukah Alina mampu meruntuhkan tembok dinginnya dan membuatnya bertekuk lutut untuknya?
Gadis Gemerlap
Namun di luar dugaan, dia membalas dengan tamparan yang menyakitkan! Ternyata dia bergelar doktor dan adalah ilmuwan ternama. Dia juara catur nasional, investor jenius, legenda bela diri... Saat prestasi tak terbantahkan ini terungkap satu per satu, tak terhitung orang mengejarnya.
Sementara itu, Tuan Phillips, legenda bisnis yang dulu memandangnya dengan hina, kini panik: Itu istriku! Menyingkir kalian!











