
Ketika Aku Mencintaimu
Yulinda Li · Selesai · 181.3k Kata
Pendahuluan
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.
Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?
Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.
Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?
Bab 1
"Saya terima nikah dan kawinnya Shakila Atmarini binti ...."
Ucapan akad tersebut kembali terngiang di telinga Delvin. Kejadian tadi berlangsung sekitar tiga puluh menit yang lalu di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta.
Karena keadaan darurat, Delvin terpaksa melangsungkan pernikahan di tempat yang tak semestinya. Laki-laki yang seharusnya bangga dan bahagia akan kalimat sakral tersebut nyatanya sama sekali tidak dirasakan Delvin. Pria berpipi tirus itu kini tengah merenungkan nasib nahasnya. Sebab, wanita yang benar-benar akan dinikahinya menghilang bak ditelan bumi. Mungkin, lebih tepatnya menghilang ibarat tuyul yang usai mencuri uang sang pemilik.
Delvin, dengan terpaksa, harus menuruti keinginan aneh dari sang mama yang memintanya untuk segera memiliki gandengan detik itu juga. Padahal, pria tersebut hendak menunggu Tunisia sampai wanita yang dicintainya itu datang ke acara ijab kabul mereka.
Akan tetapi, hingga detik-detik acara sakral tersebut tiba, Tunisia tak kunjung menunjukkan batang hidungnya. Nomor ponselnya sulit untuk dihubungi. Begitu juga dengan apartemen miliknya, sama-sama mendadak tak berpenghuni.
Hingga, Delvin mau tidak mau menikahi Shakila demi mewujudkan cita-cita Nyonya Devandra. Karena, wanita tak berdaya itu berdalih jika umurnya mungkin bisa saja tak akan lama lagi. Menurutnya, Shakila adalah calon menantu yang tepat, wanita yang bisa dibilang cukup untuk memenuhi kriteria Delvin meski di bawah standar Tunisia. Namun, entah kenapa, Delvin tidak rela dan menganggap pernikahan ini salah. Benar-benar salah.
Delvin menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi panjang rumah sakit, tepat di depan kamar perawatan sang mama. Pria tersebut memilih untuk meninggalkan sejenak ruangan yang membuatnya terasa menyesakkan itu.
Terdengar suara langkah kaki wanita yang sepertinya akan mendekat ke arah Delvin berada. Namun, matanya yang terpejam seolah enggan untuk terbuka. Kursi tunggu rumah sakit yang sedikit bergoyang menandakan ada orang lain yang duduk tepat di sampingnya.
"Pak Delvin, ini aku belikan kopi," sahut seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah istrinya sekarang. Lebih tepatnya, istri yang tak dirindukan.
Delvin tahu, ini orang siapa. Wanita yang telah bekerja di perusahaannya sejak setahun yang lalu. Meski, dia tidak jelek-jelek amat. Tapi, hal yang paling membuatnya risi ketika Shakila menunjukkan rasa ketertarikannya. Terlalu absurd.
Padahal, Shakila bukanlah seorang petinggi di perusahaan. Hanya seorang sekretaris pribadi Delvin yang begitu akrab dengan seluruh rekan sejawatnya.
Seusai Delvin menerima uluran kopi dari tangan Shakila. Tiba-tiba, tercetus ide di benak wanita itu yang berniat ingin menggoda. "Cieee ... Bapak senang ya, bisa menikahi aku ...." Nah kan, seperti itulah Shakila. Melontarkan kalimatnya dengan begitu percaya diri.
Telinga Delvin pun seakan sakit kala mendengarnya. Rasa manis pada secangkir kopi langsung berubah menjadi teramat pahit di lidah Delvin kala suara cempreng Shakila menembus telinganya. Hingga, wajah cantik yang terbalut hijab tersebut terlumuri oleh hitamnya si kopi yang menyembur tanpa izin dari mulut Delvin.
Lirikan tajam sang suami, membuat Shakila tersenyum geli. Ia kemudian membersihkan lekukan wajahnya dengan beberapa lembar tisu yang ia keluarkan dari dalam tas selempangnya.
Tak ada gurat kemarahan yang terlukis dari raut muka Shakila. Mungkin, karena terbiasa, atau dirinya sudah kebal dengan perlakuan sang bos yang kelewat aneh.
Entah kenapa, wanita ini tak kenal lelah untuk mendapatkan cinta seorang Delvin. Padahal, ia tahu jika Delvin telah memiliki kekasih hati. Di samping hal itu, seseorang pasti memiliki alasan tersendiri tentang perjuangannya, bukan?
Dulu, wanita itu pernah berpesan, “Aku akan hadir di waktu yang tepat." Entah apa maksudnya, tapi sepertinya ramalannya benar. Seperti saat ini.
Tanpa permisi, Shakila merapatkan duduknya tepat berdampingan dengan Delvin yang hanya terhalang oleh tas berwarna putih yang menjadi sekat di antara keduanya. Delvin hanya membisu dengan kedua telapak tangan memegang cangkir kopi.
Dan sekali lagi, tanpa diminta mulut Shakila lantas mengoceh. "Aku bilang, juga apa, Pak. Nona Tunarungu itu—" Shakila membekap mulutnya seketika. "Ups! Maksudnya, Nona Tunisia itu bukanlah wanita baik-baik. Buktinya, dia tega meninggalkan Bapak dengan pak Penghulu yang tengah menunggu."
"Jangan sok pahlawan?!" Kedua kornea mata Delvin hampir saja lepas dari tempatnya. Saking melototnya dia.
"Lo, gue pastiin. Setelah Mama gue sembuh dari sakitnya, lo bakal terima pesangon lo sebagai istri gue. Dan, surat cerai akan segera gue urus. Dan, gue pastiin juga, meski lo tidur sekamar bareng gue. Gak akan gue sentuh lo meski barang secuil,” desisnya seolah mengancam.
Andai tahu saja, sebenarnya pernikahan ini terjadi akibat Mama Delvin terserang stroke. Berbicara pun terbata-bata. Dan yang ditakutkan mamanya Delvin ketika dirinya tak mampu lagi melihat anak semata wayangnya melangsungkan pernikahan. Ia takut akan menyusul papanya Delvin sebelum merasakan bagaimana senang hatinya saat menggendong cucu dari sang anak.
"Bapak mau ke mana?" Dengan sengaja, kedua tangan Shakila meraih lengan kiri milik Delvin yang dibalas dengan hunusan tajam dari pria berjas hitam itu.
"Lo, gak malu sama hijab lo?" sinisnya pada Shakila. "Pegang-pegang laki-laki yang bukan muhrimnya," ceramahnya panjang lebar. Sepertinya, Delvin lupa akan satu hal. Status dirinya dengan Shakila.
"Lah, Bapak kan udah sah jadi suami aku. Berarti kita muhrim, dong. Jadi, tidak ada dosa di antara kita." Dengan percaya diri tinggi Shakila melakukan hal gila itu.
Memang, Shakila itu orangnya ceplas-ceplos, semaunya, dan terkadang tak masuk di logika. Namun, dengan laki-laki ia selalu menjaga jarak. Tak pernah bersentuhan atau membaur tanpa aturan. Namun, hanya untuk kali ini saja. Apa ada yang keberatan?
Jujur saja, Shakila mengenal Delvin jauh sebelum itu. Jauh sebelum mereka bertemu saat ini. Dan jauh sebelum Delvin melanjutkan study-nya di Inggris. Mereka teman masa kecil yang terpisahkan karena Delvin harus ikut orang tuanya merantau ke Jakarta. Sebab itulah, mamanya Delvin tak memusingkan jika sang anak yang seorang direktur harus menikah dengan manusia bernama Shakila. Akan tetapi, Delvin sama sekali tak menyadari siapa Shakila sebenarnya.
Dan secara otomatis, hal itu juga yang mendasari kenapa Shakila begitu ngebetnya untuk bisa memiliki cinta monyetnya dulu. Ya, walaupun berbanding terbalik dengan Delvin.
Shakila yang menatap punggung Delvin mulai menjauhinya, ia lantas bertanya, “Bapak mau ke mana, sih? Biar aku ikut, ya, siapa tahu Bapak membutuhkan aku, kan ....” Shakila tersenyum polos sembari menyejajarkan langkahnya dengan Delvin.
Laki-laki itu melirik Shakila sinis. “Gue gak butuh lo!” tolaknya tegas. Pria itu menghentikan pijakan kakinya lalu menatap Shakila dengan tajam. “Lo itu hanya sebagai pengganggu dalam hidup gue. Keberadaan lo cuman sebatas benalu yang bisanya hanya merugikan gue!” tandas Delvin sambil berlalu pergi.
Mendengar penuturan Delvin, rasanya menurunkan semangat Shakila untuk terus mengejar atasannya itu. Ia membeku, sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali duduk di tempat semula.
Beberapa menit terlewati, Shakila menghabiskan waktunya dengan melihat-lihat insta-story terbaru yang muncul di layar ponselnya.
Tak lama setelah itu, terdengar langkah kaki yang sepertinya mendekat ke arah Shakila. Wanita tersebut mengalihkan pandangannya ke arah pria yang kini sudah berdiri tegak di hadapannya.
“Eh, lo, dipanggil tuh sama Bos gue!” ujar Antara yang dikenal Shakila sebagai sopir pribadi Delvin.
Wanita itu celingukan seolah mencari-cari orang yang dimaksud Antara. Namun, hanya ada dirinya saja di sana. “Siapa? Gue?” tunjuknya pada diri sendiri.
Percayalah, Shakila itu berbicara sopan—khusus hanya untuk Delvin seorang. Termasuk panggilan ‘aku-kamu'. Sedangkan, pada orang lain, ya ... seperti yang kalian dengar barusan.
Antara mengernyit. “Emang, kelihatannya gue ngomong sama jin, apa?!” tanyanya diplomatis. Menatap Shakila yang hanya bergeming, Antara kembali mengingatkan, “Cepetan, Bos gue udah nunggu lo!” perintah lelaki beralis tebal itu.
Shakila segera beringsut dari tempatnya, ia membenarkan tasnya untuk dipakai kembali.
Sambil menyeret kakinya, wanita itu mengomel, “Katanya gak butuh, katanya gue hanya sebatas benalu. Eh, kenyataannya, Pak Delvin kangen juga sama gue!” celoteh Shakila di belakang Antara yang membuat lelaki di hadapannya seakan ingin muntah.
*Bersambung...
Selamat datang di ceritaku, semoga pada suka, ya:)
Bab Terakhir
#171 Bab 171
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#170 Bab 170
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#169 Bab 169
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#168 Bab 168
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#167 Bab 167
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#166 Bab 166
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#165 Bab 165
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#164 Bab 164
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#163 Bab 163
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#162 Bab 162
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025
Anda Mungkin Suka 😍
Hasrat Liar {Cerita Pendek Erotis}
Tangannya terasa begitu kuat dan yakin, dan dia tahu dia pasti bisa merasakan cairan basahnya yang merembes melalui bahan stokingnya. Dan begitu dia mulai menekan jari-jarinya ke celah lembutnya, cairan segarnya mengalir semakin panas.
Buku ini adalah kumpulan cerita pendek erotis yang menggairahkan yang mencakup romansa terlarang, romansa dominan & submisif, romansa erotis, dan romansa tabu, dengan akhir yang menggantung.
Buku ini adalah karya fiksi dan kesamaan dengan orang, hidup atau mati, atau tempat, peristiwa atau lokasi adalah kebetulan belaka.
Koleksi erotis ini penuh dengan seks panas dan grafis! Ini hanya dimaksudkan untuk orang dewasa di atas usia 18 tahun dan semua karakter digambarkan berusia 18 tahun atau lebih.
Baca, Nikmati, dan beri tahu saya cerita favorit Anda.
Kecanduan Teman Ayahku
BUKU INI MENGANDUNG BANYAK ADEGAN EROTIS, PERMAINAN NAFAS, PERMAINAN TALI, SOMNOPHILIA, DAN PERMAINAN PRIMAL.
BUKU INI DIBERIKAN RATING 18+ DAN PENUH DENGAN KONTEN DEWASA.
BUKU INI ADALAH KOLEKSI BUKU-BUKU YANG SANGAT PANAS YANG AKAN MEMBUAT CELANA DALAMMU BASAH DAN MENCARI VIBRATORMU.
SELAMAT BERSENANG-SENANG, DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTARMU.
**XoXo**
"Kamu akan menghisap kontolku seperti gadis baik yang kamu adalah, oke?"
Setelah bertahun-tahun dibully dan harus menghadapi hidupnya sebagai tomboy, ayah Jamie mengirimnya ke sebuah peternakan untuk bekerja pada seorang pria tua, tetapi pria tua ini ternyata adalah fantasi terliarnya.
Seorang pria yang menidurinya dan mengeluarkan sisi femininnya. Jamie jatuh cinta pada Hank, tetapi ketika wanita lain muncul, apakah Jamie memiliki dorongan untuk memperjuangkan pria yang memberi hidupnya sedikit bumbu dan makna untuk terus hidup?
Bermain Dengan Api
“Kita akan ngobrol sebentar lagi, oke?” Aku tidak bisa bicara, hanya bisa menatapnya dengan mata terbelalak sementara jantungku berdegup kencang. Aku hanya bisa berharap bukan aku yang dia incar.
Althaia bertemu dengan bos mafia berbahaya, Damiano, yang tertarik pada mata hijaunya yang besar dan polos, dan tidak bisa mengeluarkannya dari pikirannya. Althaia telah disembunyikan dari iblis berbahaya itu. Namun takdir membawanya kembali padanya. Kali ini, dia tidak akan pernah membiarkannya pergi lagi.
Paket: Aturan Nomor 1 - Tidak Ada Pasangan
"Lepaskan aku," saya merengek, tubuh saya gemetar dengan hasrat. "Aku tidak mau kamu menyentuhku."
Saya jatuh ke depan di atas tempat tidur lalu berbalik untuk menatapnya. Tato gelap di bahu Domonic yang berotot bergetar dan mengembang dengan hembusan napasnya. Senyum dalam dengan lesung pipitnya penuh dengan kesombongan saat dia meraih ke belakang untuk mengunci pintu.
Menggigit bibirnya, dia berjalan mendekati saya, tangannya menuju ke jahitan celananya dan tonjolan yang semakin membesar di sana.
"Kamu yakin tidak mau aku menyentuhmu?" Dia berbisik, membuka simpul dan menyelipkan tangan ke dalam. "Karena demi Tuhan, itulah yang selalu ingin aku lakukan. Setiap hari sejak kamu melangkah ke bar kami dan aku mencium aroma sempurnamu dari seberang ruangan."
Baru mengenal dunia shifter, Draven adalah manusia yang sedang melarikan diri. Seorang gadis cantik yang tidak ada yang bisa melindunginya. Domonic adalah Alpha dingin dari Red Wolf Pack. Sebuah persaudaraan dari dua belas serigala yang hidup dengan dua belas aturan. Aturan yang mereka sumpah tidak akan pernah dilanggar.
Terutama - Aturan Nomor Satu - Tidak Ada Pasangan
Ketika Draven bertemu Domonic, dia tahu bahwa dia adalah pasangannya, tetapi Draven tidak tahu apa itu pasangan, hanya bahwa dia telah jatuh cinta dengan seorang shifter. Seorang Alpha yang akan menghancurkan hatinya untuk membuatnya pergi. Berjanji pada dirinya sendiri, dia tidak akan pernah memaafkannya, dia menghilang.
Tapi dia tidak tahu tentang anak yang dikandungnya atau bahwa saat dia pergi, Domonic memutuskan aturan dibuat untuk dilanggar - dan sekarang apakah dia akan menemukannya lagi? Apakah dia akan memaafkannya?
Obsesi Terpelintir
"Kita punya aturan, dan aku-"
"Aku nggak peduli sama aturan. Kamu nggak tahu seberapa pengen aku ngewe kamu sampai kamu teriak kesenengan."
✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿
Damian nggak percaya sama cinta, tapi dia butuh istri buat ngambil warisan yang ditinggalin pamannya. Amelia pengen balas dendam ke Noah, mantan suaminya yang selingkuh, dan apa cara yang lebih baik daripada nikah kontrak sama musuh bebuyutannya? Ada dua aturan dalam pernikahan pura-pura mereka: nggak boleh ada hubungan emosional atau seksual, dan mereka akan berpisah setelah kesepakatan selesai. Tapi ketertarikan mereka satu sama lain lebih dari yang mereka perkirakan. Ketika perasaan mulai jadi nyata, pasangan ini nggak bisa berhenti menyentuh satu sama lain, dan Noah ingin Amelia kembali, apakah Damian akan membiarkannya pergi? Atau dia akan berjuang untuk apa yang dia anggap miliknya?
Ceraikan Aku Sebelum Kematian Menjemputku, CEO
Tanganku secara naluriah meraih perutku. "Jadi... benar-benar sudah tiada?"
"Tubuhmu yang lemah karena kanker tidak bisa mendukung kehamilan ini. Kita harus mengakhiri kehamilan ini, segera," kata dokter.
Setelah operasi, DIA muncul. "Audrey Sinclair! Berani sekali kamu membuat keputusan ini tanpa berkonsultasi denganku?"
Aku ingin mencurahkan rasa sakitku, merasakan pelukannya. Tapi saat aku melihat WANITA di sampingnya, aku menyerah.
Tanpa ragu, dia pergi bersama wanita "rapuh" itu. Jenis kelembutan itu, aku tidak pernah merasakannya.
Namun, aku tidak peduli lagi karena sekarang aku tidak punya apa-apa - anakku, cintaku, bahkan... hidupku.
Audrey Sinclair, seorang wanita miskin, jatuh cinta pada pria yang seharusnya tidak ia cintai. Blake Parker, miliarder paling berkuasa di New York, memiliki semua yang bisa diimpikan seorang pria - uang, kekuasaan, pengaruh - tetapi satu hal: dia tidak mencintainya.
Lima tahun cinta bertepuk sebelah tangan. Tiga tahun pernikahan rahasia. Sebuah diagnosis yang memberinya waktu tiga bulan untuk hidup.
Ketika bintang Hollywood kembali dari Eropa, Audrey Sinclair tahu sudah waktunya mengakhiri pernikahan tanpa cinta ini. Tapi dia tidak mengerti - jika dia tidak mencintainya, mengapa dia menolak saat Audrey mengajukan perceraian? Mengapa dia menyiksanya selama tiga bulan terakhir hidupnya?
Seiring waktu yang berlalu seperti pasir melalui jam pasir, Audrey harus memilih: mati sebagai Nyonya Parker, atau hidup hari-hari terakhirnya dalam kebebasan.
Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati
Emily dan suaminya yang miliarder berada dalam pernikahan kontrak; dia berharap bisa memenangkan cintanya melalui usaha. Namun, ketika suaminya muncul dengan seorang wanita hamil, dia putus asa. Setelah diusir, Emily yang tunawisma diambil oleh seorang miliarder misterius. Siapa dia? Bagaimana dia mengenal Emily? Yang lebih penting, Emily hamil.
Miliki Aku Ayah Miliarderku
PENGANTAR SATU
"Berlutut, Ava." Dia memerintah dengan nada yang membuat bulu kudukku merinding.
"Aku ingin kamu klimaks di wajahku, Josh."
"Aku tidak hanya akan klimaks di wajahmu, sayang. Aku akan klimaks di dalam dirimu dan mengklaim rahim perawanmu sebagai milikku setelah mengklaim keperawananmu."
Ava adalah seorang gadis muda yang jatuh cinta gila-gilaan dengan sahabat kakaknya, yang dua belas tahun lebih tua darinya tetapi menginginkan semua yang bisa dia tawarkan. Ava telah menyimpan dirinya untuknya, tetapi apa yang terjadi ketika dia menemukan rahasia terbesar Josh?
Apakah dia akan berjuang untuk cinta mereka atau akan pergi?
PENGANTAR DUA
"Aku suka kontolmu," kataku sambil mulai melompat lebih keras di atasnya. Aku siap untuk klimaks lagi dan aku siap membuatnya klimaks lagi.
"Aku suka vaginamu. Dan pantatmu," katanya sambil memasukkan jarinya ke pantatku.
"Oh Tuhan!" Aku berteriak. Ini sangat cabul dan sangat panas. "Klimaks untukku, sayang," katanya.
Ashley selalu tertarik pada ayah temannya, Pak Mancini, yang berasal dari Italia dan pria tampan untuk usianya. Tapi dia tidak pernah punya keberanian untuk mengungkapkannya kepada siapa pun, bahkan kepada temannya. Ketika kesempatan muncul saat Pak Mancini menawarkan untuk membayar biaya kuliahnya, Ashley tidak bisa menahan diri dan mengungkapkan fantasi terdalamnya kepadanya. Tapi sesuatu terjadi, dan itu akan membawa banyak kekacauan ke hatinya yang rapuh.
PENGANTAR TIGA
Dia bergumam, "Sayang, sayang, sayang," berulang kali. Tapi kemudian, "Aku tidak percaya aku begitu bodoh."
Aku terkejut, membuka mataku dan menarik diri untuk melihatnya. "Sayang?"
Dia mengakui, "Sadie, aku sangat menginginkanmu, selama bertahun-tahun. Aku terjaga di malam hari, memikirkan bagaimana rasanya bersamamu. Tapi aku tidak pernah bermimpi tentang ini!"
Menunggu liburan musim panas saat dia berusia 18 tahun adalah penantian terpanjang yang pernah dialami Sadie dalam hidupnya. Ini karena, dia akhirnya akan mendapatkan kesempatan untuk sendirian dengan ayah sahabatnya, Miguel, dan itu akan membuat semua mimpinya menjadi kenyataan.
Selama liburan mereka, mantan istri Miguel, yang masih mencintainya, membuat Sadie terkejut. Apakah dia akan bisa bertahan?
Aku Tidur dengan Sahabat Kakakku
"Ada apa, sayang... aku menakutimu ya?" Dia tersenyum, menatap mataku. Aku menjawab dengan memiringkan kepala dan tersenyum padanya.
"Kamu tahu, aku tidak menyangka kamu akan melakukan ini, aku hanya ingin..." Dia berhenti bicara ketika aku melingkarkan tanganku di sekitar kemaluannya sambil memutar lidahku di sekitar kepalanya sebelum memasukkannya ke dalam mulutku.
"Sial!!" Dia mengerang.
Hidup Dahlia Thompson berubah drastis setelah dia kembali dari perjalanan dua minggu untuk mengunjungi orang tuanya dan mendapati pacarnya, Scott Miller, berselingkuh dengan sahabatnya dari SMA, Emma Jones.
Marah dan hancur, dia memutuskan untuk pulang, tetapi berubah pikiran dan memilih untuk berpesta gila-gilaan dengan seorang asing.
Dia mabuk berat dan akhirnya menyerahkan tubuhnya kepada orang asing ini, Jason Smith, yang ternyata adalah calon bosnya dan sahabat kakaknya.
Istri Kontrak CEO
Benang Hasrat
"Kamu basah," katanya, suaranya seperti kerikil. Aku melengkung ke arahnya, tak berdaya. Kota menyaksikan melalui kaca, tapi aku tak peduli. Tidak saat mulutnya menyentuh tubuhku dan dia melahapku seperti orang yang kelaparan. "Jordan," aku terengah, jari-jariku terjerat dalam rambut tebalnya, pinggulku melengkung secara naluriah menuju mulut hangatnya. "Lebih keras," dia memerintah.
Di tengah kekacauan gemerlap elite Manhattan, Sophia Bennett berkuasa—tak tersentuh, tenang, dan sangat ambisius. Sebagai visioner di balik salah satu kerajaan mode yang paling cepat naik di New York, dia tidak hanya berjalan di runway—dia menguasai sorotan. Tapi ketika dia menangkap pacar lamanya di antara kaki wanita lain, dia tidak berteriak. Dia tersenyum.
Dan ketika dia pergi, dia meninggalkannya—bersama dengan investasinya, pengaruhnya, dan setiap dukungan yang pernah diandalkan perusahaannya. Tapi dia berjanji tidak akan kalah dalam permainan ini.
Lalu Jordan Pierce datang. Miliarder. Produser yang menawan. Tak terkendali. Semua sudut tajam dan janji berdosa. Dia melangkah ke dunianya dengan mengenakan dasi sutra dan senyum miring. “Mari kita bicara tentang karier mode kamu,” katanya. “Aku ingin ikut dalam visimu—dan mungkin juga dalam dirimu.” Chemistry mereka? Volatil. Ambisi mereka? Mematikan.
Di kota di mana kekuasaan adalah mata uang utama, jatuh cinta pada pria yang salah bisa membuat Sophia kehilangan segalanya yang telah dia perjuangkan.
Sekarang, dengan dunianya di ambang kehancuran, Sophia harus bertanya pada dirinya sendiri: Akankah dia mempertaruhkan segalanya untuk pria yang mungkin menghancurkannya lagi, atau menghancurkan cinta sebelum cinta menghancurkannya?
Ditolak Luna Mereka yang Patah
"Aku tidak hanya tertarik untuk berhubungan seks denganmu," Dia tersenyum dan mendekat, menggerakkan jarinya di leherku, "Aku ingin merasakan segalanya bersamamu."
"Bagaimana kalau kita tidak memakai pakaian setiap kali kita sendirian di mansion ini?" Aku terkejut dan terengah-engah saat dia berbisik di wajahku.
(Peringatan Konten: Bacaan berikut mengandung bahasa kasar, kekerasan, atau adegan berdarah yang ekstrem. Topik seperti pelecehan seksual dan kekerasan dibahas secara singkat yang mungkin sulit dibaca bagi sebagian orang)












