
Pulau Liar, Cinta yang Membara
Wanda Tantomo · Sedang Diperbarui · 118.4k Kata
Pendahuluan
Di sini, tantangannya bukan cuma bertahan hidup di alam liar, tapi juga bertahan dari godaan mereka—terutama dari pramugari yang sangat memesona. Aku harus mengakui, godaannya seringkali sulit kutahan.
Dan, ceritaku dimulai dari sini...
Bab 1
Aku bernama Farel Lim.
Sebelum pesawat itu jatuh di tengah badai dan mengubah hidupku selamanya, membawaku dan beberapa perempuan cantik terdampar di sebuah pulau terpencil. Semuanya masih seperti cerita klise yang biasa kulihat di film: pria muda, penuh percaya diri, dan seorang pramugari yang cantiknya kebangetan.
Kisah ini, anehnya, justru dimulai dari sana.
Di dalam toilet pesawat.
Langit di luar jendela tampak kelabu, awan-awan berat menggantung rendah, sesekali kilat memecah cakrawala seperti garis-garis cahaya yang marah. Getaran halus merambat di badan pesawat, tetapi buatku, saat itu, cuaca buruk sama sekali tidak mengurangi gairah yang menggelegak di dada.
Yang berdiri di hadapanku waktu itu adalah Sari Maharani.
Sari, pramugari maskapai internasional ini, hari itu benar-benar kelihatan seperti puncak segala godaan. Matanya bening dan besar, hitam matanya seperti kopi pekat yang baru diseduh, berkilat kalau tertangkap cahaya lampu kabin. Wajahnya oval, lembut, dengan dagu kecil yang manis, dan tiap kali dia menunduk lalu mengangkat pandang lagi, ada sesuatu di sana. Semacam kilau hidup yang membuatku sulit memalingkan mata.
Hidungnya mungil dan mancung, bibir tipis berwarna merah muda alami, seperti belum pernah tersentuh lipstik. Tanpa senyum saja sudah cantik, apalagi kalau dia tersipu dan sudut bibirnya terangkat sedikit. Kulitnya terang, halus, tampak makin mulus diterpa lampu putih kecil di langit-langit toilet sempit itu.
Seragam pramugari yang biasanya tampak sopan dan profesional di mata penumpang lain, bagiku seperti bungkus yang nyaris tidak sanggup menyembunyikan lekuk tubuh dewasanya. Blazer ketat, blus putih, rok span di atas lutut, dan sepasang kaki jenjang berbalut stoking tipis warna kulit yang hanya sebagian tertutup kain. Kontras antara wajahnya yang terlihat manis sekaligus polos dengan tubuh yang matang dan menggoda itu membuat tenggorokanku serasa kering.
Aku menelan ludah, merasakan udara di ruangan sempit itu mendadak menebal.
“Sari,” bisikku, suaraku lebih serak dari yang kuharapkan. “Aku milih terbang di jadwal ini cuma karena kamu. Jadi ... kamu harus bikin penerbangan ini terasa spesial buat aku, dong.”
Aku menyeringai, setengah bergurau, setengah serius. Sari menunduk, pipinya langsung memerah. Cantik sekali.
Aku mengulurkan tangan, jemariku menyentuh paha kirinya, di atas kain rok span, merambat turun sampai menyentuh permukaan stoking yang licin. Meski masih terhalang kain, aku bisa merasakan otot kakinya yang kencang dan kulit yang lembut di baliknya. Di luar sana, deru mesin pesawat dan gemuruh halus turbulensi jadi latar suara yang jauh. Namun di dalam sini, hanya ada napas kami berdua yang perlahan berubah ritmenya.
Toilet pesawat sempit, dindingnya dekat, pintunya terkunci rapat dari dalam. Rasa waswas ada, tetapi justru itu yang membuat darahku berdesir lebih kencang. Ruang sempit, kaki-kaki saling bersentuhan, bau sabun cuci tangan dan parfum lembut Sari bercampur jadi satu.
“Ssst ... gimana kalau ada yang tahu?” Sari berbisik, suaranya bergetar. “Kalau ada penumpang nunggu di luar gimana?”
“Tunggu sebentar saja,” jawabku pelan, mataku tidak lepas dari wajahnya. “Pesawat gede begini, orang nggak akan langsung curiga. Lagi pula, kamu kan bisa bilang toiletnya lagi dibersihin.”
Tanganku mulai berani, naik perlahan dari lutut ke atas, menelusuri sisi pahanya. Kain rok agak terangkat, memperlihatkan sedikit lebih banyak kulit licin berbalut stoking tipis. Sari refleks menjepit pahanya, tetapi gerakannya ragu, seperti antara ingin menolak dan ingin membiarkan.
“Farel ....” Dia memanggil namaku pelan, nyaris seperti mendesah, matanya mengangkat sebentar lalu buru-buru menghindar lagi.
Kancing paling atas blus putihnya terbuka, entah sejak kapan. Sedikit rona lembut di kulit dada yang terekspos membuat pandanganku tertahan di sana. Hanya sekilas, tetapi cukup untuk membuat imajinasiku liar.
Aku menggeser tubuh, mendekat sampai hampir menempel padanya. Ruang itu betul-betul sempit, jadi tiap gerakan kecil membuat jarak di antara kami nyaris hilang. Aku bisa merasakan hangat tubuhnya dan bisa mendengar napasnya yang mulai terburu-buru.
“Sari ....” Suaraku menurun, berat. “Kamu sadar nggak, betapa cantik kamu sekarang?”
Dia menggigit bibir bawahnya, pipinya makin merah. Bukannya menjauh, dia justru sedikit bersandar ke wastafel di belakang, seakan butuh pegangan.
Sesaat, kami hanya saling menghirup napas satu sama lain. Di luar, kilat kembali menyambar, cahaya putihnya menembus kecil lewat celah tirai jendela kabin. Namun di sini, dunia seakan menyempit hanya kepada dua orang.
Aku mengangkat tanganku, kali ini bukan untuk menyentuh kakinya, tetapi untuk merapikan rambutnya yang tadi digulung rapi. Dengan pelan, kusingkap jepit rambutnya. Rambut hitam panjangnya yang tadi terikat rapi kini terurai jatuh, mengalir di bahu dan punggungnya seperti air, membuatnya tampak jauh lebih muda serta ... berbahaya.
“Gaya rambut ini lebih cocok buat kamu,” gumamku pelan, jemariku menyibak helaian rambut dari wajahnya.
Sari mendongak sedikit, tatapannya bertemu dengan milikku. Di mata itu ada ketakutan, tetapi juga ada sesuatu yang lain—semacam sikap pasrah, semacam kebingungan yang manis.
Tanganku turun lagi, berhenti di pinggangnya. Kain blazer seragamnya terasa tebal di telapak tanganku. Ragu sejenak, aku kemudian pelan-pelan membuka satu lagi kancing blusnya. Dia menarik napas pendek.
“Farel ... jangan keterlaluan, ya ....” katanya lirih, tetapi tangannya hanya berpegangan pada tepi wastafel, bukan menepis tanganku.
“Aku nggak akan maksa kamu,” jawabku, mencondongkan tubuh untuk berbisik di telinganya. “Selama kamu nggak bilang ‘berhenti’, aku anggap kamu percaya sama aku.”
Toilet itu dipenuhi bayangan kami berdua yang terpantul di cermin kecil di atas wastafel. Aku bisa melihat wajahku sendiri di sana: mata menajam, rahang menegang, seperti seseorang yang berdiri di tepi jurang, siap melompat. Dan di depan, Sari, dengan pipi memerah, bibir sedikit terbuka, napas naik turun.
Aku ingat jelas momen-momen ini karena setelah semuanya berakhir—setelah jeritan mesin, guncangan hebat, dan bau asap memenuhi kabin—gambar Sari di toilet sempit ini sering kembali mengganggu tidur malamku di pulau itu. Seperti pengingat bahwa sebelum hidup ditelanjangi oleh alam liar, aku pun pernah begitu mudah menelanjangi nurani sendiri.
Dan di sinilah, sebenarnya, cerita itu mulai berubah arah.
Bukan lagi sekadar tentang seorang pria dan pramugari di toilet pesawat, tetapi tentang bagaimana badai di luar jendela yang saat itu kami abaikan. Badai itu perlahan-lahan bergerak mendekat, siap menghancurkan segalanya, termasuk keberanian semu yang kupakai seperti topeng.
Beberapa menit setelah itu, lampu tanda kenakan sabuk pengaman kembali menyala. Suara kapten terdengar di speaker, terdengar sedikit tegang, mengumumkan turbulensi yang lebih parah di depan.
Aku dan Sari saling berpandangan di ruang sempit itu, masing-masing merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan.
Kami belum tahu, saat pintu toilet itu akhirnya kubuka, bahwa langkah keluar itulah yang akan menuntun kami menuju langit yang pecah, pesawat yang patah, dan sebuah pulau asing di tengah laut Indonesia. Tempat di mana godaan, rasa bersalah, dan naluri bertahan hidup akan bercampur jadi satu.
Dan semua rasa yang sempat mendidih di ruangan sempit ini, kelak, akan terasa sangat berbeda ketika kami berdiri di pantai yang asing, sambil menatap bangkai pesawat yang masih mengepulkan asap di kejauhan.
Bab Terakhir
#100 Bab [100]
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#99 Bab [99]
Terakhir Diperbarui: 5/22/2026#98 Bab [98]
Terakhir Diperbarui: 5/22/2026#97 Bab [97]
Terakhir Diperbarui: 5/22/2026#96 Bab [96]
Terakhir Diperbarui: 5/23/2026#95 Bab [95]
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#94 Bab [94]
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#93 Bab [93]
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#92 Bab [92]
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#91 Bab [91]
Terakhir Diperbarui: 5/22/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Gadis Gemerlap
Namun di luar dugaan, dia membalas dengan tamparan yang menyakitkan! Ternyata dia bergelar doktor dan adalah ilmuwan ternama. Dia juara catur nasional, investor jenius, legenda bela diri... Saat prestasi tak terbantahkan ini terungkap satu per satu, tak terhitung orang mengejarnya.
Sementara itu, Tuan Phillips, legenda bisnis yang dulu memandangnya dengan hina, kini panik: Itu istriku! Menyingkir kalian!
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan
Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.
Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.
Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.
Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.
Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Kecintaan Satu Malam
Dia berkata: "Kasar, tidak profesional, melempar wanita. Tidak heran seorang pria seperti Anda akan merampok seorang wanita. "
Dia mencentang bibirnya: mata tersapu di atas tubuhnya, samar-samar: "kekanak-kanakan, bandara, masalah cinta, bahkan wanita tidak bisa dipanggil, saya enggan menerima Anda." "
Dia mencibir: Tidak, aku akan menemukan seorang pria yang bersedia menerimaku.
Dia menggendongnya: Saya tidak pergi ke neraka, yang pergi ke neraka
Setelah menikah.
"Apa tiga disiplin ilmu dan delapan catatan?" Seorang kolonel menatap wanita yang telah kembali terlambat dan menatap wajah merahnya karena minum.
"Eh- "Wanita minum di kepala, orang tua tidak tahu, tetapi juga kembali tiga disiplin ilmu delapan perhatian?"
"Sepertinya pendidikan kemarin tidak cukup mendalam. Hari ini kita harus melanjutkan pendidikan kita. "Seorang kolonel akan mabuk bahu wanita, dengan kekuatan fisik untuk memberitahunya, apa yang disebut tiga disiplin ilmu, delapan perhatian.
Segera setelah di kamar datang tangisan seorang wanita: "Brengsek, aku ingin bercerai." "
Suara seorang kolonel sangat tenang: "Maaf, tentara tidak bisa bercerai." "
"Aku akan protes, uh- "
Brengsek, selalu menggunakan trik ini, dia tidak bosan ah?
Istri Mantan yang Terperangkap
Meskipun mereka telah menikah dan bersama selama dua tahun, hubungan mereka tidak berarti sebanyak kembalinya Debbie bagi Martin.
Martin, demi mengobati penyakit Debbie, dengan kejam mengabaikan kehamilan Patricia dan dengan kejam mengikatnya di meja operasi. Martin tidak punya hati, dia membuat Patricia merasa tak berdaya, yang mendorongnya untuk pergi ke negeri asing.
Namun, Martin tidak akan pernah menyerah pada Patricia, meskipun dia membencinya. Dia tidak bisa menyangkal bahwa dia memiliki ketertarikan yang tak bisa dijelaskan terhadap Patricia. Mungkinkah Martin, tanpa disadari, telah jatuh cinta pada Patricia?
Ketika dia kembali dari luar negeri, anak kecil di samping Patricia itu anak siapa? Mengapa dia sangat mirip dengan Martin, si iblis berwujud manusia?
Mantan Istri yang Tak Terlupakan
Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.
Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.
Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."
Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
Kecanduan Teman Ayahku
BUKU INI MENGANDUNG BANYAK ADEGAN EROTIS, PERMAINAN NAFAS, PERMAINAN TALI, SOMNOPHILIA, DAN PERMAINAN PRIMAL.
BUKU INI DIBERIKAN RATING 18+ DAN PENUH DENGAN KONTEN DEWASA.
BUKU INI ADALAH KOLEKSI BUKU-BUKU YANG SANGAT PANAS YANG AKAN MEMBUAT CELANA DALAMMU BASAH DAN MENCARI VIBRATORMU.
SELAMAT BERSENANG-SENANG, DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTARMU.
**XoXo**
"Kamu akan menghisap kontolku seperti gadis baik yang kamu adalah, oke?"
Setelah bertahun-tahun dibully dan harus menghadapi hidupnya sebagai tomboy, ayah Jamie mengirimnya ke sebuah peternakan untuk bekerja pada seorang pria tua, tetapi pria tua ini ternyata adalah fantasi terliarnya.
Seorang pria yang menidurinya dan mengeluarkan sisi femininnya. Jamie jatuh cinta pada Hank, tetapi ketika wanita lain muncul, apakah Jamie memiliki dorongan untuk memperjuangkan pria yang memberi hidupnya sedikit bumbu dan makna untuk terus hidup?
Boneka Iblis
"Rileks, ya." Aku mencium bokong kirinya dan memutar jariku di dalamnya, lalu mendorongnya dengan keras.
"Ahh!"
Dia mengeluarkan erangan panas saat aku menyentuh titik sensitifnya, dan aku mendekati payudara kanannya, menandainya dengan gigitan dan hisapan. Aku ingin semua orang tahu besok bahwa dia sekarang punya seorang pria, pria yang akan menjadi satu-satunya pemiliknya. Setiap gerakannya akan kuketahui, hanya aku yang bisa memilikinya. Aku akan membunuh siapa pun yang berani mendekati boneka kecilku yang cantik ini.
Hidup Aurelia berubah drastis ketika dia dituduh salah membawa ganja di dalam ranselnya, dia dikirim ke Penjara Horizon yang terkenal, yang dikenal sebagai neraka di bumi. Di lingkungan di mana hukum dan ketertiban tampak seperti ilusi belaka, Aurelia mendapati dirinya dikelilingi oleh penjahat kejam dan bayangan menyeramkan yang mengintai di setiap sudut penjara.
Putus asa untuk bertahan hidup dan melarikan diri dari mimpi buruk ini, Aurelia menarik perhatian Iblis yang ditakuti, pemimpin tertinggi penjara itu. Dengan aura kekuasaan dan dominasi mutlaknya, Iblis melihatnya sebagai mangsa yang menggoda, bertekad untuk memilikinya sebagai miliknya. Saat dia berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan di mana kekerasan merajalela, dia mendapati dirinya terlibat dalam permainan kucing dan tikus yang berbahaya dengan Iblis.
Di antara kegelapan penjara dan bayangan koridor, Aurelia berjuang untuk menjaga kemanusiaannya tetap utuh, bahkan saat dia mencoba mengubahnya menjadi boneka patuh. Di dunia di mana garis antara kebaikan dan kejahatan kabur, dia harus menemukan cara untuk menolak godaannya sebelum terlambat.
"Boneka Iblis" adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan penebusan di tempat di mana harapan adalah kemewahan langka dan bertahan hidup adalah perjuangan sehari-hari.
Cinta Terburu-buru Sang CEO
7 Malam dengan Tuan Black
"Apa yang kamu lakukan?" Dakota mencengkeram pergelangan tanganku sebelum mereka menyentuh tubuhnya.
"Menyentuhmu." Bisikan keluar dari bibirku dan aku melihat matanya menyipit padaku seolah aku telah menghinanya.
"Emara. Kamu tidak akan menyentuhku. Hari ini atau kapan pun."
Jari-jarinya yang kuat meraih tanganku dan menempatkannya dengan tegas di atas kepalaku.
"Aku di sini bukan untuk bercinta denganmu. Kita hanya akan bercinta."
Peringatan: Buku Dewasa 🔞
. . ......................................................................................................
Dakota Black adalah pria yang diselimuti karisma dan kekuasaan.
Tapi aku membuatnya menjadi monster.
Tiga tahun lalu, aku mengirimnya ke penjara. Secara tidak sengaja.
Dan sekarang dia kembali untuk membalas dendam padaku.
"Tujuh malam." Katanya. "Aku menghabiskan tujuh malam di penjara busuk itu. Aku memberimu tujuh malam untuk tinggal bersamaku. Tidur denganku. Dan aku akan membebaskanmu dari dosamu."
Dia berjanji untuk menghancurkan hidupku demi pemandangan yang bagus jika aku tidak mengikuti perintahnya.
Pelacur pribadinya, begitu dia memanggilku.
🔻KONTEN DEWASA🔻
Bapak Ryan
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.
Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.
Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.
Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!
Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.
Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Kesempatan Kedua Sang Miliarder
Jasmine Dupree, sahabat dan karyawan Dimitri, selalu mencintai Dimitri tanpa sepengetahuannya. Sahabat mereka, Grayson Paul dan Dimitri, tidak tahu bahwa kembalinya sahabat mereka akan mengakhiri pernikahannya. McKenzie dituduh mengkhianati Dimitri dan diusir, hanya untuk muncul kembali lima tahun kemudian sebagai dokter yang menyelamatkan nyawa sahabatnya, Grayson.
McKenzie mencoba menjauh, berjanji untuk menjauh dari Dimitri. Lima tahun berlalu dan dia masih membencinya karena mengkhianatinya, namun detail baru terungkap yang membuat Dimitri meragukan tuduhannya lima tahun lalu. Jasmine melihat kesempatan untuk mengacaukan McKenzie dan melakukannya, yang tidak diketahui Jasmine adalah bahwa Dimitri masih mencintai McKenzie dan dia masih istrinya. Dia tidak pernah menceraikannya meskipun McKenzie telah menandatangani surat cerai.
Ketika Dimitri mengetahui bahwa dia salah, dia merasa jijik dengan cara dia memperlakukannya dan mulai mencari jalan untuk kembali padanya. McKenzie Peirce di sisi lain tidak tahu bahwa dia akan diberi kesempatan kedua untuk cinta, dengan pria yang selalu dia cintai. Dengan sahabat dan keluarganya di sisinya, dia berniat untuk memenangkan kembali hati McKenzie, namun saat mereka mencoba membuat pernikahan kesempatan kedua mereka berhasil, masalah mulai muncul. Jasmine menolak untuk menyerah pada Dimitri.
Bermain Dengan Api
“Kita akan ngobrol sebentar lagi, oke?” Aku tidak bisa bicara, hanya bisa menatapnya dengan mata terbelalak sementara jantungku berdegup kencang. Aku hanya bisa berharap bukan aku yang dia incar.
Althaia bertemu dengan bos mafia berbahaya, Damiano, yang tertarik pada mata hijaunya yang besar dan polos, dan tidak bisa mengeluarkannya dari pikirannya. Althaia telah disembunyikan dari iblis berbahaya itu. Namun takdir membawanya kembali padanya. Kali ini, dia tidak akan pernah membiarkannya pergi lagi.












