17. MAYA

POV Maya

“Kalau kamu sentuh aku, aku bakal teriak sekenceng-kencengnya...”

“Tenang, Putri,” Rhyson mengembuskan napas kesal. “Aku bukan datang buat ngajak tidur sama kamu. Kita perlu ngomong.”

Apa dia sebegitu terganggunya sama lututku? Itu satu-satunya hal yang nggak bisa aku pura-pura ngg...

Masuk dan lanjutkan membaca