PASAL 105

“Kamu gila, ya. Kamu pertaruhkan pilihan dan hati orang lain, seolah-olah ini sabuk juara sialan!”

Seb mengangkat bahu. “Jangan besar kepala. Ini cuma caraku beresin kekacauan. Kamu mau dia? Buktikan kamu cukup jantan, baru kamu boleh punya dia.”

Mael memutar bola mata sampai rasanya hampir nyangk...

Masuk dan lanjutkan membaca