PASAL 160

Ciel duduk di luar ruang operasi, kedua tangannya saling mengunci begitu erat sampai buku-buku jarinya memutih.

Sebastian duduk di sampingnya. Dia diam, tapi tegangnya sama; lorong rumah sakit mendadak terasa begitu sunyi dan kaku, seolah ikut menahan napas.

Setiap detik terasa seperti sejam penyi...

Masuk dan lanjutkan membaca