Bab 497: Dia mengkhianatimu, akulah yang paling mencintaimu

"Jadi, apa rencanamu selanjutnya?"

Wajah Eyang Kusuma tampak segar kemerahan, sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda orang yang sedang keracunan.

Jauh dari kondisi mengenaskan seperti yang dibayangkan para pelayan di luar sana.

Rangga duduk di hadapan sang kakek. "Benalu di Grup Kusuma—kali i...

Masuk dan lanjutkan membaca